Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Rencana kedatangan sepupu Arsen


__ADS_3

Acara malam Jumat Yulia Aaron dan Yulia berlanjut lagi, Yulia benar-benar dibuat lemas oleh Aaron.


Keesokannya paginya Aaron dan Yulia sudah siap dengan aktivitas masing-masing.


Mereka berdua barengan datang ke basemen.


"Kamu bawa mobil sendiri?" tanya Aaron.


"Iya mas, nanti aku setelah ada kegiatan mau keluar sebentar ma teman," jawab Yulia.


"Cowok apa cewek?" tanya Aaron.


"Cewek lah mas," jawab Yulia.


"Sampai ketemu di sana ya mas," imbuh Yulia lalu berangkat.


Selepas Yulia berangkat kini gantian Aaron yang berangkat, pagi ini Aaron sungguh bersemangat bahkan sepanjang perjalanan dia senyum-senyum sendiri mengingat kejadian semalam.


Tak terasa kini mobil telah memasuki parkiran kantor dan dengan senyum yang mengembang Aaron masuk ke dalam gedung Anderson grup miliknya.


Di sisi lain, Arsen juga sangat senang sekali karena semalam dia juga menggempur sang istri hingga Airin merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


"Papa senang sekali pagi ini?" tanya Arsen yang membuka obrolan di ruang makan.


"Iya lah kan papa dapat jatah banyak dari mama kamu," jawab papa Sean.


"Udah tua nggak encok pa tu punggung," sahut Arsen.


"Lo meskipun sudah tua namun jiwa papa masih muda," timpal Papa Arsen.


Mama Arini memajukan bibirnya sungguh kesal dengan sang suami yang menggempurnya semalam.

__ADS_1


"Kamu juga habis digempur ya Airin?" tanya mama Arini.


"Iya ma, sampai sakit semua badan Airin," jawab Airin.


"Benar-benar ya kalian kaum Adam," gerutu mama Arini.


Semua tertawa, memang semangat bercinta keturunan bule sungguh luar biasa seakan tidak memiliki rasa puas.


"Oh ya Arsen nanti Karin datang, katanya dia merindukan kamu," kata papa Sean yang membuat Airin menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Jangan salah paham dulu Airin, Karin ini adalah sepupu Arsen, dia adalah cucu dari saudara kakek Arsen." Papa Sean menjelaskan.


"Kok papa nggak bilang sebelumnya?" protes Arsen.


"Papa lupa," jawab papa Sean dengan terkekeh.


Karin pertama kalinya datang ke Indonesia, Saat di Jerman dialah teman Arsen.


Sebelumya orang tua Karin sudah bilang pada papa Sean dan papa Sean dengan senang hati menerima Karin bekerja di kantornya.


"Nanti kamu jemput ya Arsen, pesawatnya mendarat pukul dua siang," pesan papa.


Seusai sarapan Arsen pamit berangkat tak lupa dia mengecup orang tua dan istri tercinta.


**********


Lagi-lagi kaun hawa di B.C university dibuat senang dengan kedatangan Aaron mereka memperhatikan Aaron yang keluar dari mobil sportnya.


"Ya Allah Yul, pak Aaron sungguh cakep bin ganteng, beruntung banget ya istrinya nanti," puji Ayda.


"Beruntung apaan, aku nih digempur sampe lemah gini, dedel duel itu aku," batin Yulia.

__ADS_1


Aaron berjalan melewati para Mahasiswa yang memandanginya dan tak sengaja dia melihat Yulia dan Ayda yang ikut memandangnya juga.


Aaron juga menatap Yulia sehingga Yulia menunduk malu.


"Yul Yul dia melihat ke arah kita, apa dia tertarik dengan pesona aku Yul," kata Ayda.


"Sembarangan, pesona dari Hongkong," sahut Yulia yang merasa kesal pada Ayda.


Aaron digiring masuk ke dalam oleh pihak kampus begitu juga dengan Yulia selaku pengurus acara.


Melihat Yulia masuk Aaron nampak curi-curi pandang sehingga membuat Yulia mengirim pesan pada Aaron.


"Mas jaga pandangannya nanti pada tau kalau aku ini istri mas Aaron."


"Ok," balas Aaron.


"Bearti boleh kan aku pandang yang lain." Aaron mengirim pesan lagi.


"Ok tapi gak ada jatah😤😤😤😤😤." Yulia membalas dengan emot marah.


Aaron jadi tersenyum melihat pesan dari Yulia.


Tiga jam berlalu dan acara telah usai, Aaron yang melihat Yulia pergi ke toilet pun mengikuti Yulia.


"Kita sempetin di sini yuk," bisik Aaron sambil memegangi perut Yulia.


"Mas jangan macam-macam, kalau ada yang lihat gimana?" tanya Yulia sambil clingukan.


"Santai," jawab Aaron.


Ayda yang pergi menyusul Yulia pun melihat Aaron dan Yulia di depan toilet.

__ADS_1


"Ngapain mereka," batin Ayda


__ADS_2