
Aaron tertawa dengan keras, tawa yang membuat Airin merinding.
"Ada apa sih Aaron?" tanya Airin penasaran.
Aaron menatap Airin dengan lekat lalu memegang pundak Airin.
"Semalam kamu tidur jam berapa?" tanya Aaron.
Wajah Airin memucat dia bingung harus menjawab bohong atau jujur? sedangkan kemarin Aaron berpesan untuk istirahat.
"Setelah kamu pulang aku langsung tidur," jawab Airin berbohong.
Aaron tersenyum kecut. Dadanya sungguh sakit karena tunangannya berani membohonginya.
"Kamu berbohong Airin, semalam ada Arsen kan sampai jam dua belas malam," kata Aaron.
Tubuh Airin memanas, dia tidak menyangka kalau Aaron tau kalau Arsen semalam berada di rumahnya hingga larut.
"Airin, kemarin aku tau kalau Arsen datang ke mari hingga larut malam. Dan aku tau kalau kamu ingin kembali pada Arsen dan meninggalkan aku," imbuh Aaron.
Airin memegang tangan Aaron dan menangis.
"Tidak Aaron itu tidak benar, aku tidak akan meninggalkan kamu," sahut Airin.
"Apa kurangnya aku di dalam hidupmu hingga kamu curangi aku Airin," timpal Aaron.
"Maafkan aku Aaron, tapi Arsen yang kesini aku sudah menyuruhnya untuk pulang tapi dia tidak mau," jelas Airin.
Aaron menghela nafas.
"Jawab dengan jujur, apa kamu bahagia bersama aku?" tanya Aaron.
"Aku bahagia, aku bahagia saat bersama kamu," jawab Airin berbohong.
Airin berbohong karena dia tidak ingin menyakiti Aaron tunangannya.
"Tapi aku merasa kamu nggak bahagia Airin, aku hanya pemilik ragamu tapi hatimu tetap milik Arsen kan," pungkas Aron dengan mata yang basah.
"Aku mengira aku akan memenangkan hatimu dan menjadi raja di sana, tapi aku salah hatimu tetap milik Arsen. Jika kamu ingin kembali padanya kembalilah, asalkan kamu bahagia aku pun ikut bahagia," imbuh Aaron lalu melangkahkan kaki keluar.
__ADS_1
"Aaron tunggu," teriak Airin dan segera menyusul Aaron tapi Aaron sudah masuk ke dalam mobilnya dan pergi.
Airin mengambil motornya dan mengikuti Aaron, meskipun hati Airin untuk Arsen tapi dia tidak mau seperti ini.
Airin mengikuti Aaron yang pulang ke rumahnya.
Aaron berlari masuk ke dalam kamarnya sedangkan Airin meminta ijin dulu pada mama Putri dan papa Daffa untuk naik ke atas.
"Iya," kata mama Putri yang heran dengan anak dan calon menantunya tersebut.
"Aaron," panggil Airin saat masuk ke dalam kamar Aaron, untung Aaron tidak mengunci kamarnya.
Aaron berdiri di balkon kamarnya sambil menatap hamparan kompleks mewah dengan sedih.
Airin berjalan menghampiri Aaron dan berdiri sejajar dengannya.
"Maafkan aku," kata Airin.
"Tak perlu minta maaf, aku rela kalau kamu mau kembali bersama Arsen, aku yang terlalu mencintai kamu Airin hingga membuat kamu menderita dengan cintaku. Dulu aku pikir cintaku cukup untuk kita berdua namun aku salah, sebesar apapun cintaku ke kamu nggak akan pernah cukup untuk kita berdua karena kamu tidak pernah bisa menerima cintaku," pungkas Aaron.
"Tidak Aaron, cukup kok," sahut Airin.
"Kamu nggak perlu berkorban perasaan Airin, cintamu itu Arsen bukan aku. Aku nggak papa aku fine," ucap Aaron dengan menangis.
"Aku fine Airin, aku fine. Sangat baik malah," katanya dengan menangis.
Airin tentu tidak tega melihat Aaron menangis, dia pun memeluk erat Aaron dengan erat.
"Maafkan aku yang menyakiti kamu Aaron, maafkan aku," kata Airin.
Aaron semakin terisak dalam pelukan Airin, dia sangat mencintai Airin dengan segenap jiwa dan raganya namun Airin hanya membalas raganya saja bukan hatinya.
"Kita akan bersama Aaron bukankah kita sudah berkomitmen untuk bersama," hibur Airin.
"Kamu yakin?" tanya Aaron.
"Yakin, kalau kamu tidak percaya kita bisa menikah minggu depan," jawab Airin.
"Sederhana nggak masalah asalkan sah," imbuh Airin.
__ADS_1
"Baiklah," sahut Aaron lalu melepas pelukannya.
Dari awal Airin yang telah berjanji untuk bersama Aaron tentu tidak ingin mengingkari janjinya, karena mengingat Arsen yang telah merelakannya dengan Aaron.
Aaron menghapus air mata Airin, begitu pula dengan Airin yang juga menghapus air mata Aaron.
"Jangan menangis, kamu terlihat jelek," kata Airin.
"Kamu juga," sahut Aaron.
"Aku sangat mencintai kamu Airin, kebahagian kamu adalah prioritas ku, jika kamu tidak bahagia dengan aku, kamu bisa pergi," imbuh Aaron.
Airin yang tidak ingin membuat Aaron bersedih pun mencium bibir Aaron, itung-itung sebuah sogokan.
Aaron juga menerima ciuman dari Airin, dan saat Airin ingin menyudahi aksinya Aaron semakin memperdalam ciumannya.
"Mulai besok, tinggal lah di apartemen aku. Aku nggak ingin Arsen datang menemui kamu malam malam, aku takut kalau ketahuan pak RT kalian bisa dinikahkan paksa," kata Aaron.
"Tapi kan...." Belum sempat melanjutkan kata-katanya Aaron melahap bibir Airin lagi.
**********
Rencana nikah dadakan yang akan digelar Aaron dan Airin terdengar oleh Arsen. Mama Arini diberi tahu oleh mama Putri.
Arsen sungguh patah hati mendengarnya, dia tidak menyangka kalau Aaron akan gercep memperistri Airin.
"Enggak ma, Arsen nggak rela kalau Airin menikah dengan Aaron," kata Arsen dengan raut wajah yang sedih.
Mama Arini menatap kesal anaknya.
"Jangan cari masalah Arsen atau kamu ingin mama gantung di pohon kencur," maki mama Arini.
"Terserah mama, pokoknya Arsen harus menemui Airin," sahut Arsen.
"Jangan merusak persahabatan kamu dengan Aaron Arsen, karena itu juga akan merusak persahabatan papa dan Om Daffa," timpal mama Arini.
Arsen seolah tak peduli dengan semua itu, yang ia pedulikan hanya Airin. Arsen yang tau kalau Airin juga mencintainya tentu ingin memperjuangkan cintanya kembali.
"Arsen harus menemui Airin," kata Arsen lalu pergi untuk menemui Airin.
__ADS_1