
Amanda membawa Arsen pulang ke rumah. Mama Arini dan Papa Sean sangat khawatir dengan keadaan Arsen.
"Arsen kenapa Amanda?" tanya mama Arini.
"Beberapa kali Arsen mengeluh sakit kepala tante untuk itu saya membawanya ke rumah sakit," jawab Amanda.
"Lalu apa kata dokter?" tanya papa Sean.
"Tidak apa-apa kok Om Tante, mungkin efek dari benturan yang dia alami," jawab Amanda berbohong.
Papa Sean membawa Arsen ke kamarnya sedangkan Mama Arini meminta Amanda untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Mama Arini merasa kalau ada yang ditutup-tutupi oleh Amanda.
"Kamu yakin hanya efek benturannya? bukan karena ingatan yang akan pulih?" Mama Arini menginterogasi Amanda.
"Entah Tante, cuma setiap Arsen melihat Aaron dan Airin bersama dia merasa sakit," kata Amanda dengan gugup.
"Seharunya kamu trus menstimulasi Arsen supaya ingatannya kembali lagi," sahut Airin.
"Tapi kata Dokter akan berdampak buruk pada kesehatan Arsen Tante jika kita memaksa Arsen untuk mengingat," timpal Amanda.
Mama Arini nampak berfirkir, ada benarnya juga apa yang dikatakan Amanda.
Tak ingin terus diinterogasi mama Arsen, Amanda memutuskan untuk pulang.
"Saya pulang dulu ya Tante, besok saya akan kesini lagi," pamit Amanda.
"Iya, terima kasih," ucap Mama Arini.
Selepas kepulangan Amanda, dia pergi ke kamar Arsen untuk melihat keadaannya.
"Amanda mana ma?" tanya Arsen.
"Pulang," jawab mama Arini.
"Ma, Arsen ingin melamar Amanda Minggu depan," kata Arsen yang membuat Mama Arini dan Papa Sean shock.
"Kamu ini apa-apaan Arsen, usia pacaran kalian kan baru seumur jagung kenapa buru-buru sekali," protes mama Arini.
__ADS_1
"Arsen sangat mencintainya," sahut Arsen.
"Cinta cinta, lantas bagaimana dengan Airin yang selama ini setia ma kamu?" maki mama Arini.
"Arsen tidak mencintainya ma, cinta Arsen hanya untuk Amanda," timpal Arsen.
"Baiklah, tapi suatu saat kalau ingatan kamu pulih jangan pernah menyesal atau mama gampar kamu dengan tangan mama sendiri," pungkas mama Arini lalu pergi meninggalkan Arsen dan suaminya.
Papa yang tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa menghela nafas, karakter Arsen mirip dengannya jadi dia hanya bisa menuruti apa yang Arsen ingin meski papa Sean tau kalau nanti anak sulungnya akan menyesal.
"Pikirkan lagi, apa yang kamu cintai saat ini belum tentu baik untuk kamu," ucap papa Sean lalu pergi dari kamar Arsen.
Di kamarnya mama Arini menangis dia tidak ingin anaknya menyesal karena cinta.
Dia sangat paham kalau Arsen sangat mencintai Airin, cintanya pada Amanda hanya fatamorgana yang akan hilang jika Arsen pulih nanti.
"Sudahlah sayang, mungkin ini jalan yang harus Arsen lalui. Kita sebagai orang tua hanya menasehati tapi jika Arsen tetap bersikeras dengan Amanda kita bisa apa," ucap papa Sean.
"Karakternya memang seperti kamu, nanti pasti nangis-nangis nyesel.
Duh pengen aku gantung saja di pohon kencur," sahut mama Arini dengan kesal.
"Aku ihklas kok jika Arsen kamu gantung di pohon kencur," timpal papa sean.
"Sinting," makinya.
"Kalau kamu marah aku jadi gemes," bisik papa Sean dengan tangan yang sudah kemana-mana.
"Iya tapi tangannnya dikondisikan dong," sahut mama Arini.
"Kita main yuk sayang," ajak Papa Sean.
Adegan panjat memanjat tidak bisa terelakkan, itulah yang membuat mama dan papa Arsen selalu harmonis. Mama Arini sebagai seorang istri tidak pernah menolak keinginan papa Sean begitu pula papa Sean yang selalu menyayangi mama Arini tanpa berkurang sedikit pun meski usai mereka sudah tidak muda lagi.
************
Malam datang dengan cepat, Airin yang seusai mandi berjalan-jalan di taman depan.
Dia ingin mencari angin sambil melihat bintang yang bersinar di langit.
__ADS_1
"Bunda ayah, Airin rindu," kata Airin dengan menatap bintang sambil membayangkan ayah bundanya.
Aaron yang sudah daritadi datang mendengar ucapan Airin.
"Kamu rindu ayah bunda?" tanya Aaron.
Airin yang kaget menoleh lalu tersenyum.
"Iya Aaron aku sangat merindukan ayah bundaku," jawab Airin.
"Kalau begitu bagaimana kalau kita kesana?" tanya Aaron.
"Kamu yakin?" tanya Airin.
"Yakinlah, kan kita masih punya dua hari, selasa malam kita balik," jawab Aaron.
Airin nampak berfikir, lalu dia mengangguk.
"Kan aku sudah mengabulkan keinginan kamu untuk bertemu ayah bunda, jadi hadiahnya mana?" tanya Aaron.
"Dasar modus," ucap Airin.
"Ayolah kasih hadiah sedikit aja," pinta Aaron.
"Mau apa?" tanya Airin.
"Cium," jawab Aaron.
Airin yang kesal memukul bahu Aaron sambil berteriak.
"Aaron kamu messsuummmm sekali," kata Airin.
"Nggak kok cuma minta dikit," sahut Aaron.
Aaron yang gemas memegangi tangan Airin, dia mendekatkan wajahnya ke wajah Airin.
Airin yang gugup menghindar dari Aaron tapi wajah Aaron semakin dekat dan dekat sehingga Airin sudah tidak bisa menghindari.
Cup
__ADS_1
sebuah kecupan mendarat di bibir Airin. Airin hanya bisa terpaku akan apa yang telah Aaron lakukan.
"Udah, jangan terlalu diresapi, apa kamu ingin yang lebih?" goda Aaron dengan tertawa.