Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Rela


__ADS_3

"Airin aku mohon jujurlah pada hati dan perasaan kamu, siapa diantara kami yang kamu cintai?" tanya Aaron yang membuat Airin terdiam.


Airin tersenyum kecut, dia menatap Arsen dan Aaron bergantian.


"Kan aku sudah bilang kalau aku akan menikah dengan kamu, kenapa sih selalu dipertanyakan," jawab Airin.


"Tapi kamu masih mencintai aku kan Airin," sahut Arsen tak terima.


Airin menghela nafas.


"Maaf Arsen, aku akan tetap menikah dengan Aaron," kata Airin yang membuat Arsen terdiam.


"Baiklah Airin, aku tidak akan bertanya lagi dan tidak akan memaksa kamu untuk bersama aku lagi," timpal Arsen.


Tak berselang lama datanglah Arthur dan Arcelo, dia memberikan bungkus yang berisi mie instan pada Airin.


"Masak lah untuk kami," kata Arthur.


"Baiklah tunggu dulu," sahut Airin.


"Aku bantu ya," timpal Aaron lalu ikut Airin ke dapur.


Arsen yang tidak memiliki harapan lagi bersama Airin memutuskan untuk pulang, dia alasan kalau Arkan mencarinya.


"Kok buru-buru sih Arsen," protes Arcelo.


"Besok Arkhan harus kembali ke asrama dia mengajak aku untuk jalan-jalan hari ini." Arsen memberikan alasannya.


"Kamu sedang tidak marah dengan kami kan Arsen?" tanya Aaron.


Arsen tersenyum manis.

__ADS_1


"Untuk apa aku marah dengan kalian, ada ada saja," ucap Arsen lalu mengambil tasnya dan pulang.


Airin dapat merasakan kalau kali ini Arsen sudah menyerah, selama bersama Arsen dia belum pernah melihat Arsen senyum manis saat hatinya sakit.


Sepanjang perjalan pulang Arsen tersenyum dengan mata basahnya.


"Aku ikhlas kini, semoga kamu dan Aaron bahagia Airin. Sekeras apapun aku meminta dan memohon kamu nggak akan berpaling dari Aaron," kata Arsen.


"Kamu pasti bisa Arsen." Arsen bermonolog dengan dirinya sendiri.


**********


"Tak kusangka cincin yang susah payah aku beli bukan cincin untuk melamar kamu Airin tapi cincin ini malah jadi cincin hadiah pernikahan kamu," kata Arsen.


"Sudahlah, untuk apa masih memikirkan jodoh orang." Arsen bermonolog dengan dirinya sendiri.


Dia benar-benar berniat melupakan Airin, malam ini dia sengaja menyibukkan diri dengan pekerjaannya.


Hingga tengah malam dia masih sibuk di ruang kerjanya hingga mama Arini nampak khawatir karena tidak biasanya Arsen seperti ini.


"Masih belum selesai ma kerjaannya, selama ini Arsen terlalu sibuk memikirkan wanita jadinya perusahaan stagnan, kalau begini terus Arsen jadi malu sama papa," jawab Arsen.


"Rugi ma Arsen jauh jauh sekolah ke Jerman kalau ilmu Arsen tidak Arsen aplikasikan," imbuh Arsen.


Mendengar ucapan anaknya mata mama Arini membasah mama tau kalau pekerjaan adalah pelarian anaknya.


"Ya sudah tapi kalau lelah segera istirahat ya, mama nggak mau kamu sakit," pesan mama


"Siap nyonya mama," sahut Arsen dengan tertawa.


Mama Airi teringat akan dirinya dulu yang memanggil papa Sean dengan sebutan tuan suami dan sekarang anaknya ikut ikutan memanggil dirinya nyonya mama.

__ADS_1


Jam tiga pagi Arsen baru menyelesaikan pekerjannya. Dia bukannya tidur tapi malah olahraga. Dia melakukan olahraga berat dan lari mengelilingi rumahnya.


Sehabis lari Arsen berenang kemudian mandi lalu bersiap untuk kerja.


Dia semalam benar-benar tidak tidur, dia takut kalau rebahan dia akan teringat Airin.


Pagi sekali Arsen sudah berangkat, dia tidak ingin membuang waktunya sedikit pun.


Tepat pukul enam Arsen sampai di kantor, dia segera mengecek tumpukan berkas yang ada di mejanya.


Arcelo yang datang dua jam kemudian nampak kaget karena Arsen sudah duduk di kursi kebesarannya.


"Tumben kamu sudah berangkat," kata Arcelo.


"Iya, dan berkas berkas ini sudah aku cek. Tolong ketiga berkas ini kamu pelajari lagi," sahut Arsen.


Arcelo yang heran hanya diam di tempat, jam berapa Arsen berangkat hingga jam delapan dia sudah menyelesaikan semua.


"Arcelo tolong ya suruh OB membawakan aku kopi mataku perih sekali," pinta Arsen.


Arcelo mengangguk dan segera melaksanakan titah Arsen setelahnya dia mengecek berkas dan melihat email yang mungkin menumpuk namun betapa kagetnya dia kalah semau sudah diselesaikan oleh Arsen.


"Ditinggal nikah kok jadi rajin gini ya," batin Arcelo.


Satu jam kemudian Arsen sangat mengantuk mungkin karena semalam dia tidak tidur sehingga Arsen memutuskan untuk tidur sejenak di sofa.


Baru memejamkan mata dia langsung tidur wajahnya nampak lelah dan sedih.


Arcelo yang masuk ke ruangan Arsen untuk memberikan berkas pun mendekati Arsen yang tertidur lelap.


"Kasian juga kamu Arsen pasti butuh perjuangan keras untuk melupakan Airin, doa terbaikku untuk kamu. Meski sulit tapi hidup harus berjalan kelak kisahmu bisa jadi cerita untuk anak cucumu," kata Arcelo dengan menghapus air mata yang jatuh.

__ADS_1


Dulu saat Arsen hilang ingatan dia yang selalu ada buat Airin dan memang perih juga jadi Airin saat itu dan kini Arsen yang seperti ini.


"Beginilah Arsen jika kamu mencintai seseorang di luar batas yang ditentukan, melupakannya pun akan memerlukan kerelaan yang ekstra," kata Arcelo lalu keluar dari ruangan Arsen.


__ADS_2