Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Pertunangan Aaron.


__ADS_3

Pertunangan Aaron dan Airin segera di gelar, ibunda dan ayahanda Airin juga pulang rencananya ayah Airin akan cuti kerja selama seminggu.


Di kamarnya Airin melihat foto-foto Arsen.


"Arsen, besok akan bertunangan dengan Aaron," gumam Airin.


"Dulu pernah bermimpi saling memiliki namun nyatanya aku justru jadi jodoh teman kamu." Airin bermonolog dengan dirinya sendiri.


Tak terasa air mata Airin merembes keluar mengingat Arsen dengannya yang dulu pernah bermimpi untuk membina bahtera rumah tangga bersama.


"Sungguh aku tak bisa sampai kapan pun tak bisa mengganti dirimu sesungguhnya aku tak mampu, sulit untuk kubisa sangat sulit ku tak bisa memisahkan segala cinta dan benci yang kurasa Arsen, hiks hiks hiks." Airin lagi-lagi terisak.


Bunda yang ingin mengantar makanan pun mendengar semuanya. Bunda cukup paham dengan apa yang dirasakan Airin.


"Kalau memang kamu tidak setuju dengan pertunangan ini seharusnya kamu tidak menerima ini semua Airin," kata bunda.


"Aaron pria yang sangat baik bunda, dialah yang selalu ada buat Airin, dia sangat menyayangi Airin jadi sangat tidak tau balas budi jika Airin tidak menerima pertunangan ini," sahut Airin.


Airin memeluk bundanya.


"Tapi bagiamana dengan kamu sendiri?" tanya bunda.


"Anggap saja ini sebuah kompromi bunda atau sebuah balas budi atas kebaikan Aaron," jawab Airin.


Bunda tidak bisa berbuat apa-apa selain mendukung dan mendoakan anak semata wayangnya tersebut.


Di sisi lain Aaron sangat bahagia sehingga mama Putri dan Papa Daffa yang melihatnya turut bahagia juga.


"Anak kita bahagia sekali mas," kata Mama Putri.


"Iya," sahut papa Daffa.


Aaron terus saja memandangi foto Airin di ponselnya.

__ADS_1


"Satu keyakinan hatiku ini sayang, akulah yang terbaik untukmu," gumam Aaron.


Penantian dan kesabaran Aaron telah membuahkan hasil, kini wanita yang amat sangat dicintai dari dulu akan menjadi tunangannya yang sebentar lagi juga akan segera menjadi istrinya.


Berbeda dengan Aaron Arsen nampak galau di balkon kamarnya, entah mengapa dia sakit sekali saat tau kalau besok Airin dan Aaron akan bertunangan.


"Kenapa rasa tak rela, rasa cemburu dan rasa sakit selalu muncul, padahal jelas-jelas aku akan menikah dengan Amanda," kata Arsen lalu menenggak botol minuman yang dia bawa.


Di bawah nampak Arcelo datang untuk menanyakan berkas yang tadi dibawa Arsen.


"Arsen di kamarnya Arcelo," kata mama Arini.


Arcelo segera ke kamar Arsen dan langsung masuk saja.


"Arsen," panggil Arcelo.


Arsen yang pikirannya melayang jauh tentu tidak mendengar jikalau dirinya dipanggil Arcelo.


Mendapati Arsen yang tengah melamun di balkon membuat Arcelo menggelengkan kepala.


Arcelo menepuk bahu Arsen kemudian menjajarkan diri dengan Arsen.


"Memikirkan Airin yang akan bertunangan besok?" tanya Arcelo.


"Tidak," jawab Arsen.


Arcelo tertawa.


"Meskipun kamu tidak bilang aku cukup tau Arsen," sahut Arcelo.


"Sok tau," timpal Arsen.


"Bukannya sok tau, tapi memang kenyatannya seperti itu, kamu saja yang munafik," kata Arcelo.

__ADS_1


Arsen menatap Arcelo dengan lekat kemudian dia segera melemparkan pandangannya ke sembarang.


"Aku hanya memikirkan Amanda," elak Arsen.


"Teruslah mengelak sampai kamu tidak bisa mengelak lagi," kata Arcelo.


Tiba-tiba kepala Arsen sakit dan Arcelo segera membawa Arsen masuk.


Arcelo segera mengambilkan obat Arsen, saat Arcelo membuka obat milik Arsen dia nampak kaget, karena obat milik Arsen seperti vitamin miliknya.


"Aneh obat ini seperti vitamin aku, ah aku ngomong apa sih bisa jadi dokter yang memberikannya," batin Arcelo.


**********


Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, Airin datang ke rumah Aaron dengan orang tuanya, di sana juga sudah ada keluarga besar mama Putri dan papa Daffa, tak hanya keluarga besar orang tua Aaron, keluarga besar A4 juga datang.


Airin datang dengan memakai gaun simpel nan indah, dengan beberapa payet yang ditempel sempurna.


"Cantik sekali kamu sayang," puji Aaron.


Acara yang akan segera di mulai membuat Airin gugup sehingga dia pamit Aaron untuk ke kamar mandi.


Airin segera masuk dan pergi ke kamar mandi namun di jalan ada Arsen yang datang menghampiri Airin.


"Airin," panggil Arsen.


"Iya, ada apa?" tanya Airin.


"Entah mengapa aku sangat sedih, aku ingin kamu membatalkan pertunangan ini Airin," jawab Arsen.


Plak....


Sebuah pukulan mendarat sempurna di pipi Arsen.

__ADS_1


"Kamu pikir aku ini apa?


__ADS_2