Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Ayda mulai


__ADS_3

Laura yang memiliki hutang budi dengan Gabriel dengan senang hati menidurkan rudal Gabriel yang sudah berdiri tegak.


Entah apa yang dilakukan mereka hanya mereka yang tau.


***********


Aaron yang ada kerjaan meminta Arthur untuk mewakili dirinya ke kampus Yulia,


"Ada nggak tempat lagi selain kampus males banget aku ketemu orang-orangan sawah," protes Arthur.


"Ada," sahut Aaron.


"Mana?" tanya Arthur


"Kuburan," jawab Aaron.


"Lama-lama kamu menyebalkan seperti Arsen," gerutu Arthur.


"Sudah sana berangkat, nitip sayang ya untuk my beloved wife," kata Aaron dengan tertawa.


"Ogah," sahut Arthur dengan kesal.


Aaron tertawa renyah, dari dulu begitulah arthur.


Sesampainya di kampus Arthur langsung masuk menemui rektor, biasnya dia suka sekali tebar tebar pesona tapi kali ini tidak.


Entah apa yang dibicarakan, Pak rektor juga mengajak Arthur untuk meninjau lokasi di belakang kampus hingga jam pulang tiba.


Karena ujian telah usai, di kampus nggak ada jam jadi mahasiswa bebas menentukan pulang jam berapa.


"Baik pak, saya pamit dulu," kata Arthur.


Arthur bergegas ke mobil karena hujan lebat bajunya juga agak basah.


Saat keluar Arthur melihat Ayda yang tengah berdiri.


Ayda yang tidak membawa kendaraan sendiri memilih naik bis kota namun mungkin karena hujan lebat bis maupun angkot tidak ada yang lewat.


Arthur mengabaikan Ayda yang kedinginan dengan tubuh basah, dia langsung saja melajukan mobilnya tapi tak berselang lama Arthur mundur.


"Cepat naik," teriak Arthur.


Meski musuh tapi Ayda tidak memilki opsi lain daripada dirinya basah kuyup di jalan mending nebeng Arthur.


Ayda bertambah kedinginan saat dia masuk mobil, AC mobil Arthur sungguh dingin sekali sehingga Ayda menggigil.


"Kamu kenapa?" tanya Arthur.


"Dingin pak," jawab Ayda.


"Lagian udah tau hujan kenapa nekat pulang," kata Arthur.


"Tadi waktu keluar belum hujan pak, mau kembali ke kampus tidak mungkin jadi ya sudah berteduh di pos kecil itu, tau sendiri hujan angin meskipun berteduh tetap sama," sahut Ayda.


Arthur yang kasihan menepikan mobilnya, dia melepas jasnya yang agak basah kemudian menutupkannya di tubuh Ayda.


"Biar nggak kedinginan," kata Arthur.


Bola mata Ayda menatap Arthur dengan lekat tak disangka seorang Arthur bisa care juga.


"Jas nya harum banget lagi, pake parfum apa sih," batin Ayda dengan tersenyum.


Arthur yang melintas Ayda tersenyum juga ikut tersenyum.

__ADS_1


"Hujannya sangat lebat, kelihatannya badai juga bagaimana kalau kamu ikut aku ke kantor nanti setelah pulang baru aku antar ke rumah kamu," kata Arthur.


Ayda sungguh tak percaya, dia diajak Arthur ke kantor.


"Astaga aku rasanya ingin jingkrak-jingkrak," batin Ayda.


Arthur mengerutkan alisnya


"Tumben kamu hanya diam biasnya mengoceh tak jelas," kata Arthur.


"Sudah tobat pak," sahut Ayda.


"O gitu, bisa tobat juga ya," timpal Arthur.


"Bisa lah pak," ucap Ayda dengan malu.


Kini mobil Arthur sampai di kantor, Ayda yang pertama kalinya datang ke Anderson grup sangat takjub dengan megahnya kantor beberapa lantai tersebut.


"Pak megah sekali, beruntung ya yang bisa kerja di sini," puji Ayda.


"Iya, pemiliknya suami teman kamu sendiri," kata Arthur.


"Sungguh Yulia sangat beruntung memiliki suami seperti pak Aaron. Sudah ganteng, bule, bos pula," timpal Ayda.


"Kamu mau sama asistennya?" tanya Arthur.


"Maksudnya? pak Arthur," tanya Ayda balik.


"Ya mau lah pa....k," jawan Ayda keceplosan dengan semangat 45.


"Tapi boong," sahut Arthur yang membuat Ayda malu setengah mati.


Arthur tertawa dia sungguh puas bisa mempermainkan Ayda yang merupakan musuh bebuyutan.


Sesampainya di ruangan, Arthur mempersilahkan Ayda untuk masuk, dia meminta Ayda untuk menunggu di sofa.


"Tunggulah di sana," kata Arthur.


Ayda menuruti kata Arthur namun sebelumya dia meminta Arthur untuk berfoto dengan dirinya.


Ayda meng-upload fotonya bersama Arthur di GC miliknya.


Aku di kantor pak Arthur guys, caption dari foto Ayda.


Banyak yang pada iri dengan Ayda bahkan ada yang menelpon Ayda untuk memastikan.


Arthur menggelengkan kepala, heran dengan Ayda.


Lama menunggu akhirnya jam pulang datang juga, Arthur yang ada acara mendadak meminta Ayda untuk pulang sendiri.


"Ini uang untuk naik taksi," kata Arthur dengan memberi tiga lembar uang warna merah.


"Makasih Pak," ucap Ayda.


Semenjak hari itu Ayda terus saja memikirkan Arthur, dia yang beberapa hari tidak bertemu Arthur merasakan rindu.


"Aku ini kenapa sih," kata Ayda.


Yulia yang melihat Ayda galau pun bertanya.


"Kamu kenapa?" tanya Yulia.


"Kangen seseorang," jawab Ayda.

__ADS_1


"Siapa?" tanya Yulia.


"Asisten kamu," jawab Ayda.


"Maksudnya?" tanya Yulia yang merasa bingung dengan jawaban Ayda.


"Arthur," jawab Ayda.


Yulia tertawa tak disangka Ayda naksir Arthur padahal setaunya dulu Ayda dan Arthur musuh bebuyutan.


"Mangkanya jangan benci karena endingnya bisa cinta," kata Yulia.


"Ya sudah sana, nyatakan cinta kamu," imbuh Yulia.


"Mulu Yul," kata Ayda.


"Nggak usah malu, gaskan sekarang jamannya emansipasi wanita," kata Yulia.


"Jadi aku harus maju nih," ucap Ayda.


"Betul, ya sudah nanti kita ke kantor mas Aaron sama-sama," kata Yulia.


Ayda sungguh sangat senang akhirnya dia bisa bertemu dengan Arthur.


Di sisi lain keluarga Arcelo menyiapkan pernikahan resmi Arcelo dan Karin. Rencananya mereka akan melangsungkan pernikahan di pulau Dewata.


Mama Vani dan Nick teringat akan kenangan masa muda mereka dulu saat di pulau Bali.


"Kita dulu baru jadian saat prewed Airin dan Pak Sean," kata Mama Vani.


"Iya, kamu ingat nggak pak Sean menyewa pantai untuk acara panjat memanjat," sahut Papa Nick.


"Iya aku mengingatnya," ucap mama Vani.


Saat asik menyiapkan acara pernikahannya, Keira dan calon suaminya datang.


Inilah alasan kenapa Aaron berpindah haluan dari Keira ke Airin, Keira selalu menggantung cinta Aaron dan tiba-tiba Keira memutuskan untuk menerima pria lain.


Keira melakukan itu juga demi Aaron, dia tidak ingin Aaron mendapatkan wanita yang jauh lebih tua karena selisih usia Aaron dan Keira adalah tujuh tahun.


"Halo sayang," kata mama Vani memeluk Keira.


"Keira kangen," kata Keira.


"Arcelo kerja ya pa, ma," tanya Keira.


"Iya kerja," jawab mama Vani.


Keira tidak menyangka kalau adiknya menikah terlebih dahulu padahal yang tunangan lebih dulu adalah dirinya.


"Apa pernikahan kamu bareng Arcelo?" tanya papa Nick.


"Iya Keira kan hanya selisih sebulan saja," kata mama Vani.


"Ya nanti Keira bicarakan dulu dengan keluarga mas Reno pa," jawab Keira.


"Baiklah sayang," kata papa Nick.


Keira yang lelah mengajak Reno untuk istirahat, hal ini sering mereka lakukan dari dulu karena Reno adalah teman SMP Keira.


"Wajah Keira mirip sekali dengan Kinan," kata papa Nick.


"Iya," sahut mama Vani.

__ADS_1


__ADS_2