
flashback
"Mana calon istri kamu?" tanya Arthur.
"Di rumah, mau aku ajak kesini katanya tadi badannya sakit semua," jawab Arcelo.
"Ya sudah temani aku, kalian semua mau menikah meninggalkan aku seorang diri yang masih jomblo," kata Arthur.
"Mangkanya cari, kamu sih terlalu pemilih," sahut Arcelo.
"Siapa yang pemilih aku kan hanya cari mantu yang terbaik untuk mama dan papa," kata Arthur.
Arcelo hanya tertawa, memang begitulah Arthur sama seperti papa Shane.
Mereka minum dan bercerita banyak, Arcelo bercerita mengenai pernikahannya nanti, dia harap setelah ini Arthur segera mendapatkan jodoh terbaiknya.
"Amin, diantara anggota A4 kamulah yang mengerti aku," kata Arthur yang terbaru.
"Sudah cup cup." Arcelo membawa Arthur dalam pelukannya.
"Brengsek udah punya calon istri masih saja menggoda aku," umpat Arthur.
Dua pria yang tampannya bak artis Negri ginseng Lee min ho dan so Jong ki ini tertawa lepas hingga ada seseorang memanggil Arcelo.
"Arcelo...."
Arcelo dan Arthur menoleh dan betapa kagetnya Arcelo dan Arthur ternyata yang datang adalah sang mantan.
"Febri...."
Febri pun mendekat, dengan mata yang berkaca dia duduk di samping Arcelo.
Arthur yang tak ingin mengganggu Arcelo pamit keluar dengan alasan ingin mengecek laporan club dulu.
Selepas kepergian Arthur, Arcelo nampak membuang muka.
"Untuk apa kamu kesini?" tanya Arcelo.
"Maafkan aku Arcelo, aku ingin meminta maaf padamu," jawab Febri.
"Untuk apa? semua telah berakhir," kata Arcelo.
"Aku tahu tak seharusnya aku menyakiti kamu, aku terpaksa pergi Arcelo, orang tuaku telah menentukan Jodoh untukku," sahut Febri.
"Ya sudah pergilah, aku tidak ingin mengungkit masa lalu kita, tak ada cinta lagi," timpal Arcelo.
"Aku masih sangat sayang sama kamu Arcelo," kata Febri.
"Tapi aku tidak," ucap Arcelo.
"Tidak bisakah kita ulang?" tanya Febri.
"Nggak bisa, aku selalu menunggu kamu Febri, bertahun tahun kamu menggantung cinta aku, aku pergi ke tempat orang tua kamu tapi mereka bilang kamu akan segera menikah, kamu tau gimana sakitnya aku. Aku coba menghubungi kamu untuk klarifikasi namun selalu saja tidak kamu terima, dan kini maaf aku nggak mau dan nggak ingin mengulang lagi," jawab Arcelo.
Febri yang sangat merindukan Arcelo langsung saja memeluk Arcelo, laki-laki yang amat sangat dia cintai, laki-laki yang mengajarkan dia ciuman.
__ADS_1
"Andaikan kamu juga tau betapa tersiksanya aku," batin Febri.
Saat itu lah Karin datang dan membuka pintu.
flashback off
"Ada apa kamu bertanya seperti itu Karin?" tanya Airin.
"Tadi aku melihat Arcelo berpelukan dengan wanita," jawab Karin.
Airin tersenyum.
"Terkadang aku juga berpelukan dengan Arcelo begitu pula dengan kamu yang berpelukan dengan Arsen. Lebih baik tanya jangan menyimpulkan sendiri karena belum tentu yang kamu lihat itu seperti kenyatananya," ucap Airin.
"Iya kamu benar," timpal Karin.
Airin ingin menyampaikan perihal liburannya ke Kanada tapi urung mengingat Karin harus bekerja.
Keesokannya Airin sudah menyiapkan semuanya, dia bilang mama Arini kalau akan berlibur tapi dia tidak bilang kalau mau ke Kanada begitu mama Arini yang tidak ingin bertanya biar nanti kalau ditanya Arsen dia benar-benar tidak tau.
Mengingat hari ini adalah hari libur Airin mengundur keberangkatannya besok. Dia tidak ingin ambil resiko kalau memaksa berangkat hari ini.
"Kamu masih marah?" tanya Arsen.
"Luka itu nggak trus langsung sembuh, butuh proses, dari mengering sampai mengelupas. Begitu pula dengan luka hatiku," jawab Airin.
"Sayang, aku rindu sama kamu," kata Arsen.
"Aku nggak," sahut Airin.
"Bahkan aku ingin liburan tanpa kamu," lanjut di batin.
Aidin bersikeras untuk tidak bisa memaafkan Arsen berbeda dengan Karin yang pergi ke apartemen Arcelo untuk konfirmasi terkait kejadian semalam.
"Biasanya dia di apartemen kalau hari libur," batin Karin.
Setibanya di unit Arcelo Karin memencet bel dan betapa terkejutnya dia yang membukakan pintu adalah seorang wanita.
Seketika Karin pergi dengan hati yang kacau, dia langsung pergi tanpa bertanya siapa dan untuk apa di apartemen Arcelo.
"Fuuuuucccckkkkkk you Arcelo," umpat Karin.
Dengan menangis dia pulang, dia sudah tidak tau harus berbuat apa.
Setibanya di rumah Karin langsung masuk ke kamar tanpa menyapa Airin dan ini membuat Airin cemas pasalnya Karin menangis.
Airin langsung masuk kamar Karin dan kebetulan kamarnya tidak dikunci.
"Kamu kenapa?" tanya Airin.
"Wanita itu ada di apartemen Arcelo Airin," jawab Karin dengan hati yang sakit.
"Kamu udah konfirmasi?" tanya Airin.
Karin menggeleng dan ini membuat Airin menghela nafas.
__ADS_1
"Lagi-lagi kamu menyimpulkan sendiri Karin," batin Airin.
Di sisi lain Arcelo bertanya pada Febri siapa yang datang.
"Wanita bule," jawab Febri.
"Trus mana dia?" tanya Arcelo.
"Langsung pulang," jawab Febri.
"Astaga," kata Arcelo lalu dia mencari kunci mobilnya.
"Memangnya dia siapa?" tanya Febri.
"Calon istri aku," jawab Arcelo lalu pergi.
Arcelo nampak khawatir, dia takut kalau Karin salah paham dan memutuskan hubungan mereka.
Tak berselang lama Arcelo telah sampai di rumah Arsen, dan dia langsung saja masuk ke kamar Karin.
"Sayang," panggil Arcelo.
Karin menoleh dan meminta Arcelo untuk keluar namun Arcelo bersikeras untuk tetap di tempatnya.
"Kamu telah mengkhianati aku Arcelo," kata Karin.
"Tidak, kamu salah paham," kata Arcelo.
"Kemarin dia memeluk kamu, sekarang pagi sekali dia berada di apartemen kamu, jangan-jangan kalian telah tidur bersama," sahut Karin.
"Please jangan berpikiran seperti itu, aku tidak mengkhianati kamu sayang," ucap Arcelo.
Arcelo menjelaskan pada Karin kalau dirinya dan Febri tidak ada hubungan apa-apa bahkan Arcelo berani bersumpah di depan Karin.
Perlahan Karin mulai tenang dan mau mendengar kata-kata Arcelo.
"Hanya kamu yang aku cintai sayang, dulu memang dia yang menjadi ratu aku tapi saat itu kamulah yang ada di hati aku," bujuk Arcelo.
Seperti yang lainnya penyelesaian bila bertengkar adalah ranjang tapi berhubung Arcelo dan Karin belum menikah jadi mereka melakukan hot DP.
Mereka membuat baju atas masing-masing.
"Ah Arcelo nikmat sekali bibir kamu," deeeeesssssah Karin saat bibir Arcelo menghisap pucuk dadanya yang indah.
"Jangan keras-keras takut kedengaran orang," bisik Arcelo.
Arcelo dan Karin menikmati DP panas mereka bahkan tangan Arcelo berani menyusup masuk dalam celana Karin.
"Basah sayang," kata Arcelo.
"Kita bayar kontan yuk sayang," pinta Karin.
"Jangan aku masih takut, aku pakai jari saja ya," kata Arcelo.
Karin yang sudah berhasrat pun membiarkan Arcelo menggunakan jarinya, dia juga ingin mengeksplorasi bagian sensitif calon istrinya dengan jari.
__ADS_1
Naas bagi Arcelo dan Karin, mama Arini langsung masuk saja ke kamar yang tidak di kunci Arcelo.
"Arcelo! Karin!" teriak mama Arini.