Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Dikerjai


__ADS_3

"Nggak usah goda deh mas," sahut Yulia.


"Ya sudah apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Aaron.


"Kenapa mas Aaron tadi bilang kalau belum menikah?" tanya Yulia.


Aaron tertawa mendengar pertanyaan sang istri.


"Kenapa? marah? nggak terima?" Aaron memberondong Yulia dengan banyak pertanyaan.


"Nggak ngapin marah lagian juga percuma kalau marah," sahut Yulia lalu dia menyudahi sesi tanya jawab dengan Aaron.


Yulia pamit Bu Lia untuk keluar untuk ke toilet.


Di toilet Yulia membasuh mukanya, dia sungguh sakit dengan sikap Aaron tapi ya kembali lagi memang Aaron tidak mencintainya.


"Sudahlah," kata Yulia lalu keluar.


Pihak kampus mengobrol sebentar dengan A4 karena antusias Mahasiswa/Mahasiswi sungguh besar mereka meminta A4 untuk mengisi seminar di kampusnya setiap tiga bulan sekali.


A4 yang sibuk menolak keinginan dari pihak kampus, sesekali bisa tapi kalau rutin setiap tiga bulan mereka tidak bisa.


A4 bertanya pada pihak kampus terkait program beasiswa namun B.C university menghapuskan program beasiswa dengan beberapa alasan.


"Begini saja pak Rektor, tahun ajaran baru buka saja program beasiswa untuk anak kurang mampu yang benar berpotensi. Kita harus mengapresiasi mereka supaya mereka bisa bersekolah tinggi dan menggapai cita-cita mereka," kata Aaron.


"Iya tapi komite kampus telah menghapuskan dana untuk itu pak," timpal pak Rektor.


"Ya sudah biar Bryan Grup menjadi penyumbang rutin setiap tahun untuk program beasiswa tersebut," ucap Arsen.


"Anderson Grup juga," timpal Aaron.


"Kami juga," sahut Arcelo dan arthur.


Pak Rektor nampak senang, dia juga menyantumkan nama A4 masuk dalam bagian B.C university.


Setelah selesai berbincang-bincang A4 pamit untuk kembali ke kantor, dan lagi-lagi mereka menjadi sorotan penghuni kampus apalagi Arsen yang memakai kacamata hitam, Aaron yang dengan gaya khasnya memasukkan tangan ke dalam saku celana, sedangkan Arcelo dan Arthur tebar-tebar pesona.


Sungguh A4 membuat kaum hawa di B.C university klepek-klepek.


Kaum Adam di kampus seakan tidak ada apa-apanya.


Saat akan naik mobil Aaron melihat Yulia bercanda tawa dengan seorang lelaki.


"Siapa dia," batin Aaron dengan mengerutkan alisnya.


Aaron tampak terganggu dengan lelaki yang bersama Yulia, apa itu tandanya Aaron mulai ada rasa? entahlah.


***********


"Sudahlah mas Eril, kita sudah selesai kenapa sih mas Eril masih saja berharap pada Yulia," kata Yulia.


"Hanya tak mudah bagiku lupakan kamu dan pergi menjauh Yulia," sahut Eril.

__ADS_1


"Bukankah mas Eril yang lebih memilih karir mas Eril daripada Yulia kenapa sekarang mas Eril bilang kalau tidak bisa menjauh," timpal Yulia.


"Aku menyesal Yulia," ucap Eril.


Yulia langsung saja pergi, dia sungguh sakit hati pada Eril saat itu.


Eril adalah anak rektor kampus, dulu Eril dan Yulia berpacaran sudah tiga tahun namun saat Eril lulus S2, Eril lebih memilih kerja di Swiss dan meninggalkan Yulia yang saat itu masih semester tujuh padahal Yulia dan Eril sepakat menikah setelah Yulia lulus.


Siang ini Yulia pulang dengan perasaan yang campur-campur, galau karena Aaron dan juga Eril masa lalunya.


"Bude pakde mau pulang?" tanya Yulia.


"Iya Yul, maaf ya menginap lebih lama dari ketentuan," kata Bude.


"Astaga bude, seperti apa saja," sahut Yulia.


"Salam ya buat Aaron." Pakde titip salam.


"Siap pakde.


Selepas kepulangan pakde bude, Yulia pergi ke kamar Aaron untuk istirahat, Yulia sengaja belum kembali ke kamarnya karena malas.


Tanpa sengaja Yulia menemukan sebuah foto-foto Airin, Yulia juga menemukan cincin yang tidak jadi diberikan saat pernikahan waktu itu.


"Bukannya ini foto suami mas Arsen?" gumam Yulia.


Yulia menatap cincin nikah Aaron dan Airin waktu itu nampak ada inisial huruf A&A yang artinya Aaron Airin.


Yulia tersenyum ketir, apa ini alasan Aaron tidak bisa mencintainya?


Yulia memutuskan untuk menjauhi Aaron, toh setelah setahun mereka bisa pisah.


Sore itu Aaron pulang dengan cepat, dia mencari keberadaan Yulia namun kamarnya sudah bersih dari barang-barang Yulia, Aaron beranggapan kalau Yulia menjalin hubungan dengan lelaki yang dia lihat di kampus.


Aaron dan Yulia sama-sama diam hingga suatu ketika mereka bertemu di pagi hari.


Yulia yang tidak tahan menurunkan egonya dan bertanya pada Aaron.


"Kamu nggak ke kantor?" tanya Yulia.


"Nggak," jawab Aaron.


"Kenapa?" tanya Yulia lagi.


"Tanggal merah," jawab Aaron.


Yulia menyipitkan matanya, dia lupa kalau tanggal merah.


"Oh ya nanti disuruh mama untuk datang ke rumah," kata Aaron.


"Aku nggak mau, mending kita jujur saja pada mama, setahun terlalu lama untuk berpura-pura seperti ini," pinta Yulia.


"Apa maksud kamu, bukan kah kita sudah sepakat," kata Aaron dengan kesal.

__ADS_1


"Aku nggak bisa mas, aku tersiksa," sahut Yulia.


"Besok aku akan pulang," sambung Yulia.


"Nggak, aku nggak setuju," kata Aaron.


"Egois kamu mas, kamu hanya memikirkan diri kamu sendiri tapi tidak mikir perasaan aku," ucap Yulia lalu masuk ke kamar.


Aaron mengusap rambutnya kasar lalu dia meminta maaf pada Yulia.


"Baiklah," kata Yulia.


Mau ga mau Yulia ikut Aaron pulang ke rumah mama dan papanya lagi-lagi mereka berdua akting sebagai pasangan terbesar sedunia.


Mama putri yang ada kerjaan dengan papa Daffa memutuskan untuk pergi namun sebelumnya mama putri memberikan sebuah baju tidur kurang bahan pada Yulia.


"Kalau tidur pakai baju ini, baju seperti ini sangat disarankan untuk pasangan pengantin baru seperti kalian," pesan mama.


Aaron pamit pada Yulia untuk keluar sebentar, biasa untuk nongkrong dengan teman-temannya.


Arthur dan Arcelo yang beberapa hari melihat Aaron galau memutuskan untuk mengerjai temannya, mereka berdua sungguh heran karena sampai sekarang Aaron belum membuka segel.


"Obatnya dosis tinggi kan?" tanya Arcelo.


"Iya, dijamin tok cer," jawab Arthur.


Arthur mengobrol dengan Arcelo dan Arthur, mereka membahas soal bantuan untuk kampus Yulia.


Arcelo mengedipkan mata supaya Arthur menyuguhkan minuman yang sudah dicampur dengan obat.


"Minum ini Aaron," kata Arcelo.


Tanpa ada curiga Aaron meminum dan beberapa saat kemudian Aaron merasakan panas.


"Aku kenapa?" batin Aaron.


Arcelo dan Arthur saling pandang dan tersenyum licik.


"Kurang enak badan?" tanya Arthur.


"Lebih baik kamu pulang," saran Arcelo.


"Ya sudah aku pulang dulu," kata Aaron yang memutuskan untuk pulang.


Aaron merasa tubuhnya memanas bahkan bagian bawahnya menegang.


"Brengsek kalian, apa yang kalian campur ke minuman aku," umpat Aaron.


Aaron melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan dan sebentar saja dia sudah sampai di rumah.


Aaron meminum banyak air putih supaya baikan namun panas tubuhnya semakin bergejolak.


Aaron masuk ke dalam kamarnya untuk berendam dan saat masuk kamar dia melihat Yulia yang memakai baju kurang bahan.

__ADS_1


Mata Aaron menatap Yulia yang berpakaian kurang bahan dengan menelan ludah.


"Apa aku makan saja daging mentah ini?"


__ADS_2