
Seminggu sudah Gabriel tidak bertemu Airin, bukannya lupa namun rasa di dadanya semakin menyiksa Gabriel.
Kerinduan yang mendalam terbitkan hasrat Gabriel untuk semakin memiliki Airin.
"Dimana aku harus menemuinya?" Gabriel bermonolog dengan dirinya sendiri.
Hati Gabriel benar-benar dirundung kegalauan yang tak menentu, apakah ini karma atas sikapnya selama ini? yang suka celup celup nggak jelas? sehingga Tuhan memberikan cinta yang tak tau siapa orang yang dicintai.
Untuk bertemu pun harus menunggu momen kebetulan.
"Apa perlu saya carikan wanita?" tanya Radit yang merupakan asisten Gabriel.
"Boleh," jawab Gabriel.
Radit segera pergi untuk membooking wanita untuk Gabriel, setelah mendapatkan wanita yang dikira cocok untuk Gabriel, Radit menyuruhnya untuk menunggu di hotel yang sudah dipesan oleh Radit.
"Pak, wanitanya sudah siap di hotel. Mari kita kesana," kata Radit memberikan laporannya.
Gabriel berdiri lalu berjalan mendahului Radit. Gabriel berharap dengan tidur dengan wanita dia bisa sedikit melupakan bayang-bayang Airin.
Setibanya di kamar hotel yang ditentukan, Gabriel masuk dan membuang jas miliknya. Nampak wanita cantik yang hanya menggunakan lingerie merah.
Seperti kupu-kupu malam pada umumnya, gadis tersebut mendekati Gabriel lalu menggodanya.
"Anda tampan sekali Tuan," kata wanita tersebut.
"Jangan menggodaku, tidurlah," sahut Gabriel dengan sedikit mendorong wanita cantik tersebut.
"Anda mau minum?" tanyanya lagi.
Gabriel melihat minuman yang ada di meja, lalu dia mengangguk.
Wanita tersebut menuangkan minuman untuk Gabriel dan menggiring Gabriel ke tempat tidur.
"Kita melakukannya sekarang apa santai dulu," kata wanita tersebut.
"Sekranga saja setelah satu kali main kamu boleh pergi," pungkas Gabriel.
Aturan mainnya memang seperti itu, biasanya memang Gabriel hanya menuntaskan hasratnya setelah itu dia meminta si wanita untuk pergi.
"Baiklah," ucap wanita tersebut.
Dalam bercinta dengan kupu-kupu malam, Gabriel sekalipun tidak ingin dicium, dia enggan untuk mencium bibir yang sudah bekas banyak orang.
"Ngangkang lah," titah Gabriel setelah dia melucuti semua pakaiannya.
Tanpa foreplay dia langsung menusuk si wanita sehingga wanita memekik kesakitan, apalagi rudal yang lumayan jumbo membuat wanita meringis kesakitan karena bibir bawahnya belum mengeluarkan cairan pelicin.
Lama menyodok wanita malam tersebut Gabriel pun mencapai puncaknya.
Dia langsung mencabut rudal miliknya dan melepas pengaman yang sebelumya dia pake.
"Pergilah," kata Gabriel meminta wanita tersebut pergi.
Setelah menyodok kupu-kupu malam Gabriel nampak lelah namun bayangan akan Airin datang kembali dan ini membuat Gabriel frustasi.
"Airin," katanya dengan mengusap rambutnya yang kasar.
Gabriel memang sengaja tidak ingin melibatkan asistennya, bukan karena sebab dia melakukan itu, Gabriel cukup malu pada Radit karena dulu dia sumbar dan mengatakan kalau dirinya tidak akan jatuh cinta pada wanita.
Keesokannya Gabriel datang ke kantor Arsen, kali ini dia berharap bisa bertemu dengan Airin namun bukannya Aidin dia malah bertemu dengan A4 di ruangan Arsen.
__ADS_1
"Kenapa bro?" tanya Arcelo yang melihat Gabriel menekuk wajahnya.
"Biasa, fall ini love dengan wanita yang dia sendiri nggak tau siapa wanita tersebut," jawab Arsen dengan tertawa.
"Astaaga sang Casanova bisa juga jatuh cinta, jadi penasaran dengan siapa yang kamu cintai," timpal Arthur.
"Yang pasti dia adalah wanita," sahut Aaron.
Semua tertawa meledek Gabriel, dan di sini lah letak kesalahannya, sungguh apes bertemu A4.
"Sial menyesal aku datang kesini," kata Gabriel dengan kesal.
Gabriel lalu memutuskan untuk pergi sebelum A4 semakin meledeknya lebih jauh apalagi mulut Arthur yang pedes sepedas ghost pepper.
***********
Keesokannya Arthur diminta Aaron untuk ikut ke kampus karena takut kalau Yulia cemburu seperti kemarin-kemarin.
Saat mereka turun dari mobil nampak semua kaum hawa menatap mereka bahkan ada juga yang mendatangi mereka untuk selfie.
"Seperti artis kita," kata Arthur.
"Artis ibu kita," sahut Aaron dengan tertawa.
Tak jauh dari sana nampak Yulia dan Ayda memandangi Aaron dan Arthur.
"Lihat Yul laki kamu tebar tebar pesona," kata Ayda.
"Wajarlah orang ganteng," sahut Yulia santai meski hatinya sangat kesal.
"Idih Yul lihatlah laki kamu dipeluk-peluk, kamu tuh sabar banget jadi istri, mending kamu minta Aaron untuk ngumumin hubungan kalian daripada dia selalu dihinggapi lebah betina seperti ini." Ayda memprovokasi Yulia.
Yulia nampak berpikir, benar juga kata Ayda untuk apa lagi disembunyikan toh Aaron sudah ketagihan kue kerucut dan udang rambutan miliknya.
Yulia yang kesal memutuskan pergi.
"Yul," teriak Ayda lalu berlari mengejar Yulia.
"Bini kamu marah tuh, pasti jatah malam ini ditangguhkan," bisik Arthur.
Aaron hanya tertawa, kini dia memiliki ajian pamungkas untuk melelehkan Yulia.
Maya yang tau kedatangan Aaron dan Arthur menghalau wanita-wanita yang mengerubungi mereka.
"Maaf pak Aaron dan pak Arthur," kata Maya.
Kini mereka semau pergi ke kantor untuk membahas apa yang perlu dibahas.
Yulia yang kesal pergi ke kantin untuk memesan minuman dan makanan, kali ini dia memesan mie iblis level 5 dan es teh.
"Busyet, nanti perut kamu sakit Lo," kata Ayda.
"Nggak," sahut Yulia ketus.
"Ya udah kalau nggak bisa diingetin," gerutu Ayda.
Yulia makan mie iblis dengan enak seolah dia tidak kepedasan sama sekali.
Ayda yang melihat hanya bisa menggelengkan kepala.
Sesudah makan nampak Yulia memegangi perutnya, dia nampak kesakitan.
__ADS_1
"Tuh kan sakit, ngeyel sih kalau dibilangin. Pesan lagi ya yang level seratus biar alamat sekalian," omel Ayda yang kesal dengan sahabatnya tersebut.
"Sakit ay," kata Yulia.
Ayda segera membawa Yulia ke UKK untuk mendapatkan obat, setelah itu dia mencari Aaron di kantor.
"Permisi," kata Ayda langsung nyelonong di kantor.
Semua mata menatapnya, Maya sungguh kesal dengan Ayda yang mengganggu.
"Maaf, Yulia kesakitan di UKK sekarang," lapor Ayda.
"Yulia sakit kenapa kamu lapor ke kita," omel Ayda.
Aaron segera bergegas ke UKK sedangkan Ayda dan Arthur di belakang Aaron.
Maya semakin kesal, heran kenapa Aaron begitu perhatian pada Yulia.
Setibanya di UKK Aaron segera mendekati Yulia yang kesakitan.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Yulia.
"Sakit mas," jawab Yulia dengan keringat sebesar biji jagung.
Tak kuat menahan sakitnya Yulia pun pingsan dan segera Aaron menggendong Yulia, untuk waktunya pelajaran jadi nggak ada yang begitu memperhatikan Aaron dan Yulia.
"Hey orangan sawah, kepada Yulia bisa sakit?" tanya Arthur.
"Makan pedas pak...Lampir," jawab Ayda.
"Beraninya kamu memanggil aku dengan panggilan pak lampir," omel Arthur.
"La tuh tadi kenapa manggil saya orangan sawah," sahut Ayda.
"Ya cocok buat kamu," timpal Arthur dengan tertawa.
"Hay pak Arthur, saya itu cantiknya gak ada duanya, body aduhai kenapa seenaknya bilang saya orangan sawah," kata Ayda tak terima.
Arthur berekspresi ingin muntah.
"Cantik apaan, wajah minus dan body ga karu-karuan kok PD sekali," kata Arthur.
Setibanya di parkiran Aaron meminta Arthur untuk membukakan pintu dan segera membawa Yulia ke rumah sakit.
************
Mau promoin novel teman kak, sambil nunggu A4 up bisa nih mampir.
Makasih ya kak 😘😘😘😘😘
DUDA VS ANAK PERAWAN
(Santi Suki)
Yusuf, Duda muda dan keren yang beranak satu. Karena kebaikan akhlaknya banyak disukai oleh kaum hawa.
Zulaikha, anak perawan yang masih berseragam OSIS. Bilqis, mahasiswi magang di tempat anaknya sekolah. Sarah, CEO muda yang merupakan atasannya di kantor.
Yusuf, harus membesarkan Asiah seorang diri. Anak gadis kecil yang aktif dengan rasa ingin tahu yang kuat. Kecerdasan dan gaya bicaranya sering membuat orang-orang dibuat mati kutu.
Bagaimana kisah Yusuf dalam membesarkan Asiah. Anak perawan mana yang akan mendapatkan hati Yusuf?
__ADS_1