Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Biarkan saja menempel


__ADS_3

"Maafkan aku Arsen, bukannya aku nggak mau kamu pulih tapi aku takut kehilangan kamu," ucap Amanda.


Amanda meletakkan bubur yang dia bawa di atas nakas. Dia juga membangunkan Arsen dengan menepuk bahu Arsen.


"Arsen bangun," kata Amanda.


Perlahan Arsen membuka matanya dan di depannya nampak Amanda yang tersenyum manis.


"Pagi my queen," kata Arsen.


Setelah mengucapakan kata my queen kepala Arsen terasa sakit.


Tiba-tiba serpihan ingatannya muncul nampak wanita dengan wajah samar memanggilnya.


"Amanda obat aku," pinta Arsen.


Amanda tidak memberikan obat Arsen tapi dia memberi Arsen obat penghilang nyeri yang dia belikan kemarin.


"Ini Arsen minum dulu," kata Amanda.


"Kok cuma satu jenis, kan ada empat jenis obat," protes Arsen.


"Obat lainnya diminum sesudah makan kan ini kamu belum makan," kata Amanda.


Arsen yang jatuh cinta pada Amanda tentu percaya percaya saja dengan kekasihnya.


"Ya sudah kamu sarapan dulu ya, aku suapin," kata Amanda dengan membuka bubur yang dia bawa.


"Hemmmm baunya enak sekali," ucap Arsen.


Amanda menyuapi Arsen dengan telaten, sebenarnya Amanda adalah gadis yang baik, dia sangat menyayangi Arsen dengan segenap hatinya tapi ketakutan akan kehilangan membuat dia melakukan keegoisan yang mungkin berdampak buruk pada Arsen.


Setelah bubur Arsen habis Amanda pamit untuk ketemu klien, dia janji setelah urusannya selesai dia akan datang lagi.


"Janji ya, awas kalau bohong," ancam Arsen.


"Iya iya, janji," sahut Amanda.


Amanda dan Arsen turun ke bawah tak lupa Amanda pamit pada orang tua Arsen.


"Tante Om, saya pamit dulu," pamit Amanda.


"Iya, hati-hati. Makasih sudah datang," kata mama Arini.

__ADS_1


"Jangan lupa setelah urusannya selesai kemari lagi. Aku masih sangat rindu padamu," ucap Arsen.


"Iya iya," sahut Amanda dengan tersenyum.


Melihat kemanjaan Arsen ke Amanda membuat mama Arini dan papa Sean tidak bisa berbuat apa-apa. Bagi mereka kebahagiaan Arsen adalah yang terpenting dan jika Arsen menyesal biarlah menjadi urusan Arsen yang penting mereka sudah mengingatkan.


Amanda datang ke sebuah apotik untuk mencari obat yang sama dengan obat Arsen. Dia ingin menukar ke empat jenis obat Arsen dengan obat penghilang nyeri, vitamin, obat penambah nafsu makan dan juga anti biotik. Memang semua obat itu tidak berbahaya mungkin malah bagus untuk kesehatan Arsen tapi kepala Arsen juga harus diobati, jika tidak tentu berakibat fatal.


Amanda menunjukkan foto obat obatan Arsen kepada Apoteker. Dia ingin obat yang dia pesan memiliki bentuk dan warna yang sama.


Untung saja request Amanda terpenuhi.


Seusai membeli obat Amanda pulang, dia berbicara pada orang tuannya kalau dia ingin cepat menikah.


Awalnya orang tua Amanda keberatan jika Amanda ingin cepat-cepat menikah karena mereka juga baru beberapa kali ketemu Arsen.


"Masa penjajakan kamu kurang lama," kata Mama Amanda.


"Daripada Amanda dan Arsen khilaf pa, ma. Kami ini sudah dewasa, umur kamu sudah matang kalau penjajakan terlalu lama takute kalau kamu terus melakukan hal hal yang messssuuuum," bujuk Amanda.


Mama dan papa Amanda tidak bisa menolak keinginan Amanda untuk segera menikah toh dia juga kenal dengan keluarga Kyle Bryan. Apalagi track record Sean di mata dunia bisnis sangat membanggakan.


"Baiklah suruh Arsen melamar kamu setelah itu kita buat tanggal pernikahannya," kata papa Amanda.


Amanda yang sudah janji akan datang kembali ke rumah Arsen pun segera pergi kesana.


*********


"Arsen sayang," panggil Amanda dengan memeluk Arsen dari belakang.


Arsen yang senang segera membalikkan badannya dan membalas pelukan Amanda.


"Sudah selesai urusannya?" tanya Arsen.


"Sudah dong," jawab Amanda.


Amanda dan Arsen pun saling berpelukan dan bercanda.


"Maafkan aku Tuhan jika aku egois, aku hanya ingin dia menjadi milik aku," batin Amanda.


Arsen yang ingin buang air kecil pamit untuk ke kamar mandi dan inilah kesempatan Amanda untuk menukar obat milik Arsen.


"Maafkan aku Arsen, Om Sean dan Tante Arini," gumam Amanda.

__ADS_1


Di sisi lain Airin dan Aaron pergi ke pasar untuk membeli ikan karena rencananya malam ini mereka akan bakar-bakar ikan sebelum kembali ke ibukota.


"Airin bau selain di sini," protes Aaron.


"Ya iyalah namanya juga pasar ikan," sahut Airin.


Airin membeli banyak ikan, selain ikan dia juga membeli kepiting, cumi, lobster dan banyak lagi.


"Kamu mau jualan beli sebanyak ini," kata Aaron.


"Nggak sih cuma aku ingat aja Aaron kehidupan kami yang pas pasan, kalau lagi pengen makan ikan kami belinya hanya tiga ikan, tiga ikan kami makan sampai sehari," ucap Airin dengan sedih.


"Astaga Airin," timpal Aaron.


"Saat Bunda dan ayah punya kantin di B.A university, kami lagi-lagi harus ngirit karena biaya sekolah aku yang tinggi hingga ayah memutuskan untuk mencair pekerjaan di luar pulau," ungkap Airin.


"La untuk itu aku ingin ayah dan Bunda makan ikan sepuasnya," imbuh Airin.


"Airin memangnya berapa hutang orang tua kamu?" tanya Aaron.


Airin menatap Aaron, dia bisa menduga kalau Aaron akan membayar hutang orang tuanya.


"Nggak tau," jawab Airin lalu ngibrit duluan namun naas dia malah terpeleset dan sandalnya lepas.


"Aarrrgggg brengsek. Sandalku lepas lagi," umpat Airin.


"Ya itulah kalau ditanya pura-pura gak tau," sahut Aaron lalu menolong Airin.


Karena Sandal Airin yang lepas Aaron pun inisiatif menggendong Airin. Kemudian Aaron jongkok di depan Airin.


"Ayo naik," titah Aaron.


"Eh eh nggak usah, aku masih bisa berjalan tanpa alas kaki alias nyeker," sahut Airin lalu ngibrit lagi.


"Airin, jangan buat aku mengulang kata-kataku atau kamu tau sendiri akibatnya," ancam Aaron dengan sedikit berteriak.


Airin menghela nafas, sejak kapan Aaron suka mengancamnya.


"Baiklah," ucap Airin dengan membalikan badan.


perlahan dia naik ke punggung Arsen.


Airin sungguh tidak nyaman saat bagian dadanya menempel di punggung Arsen.

__ADS_1


Aaron yang tau tersenyum.


"Sudah biarkan menempel anggap saja latihan," goda Aaron yang membuat Airin malu.


__ADS_2