Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Akibat nggak nurut ma suami


__ADS_3

"Yul, aku peringatkan kamu jangan deketin pak Aaron atau kamu tau sendiri akibatnya," ancam Maya.


Ayda yang nggak terima langsung berdiri namun secepat kilat Yulia memegangi tangan Ayda.


"Jangan Ay," bisik Yulia.


"Tapi dia...." belum selesai bicara Yulia menatapnya dengan menggelengkan kepala.


Yulia memundurkan Ayda lalu kini dia yang maju.


"Aku nggak mendekati pak Aaron tapi pak Aaron sendiri yang mau dekat-dekat dengan aku," kata Yulia yang membuat Maya kesal.


Eril yang tak sengaja lewat melihat Yulia dan Maya adu mulut.


"Ada apa ini?" tanya Eril.


"Ini ni bilangin ma pacar kamu ini jangan menggoda gebetan aku," jawab Maya.


Eril menatap Yulia kemudian bertanya.


"Apa benar kamu menggoda gebetannya?" tanya Eril.


"Bukan urusan kamu mas, lagian untuk apa aku menggoda gebetannya seperti nggak laku saja," jawab Yulia.


"Yul jangan nyindir aku," bisik Ayda.


"Santai Ay," sahut Yulia.


Mendengar kata-kata Yulia membuat Maya kesal dan marah.


"Kamu tuh ngeselin banget sih Yul," ucap Maya sambil mengangkat tangannya namun secepat kilat Eril memegangi tangan Maya.


"Berani menyakiti Yulia urusan kamu jadi ma aku," kata Eril.


Tak ingin berdebat lebih lama Yulia mengajak Ayda untuk pergi hal ini justru membuat Ayda kesal kenapa sih Yulia nggak jujur saja kalau Aaron adalah kekasihnya.


"Aku ingin mas Aaron sendiri yang bilang ke semua orang kalau akulah istrinya," ucap Yulia.


"Terserah kamu lah," sahut Ayda dengan memijat pelipisnya


Hari ini adalah hari dimana jadwal kunjungan Aaron lagi-lagi Maya menyambut Aaron dan ini membuat Yulia kesal.


"Kesal ya, sana samperin, sobek sobek tu Maya." Ayda mengompori Yulia.


"Biarlah," ucap Yulia dengan tersenyum meski hatinya bergejolak dipenuhi rasa cemburu.


Maya menjelaskan banyak hal pada Aaron, dia pun menambahkan sesuatu yang tidak perlu dijelaskan agar waktunya lama bersama Aaron.


Aaron yang mulai bosan mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Yulia.


"Dimana?" (Aaron)


"Di kelas," (Yulia)


"Ketemu di kantin Yuk," (Aaron)


"Tu si putu Mayang gimana?" (Yulia)


"Bairin lah, emangnya dia siapa aku," (Aaron)


"Ya sudah ayo, mumpung sepi," (Yulia).


Yulia bergegas menemui Aaron lagipula dosen tidak bisa masuk karena ada halangan, tugasnya nanti bisa dikerjakan di rumah.


Kantin nampak sepi, Yulia memesan dua minuman dan kentang goreng.

__ADS_1


Aaron tak kunjung datang bahkan pesan Yulia juga tidak dibalas.


"Kamu ngprank aku mas," kata Yulia dengan kesal.


Minuman Yulia sudah habis namun Aaron masih belum datang lalu Yulia memutuskan untuk pergi saja.


"Kalau lucu prank kamu." Yulia mengirimkan pesan pada Aaron.


Saat berjalan ke koridor nampak Aaron menuju arah kantin namun dibelakangnya ada Maya yang berlari mengikuti Aaron.


"Pak Aaron tunggu," teriak Maya.


Namun naas Maya terpeleset untung Aaron menangkapnya.


Kini pandangan mereka bertemu seperti yang di tv tv, dan Yulia yang kebetulan lewat pun berdehem.


"Hem Hem,"


Aaron segera melepas tangannya dan Maya jatuh beneran.


Bisa dibilang tadi slow motion yang gagal.


"Yulia," kata Aaron.


Yulia pergi begitu saja dengan kesal, Aaron yang bingung memutuskan menolong Maya terlebih dahulu daripada mengejar Yulia.


Dan saat ingin mengejar Yulia ponselnya berbunyi.


Arthur menelpon karena ditunggu klien dari negara Jiran.


"Aaaa Shhiiiiit," umpat Aaron.


Dengan langkah cepat, Aaron menuju parkiran dan kembali ke kantor.


Sepanjang perjalanan dia menghubungi Yulia namun panggilan Aaron direject.


Yulia kembali ke kelas dengan wajah yang cemberut.


"Kenapa tuh wajah?" tanya Ayda.


"Kena prank," jawab Yulia.


Ayda terbawa ngakak heran pada temannya kenapa kena prank.


"Mas Aaron ngajakin ketemuan di kantin eh malah gak datang terus dia peluk-peluk si Maya," jelas Yulia.


"Wah wah, gak beres nih," kata Ayda yang semakin membuat Yulia kesal.


Tak berselang lama datanglah Maya.


"Sudah tau kan kalau Pak Aaron itu lebih memilih aku dairpada kamu jadi sudah ya jangan mimpi ketinggian," kata Maya.


Yulia yang nggak ingin ribut mengajak Ayda keluar kelas.


"Kita pulang aja Ay, nanti sore aku ada kerjaan aku mau istirahat," kata Yulia yang sudah nggak mood untuk melanjutkan jam kuliah.


"Nanti aku kamu ajak kan?" tanya Ayda.


"Ya iyalah, kamu kan asisten aku. Mau uang nggak?" jawab dan tanya Yulia.


"Mau dong sayang," jawab Ayda.


"Sayang sayang, awas Lo kalau ada orang jangan panggil sayang dikiranya kita jeruk makan jeruk," sahut Yulia.


Tepat jam tiga Aaron telah menyelesaikan pekerjaannya, dia sengaja untuk menyelesaikan semuanya supaya bisa cepat pulang.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?" tanya Aaron.


"Kerja lah," jawab Yulia ketus.


"Iya tapi kemana?" tanya Yulia.


"Luar kota," jawab Yulia.


"Aku antar ya," kata Aaron.


"Nggak perlu, aku bisa nyetir sendiri, sana urusin si Maya," sahut Yulia bersungut.


"Kamu cemburu ya," goda Aaron.


"Ngapain cemburu," timpal Yulia.


Yulia mengambil tas dan sepatunya dan bersiap untuk berangkat.


"Tunggu, nih pake mobil aku. Mobil kamu sudah tidak layak pake," kata Aaron dengan menyodorkan kunci mobilnya.


"Aku tau mobil aku jauh lebih jelek dari mobil mas Aaron tapi mobil itu masih layak pake, itu mobil perjuangan aku jadi simpan kunci mobil mas Aaron, bye," sahut Yulia.


"Sudah nggak nurut suami ya, lihat aja," teriak Aaron yang tidak digubris Yulia.


Dengan penuh kekesalan Yulia pergi ke rumah Ayda untuk menjemputnya. Setelah itu mereka pergi ke luar kota.


Setibanya di jalan tol Yulia mencari tasnya namun tasnya nggak ada.


"Mati aku Ay, tasku dimana?" kata Yulia.


"Mana aku tahu Yul," sahut Ayda.


Tin


Tin


Suara klakson mobil dibelakang.


"Gimana nih ay?" tanya Yulia.


"Pinjem kartu tol mobil belakang Yul," jawab Ayda.


"Kamu nggak nyuruh aku kan?" tanya Ayda.


"Dah cepet sana turun, sebelum kita dimarahin orang," jawab Yulia.


Dengan menggerutu Ayda turun dan meminjam kartu tol mengemudi sebelah.


Setelah dapat dia langsung menempelkan kartu tersebut lalu palang pintu terbuka.


"Buruan naik," kata Yulia.


Setelah berjalan, Ayda turun dan mengembalikan kartu tol milik pengemudi. Tak lupa dia mengganti biaya tol.


"Maaf ya pak," kata Ayda.


Mobil Yulia berjalan beberapa kilo di jalan tol namun tiba-tiba jalannya oleng.


"Ada apa lagi sih Yul?" tanya Ayda.


"Ban nya kempes Ay," jawab Yulia lalu menepikan mobilnya.


"Astaga setelah buat drama, kini ban nya kempes kenapa nasib kita apes banget sih Yul," kata Ayda dengan memijat kepalanya.


"Mungkin ini gara-gara nggak nurut kata mas Aaron Ay, jadi kita apes," sahut Yulia.

__ADS_1


"Mangkanya nurut ma suami Napa Yul," pungkas Ayda.


__ADS_2