Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
first night


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang Arsen dan Airin nampak terdiam, Airin sungguh gugup sekali karena pasti setelah ini dia akan dimakan oleh Arsen.


"Kamu kenapa diam saja?" tanya Arsen.


"Kamu juga diam," jawab Airin.


"Aku memikirkan sesuatu sayang," sahut Arsen.


"Apa?" tanya Airin penasaran.


"Cara memakan kamu," jawab Arsen dengan tersenyum licik.


"Dasar cabul," sahut Airin.


"Tapi kamu suka kan," goda Arsen.


Tak berselang lama Arsen dan Airin tiba di rumah Arsen, tubuh Airin semakin gugup apalagi mama dan papa Arsen sudah menunggu di ruang tamu.


"Fenomena langka kondangan bawa pulang calon pengantinnya," kata Mama Arini.


"Bagus dong," sahut papa Sean.


"Sini kamu Arsen, urusan kamu dan mama masih belum selesai, kita harus totalan untuk membayar hutang kita pada mama putri dan papa Daffa," ucap mama Arini.


"Totalan apa sih ma?" tanya Arsen yang bingung.


"Minta digetok kamu, seenaknya ambil pengantin orang numpang nikah lagi menurut kamu semua gratis, enak saja nih anak minta enaknya saja," jawab mama Arini dengan kesal.


"Astaga ma, ya udah mama total sendiri kalau gak gitu nanti biar Arsen yang totalan ma Aaron. Sekarang Arsen mau melakukan kewajiban Arsen jadi please jangan ganggu ya," kata Arsen.


"Woy masih siang ini," sahut mama Arini.


"Seperti mama dan papa nggak saja, kan papa dan mama kalau panjat panjatan tidak tau waktu," kata Arsen.


"Sana sana, dasar anak kurang ajar bisa-bisanya buka aib keluarga di depan mantu," ucap mama sambil memijat pelipisnya.


Arsen tak ingin membuang waktu lagi, dia segera membawa Airin ke kamar.


"Bajunya lepas ya sayang," bisik Arsen.


"Ya sudah aku ke kamar mandi dulu," ucap Airin.


"Di sini saja aku bantu," kata Arsen.


"Malu," sahut Airin.


"Ngapain malu seperti dulu nggak saja," timpal Arsen.


Perlahan Arsen membuka kancing kebaya Airin satu persatu dan melepasnya nampak kedua buah dada Airin yang masih terbungkus pembungkusnya.


Arsen melepas sanggul yang dipakai Airin dan membantu Airin untuk membersihkan wajahnya dari make up minimalis.

__ADS_1


"Cantiknya istri aku," kata Arsen sembari menciumi pundak Airin.


Tangan Arsen melepas pengait pembungkus buah dada Airin, kini tubuh bagian atas sudah terbuka.


Arsen segera membawa Airin ke tempat tidur.


Dia melepas jas dan kemeja yang dia kenakan lalu membuangnya sembarang.


"I love you Sayang," kata Arsen.


"I love you too," jawab Airin.


Arsen mengecup kening Airin kemudian mencium bibir airin, terasa di bawah ada sesuatu yang nyut nyutan.


Saat bibirnya asik mengabsen rongga mulut airin tangan satunya merrrremmmas dada sang istri.


Arsen memainkan pucuk dada istrinya sehingga membuat bagian sensitif Airin membasah.


Puas dengan bibir sang istri kini Arsen turun ke bawah melewati jenjang leher Airin.


Arsen langsung saja melahap pucuk dada Airin dan tangan satunya memainkan buah dada di sebelahnya.


"Oh Arsen, aaaaaahhhhhhhh," suara gaib mulai terdengar bahkan suaranya lebih keras dari suara-suara gaib pada umumnya.


Kini Arsen beralih ke bagian satunya, dia memberikan sensasi gigitan kecil sehingga membuat Arini mendessssaaaaahhh sembari menarik rambut Arsen.


"Arsen, oh...." bibir Airin tak henti-hentinya merasakan bersuara, dia sangat menikmati kenikmatan yang diberikan sang suami.


Kini tubuh Airin benar-benar polos, dan Arsen tak sabar untuk menerobos gawang milik istrinya.


Arsen memainkan bagian sensitif sang istri dengan jari tangannya. Airin sungguh berada di awan, kenikmatan demi kenikmatan telah Arsen berikan.


"Arseeeeeen," katanya dengan menegang yang tandanya Airin telah mendapatkan pelepasannya.


Arsen tersenyum puas, akhirnya dia telah membuat sang istri puas sebelum dia menyentuhnya dengan rudal miliknya.


Arsen kini melepas celananya dan terlihat benda miliknya telah berdiri sempurna dan ukurannya tidak SNI.


Mata Airin melotot, jadi begini benda yang dulu sering dia rasakan nyut nyutnya.


"Besar sekali Arsen," kata Airin.


"Biar kamu puas sayang," sahut Arsen.


Arsen melakukan foreplay lagi supaya jalannya licin dan tidak membuat sakit.


Dengan pelan-pelan Arsen memasukkan rudalnya.


"Aaaahhhh sakit," teriak Airin.


Airin menghentikan Arsen yang ingin sudah memasukkan separuh benda miliknya.

__ADS_1


"Sakit Arsen," rintih Airin.


"Iya sayang sabar nanti kalau udah masuk nggak sakit kok, nanggung banget sayang udah separuh jalan," bujuk Arsen.


Arsen mencium bibir Airin lembut dia juga memainkan dada Airin supaya Airin tidak merasakan sakit bila dirangsaaaaaang seperti itu.


"Ooohhhhhh nikmat sekali sayang," kata Arsen saat semua rudalnya masuk sempurna di goa Airin.


Arsen melihat Airin yang nampak kesakitan, dia menghentikan aktivitasnya dengan rudal yang masih tertancap di goa airin.


Di rasa cukup istirahatnya, Arsen melakukan pekerjaannya kembali, dia memaju mundurkan pinggulnya dengan pelan.


Suara decakan berbunyi yang menandakan dua benda saling menyatu, Arsen mendessssaaah hebat karena dia merasa dijepit oleh milik Airin.


"Ohhh aaahh," desssaaaahan Arsen saling bersaut dengan ******* Airin.


Hingga beberapa waktu kemudian Arsen mempercepat laju rudalnya dan kini dia telah mendapatkan pelepasannya.


Arsen ambruk di damping Airin yang juga udah berkeringat, meksi hanya menerima namun dia juga merasa lelah.


"Kita istirahat sepuluh menit ya sayang setelah itu kita lanjut lagi main panjat panjtanya.


Arsen dan Airin tak kunjung keluar padahal mama Arini ingin membicarakan hal penting pada Arsen.


"Mana sih mereka sudah sore masih saja belum keluar," kata mama Arini.


"Sabar dong sayang, namanya juga pengantin baru dulu kita kan begitu, kamu aku gempur sampai subuh," sahut papa Sean.


"iya sampe tubuhku lemah banget," ucap mama Arini yang kesal jika mengingat hal itu.


"Ayo kita makan sayang aku sangat lapar," ajak Arsen yang sudah rapi dengan pakaian kasualnya.


"Iya aku juga tapi rasanya sakit banget anu aku," ucap Airin.


"Ya sudah aku gendong," kata Arsen.


Mama Arini melihat Arsen menggendong Airin keluar kamar dan ini membuatnya tersenyum.


"Anak dan bapak sama saja, pasti udah digempur habis habisan tu," kata Mama.


Di sisi lain Aaron memandangi kamarnya yang telah di hias sebegitu rupa, bunga mawar pun telah di letakkan di atas ranjangnya.


"Seharunya kamu dan aku memadu kasih di ranjang ini Airin, tapi ya sudahlah aku akan menanti wanita yang akan aku ajak tidur di sini," kata Aaron dengan tersenyum.


Aaron yakin suatu saat pasti ada wanita yang tulus mencintainya dan mau menjadi wanita serta ibu-ibu dari anaknya kelak.


Papa Daffa masuk ke dalam kamar Aaron, sedih juga melihat anak semata wayangnya yang bersedih karena batal nikah namun papa juga salut karena anaknya berjiwa besar melepaskan sesuatu yang sangat berharga buatnya.


Halo kak selamat pagi setengah siang.


Hari Senin nih kak. jangan lupa Votenya ya kak daripada terbuang sia sia.

__ADS_1


Berikutnya nanti aku lanjut ke rumah tangga Arsen dan Airin, lalu kisah aaron menemukan jdohnya ya, begitu pula dengan tengah laknut Arthur dan Arcelo.😘😘😘🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2