Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Ulang tahun


__ADS_3

"Teman brengsek, teman laknut awas kalian," umpat Arsen.


Arsen yang kesal membuang semua kado dari teman-temannya.


"Lalu mana kado untuk aku Airin?" tanya Arsen.


"Aku kan tidak tau kalau kamu ulang tahun Arsen," jawab Airin.


"Bagaimana mungkin kamu lupa," maki Arsen.


"Bagaimana mungkin kamu meminta wanitaku untuk mengingat hari ulang tahun kamu Arsen," sahut Aaron yang seketika membuat Arsen terdiam.


Suasana mendadak jadi canggung, A4 diam begitu pula dengan Airin.


Arcelo dan Arthur yang tidak ingin terhanyut dalam suasana yang canggung mencoba menguraikannya dengan mengajak semua untuk bermain truth dan dare.


"Gimana? setuju nggak?" tanya Arthur.


"Setuju," jawab Aaron dan Arsen barengan.


"Kamu Sek, setuju apa nggak?" tanya Arthur.


"Setuju saja," jawab Airin.


Arcelo sudah menyiapkan botol kosong untuk permainan mereka lalu dia memutar botol tersebut.


Mereka berlima menunggu dengan cemas dan moncong botol mengarah ke Arthur.


"Truth or dare?" tanya Arcelo.


"Truth," jawab Arthur.


Arcelo memberikan pertanyaan pada Arthur.


"Kenapa Raisa meninggalkan kamu?" tanya Arcelo.


"Brengsek, pertanyaan macam apa itu," umpat Arcelo.


"Gak boleh mengumpat Arcelo, jawab saja," sahut Airin.


"Baiklah," timpal Arthur.


"Dia tertarik dengan seorang CEO dari Ray Grup. Aku sudah memperingatkan dia untuk menjaga jarak namun kelihatannya Raisa menuruti perasannya daripada hati," jawab Arthur.


"Lalu kamu sakit hati dan memutuskan dia," timpal Arsen.


"Ya iyalah, secara aku ini kan pria. Dimana-mana pria itu menang untuk milih kalau disakiti untuk apa bertahan tapi beda ma sebelahku," sindir Arthur.


"Nggak usah nyindir, aku potong gaji kamu," timpal Aaron.


Kini Arcelo kembali memutar botolnya dan lagi-lagi Arthur kena moncong botol.

__ADS_1


"Punya dendam pribadi apa kamu sama aku Arcelo," kata Arthur yang kesal karena dia terus yang dapat giliran.


"Siapa tau Arthur," sahut Arcelo.


Kini gantian Aaron yang bertanya.


"Saat kamu tau Raisa tertarik dengan pria lain kamu merasa stres atau tidak?" tanya Arthur.


"Stres lah hampir gila a....ku," jawab Arthur dengan menggantungkan kalimatnya.


Semua tertawa, tadi sok sok an bilang pria menang milih dan sok ga sedih padahal aslinya juga hampir gila.


"Dasar omong besar," sahut Airin.


Kini gantian Arthur yang memutar botol, dia berharap bukan dirinya ditunjuk oleh botol dan benar saja kini botol mengarah ke Airin.


"Truth or Dare?" tanya Arsen.


"Dare," jawab Airin.


Airin sengaja meminta dare karena dia takut ditanya macam-macam.


"Wow, pilih Dare," ucap Arcelo.


"Kami ingin kamu mencium lelaki yang kamu cintai," ucap Arthur.


"Nggak nggak, apaan ini. Lainnya saja." Airin enggan untuk melakukan Dare dari Arthur.


"Ayolah sayang, tinggal mencium aku," kata Aaron.


Mau nggak mau Airin mencium Aaron di depan Arsen dan ini membuat Arsen cemburu, dadanya bergemuruh, rasanya begitu sesak.


"Sikat rasanya melihat kamu mencium Aaron Airin," batin Arsen.


Setelah selesai mencium Airin, Aaron tersenyum puas.


Karena tidak ingin menyakiti Arsen terlalu jauh, Airin meminta Aaron untuk mengantarnya pulang dengan alasan pusing.


"Ah nggak asik, masa udah mau pulang. Ini kan baru jam delapan," gerutu Arthur.


"Maaf Arthur, tapi kepala aku sedikit pusing," ucap Airin dengan memijat kepalanya.


Arsen nampak panik tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Aaron segera membawa Airin pulang dan setibanya di rumah. Airin meminta Aaron untuk kembali ke club' Arthur tapi Aaron menolak. Dia lebih memilih menemani Airin daripada kembali.


"Kamu istirahat saja sayang, aku akan menemani kamu di sini," kata Aaron.


Airin tersenyum lalu merebahkan dirinya di tempat tidur sedangkan Aaron menungguinya sambil memijat kepala Airin.


"Aku nggak sabar untuk segera menikah sayang," kata Aaron.

__ADS_1


"Iya," sahut Airin.


Aaron ikut merebahkan dirinya di tempat tidur Airin, dia mengecup kening tunangannya.


"I love you," kata Aaron.


Bibir Aaron semakin dekat sehingga ciuman tidak bisa terelakkan.


Aaron melllluuuuamat habis bibir Airin, dia mengabsen habis dalam rongga mulut Airin.


Puas di bibir, Aaron pindah ke jenjang leher dia meninggalkan jejak di sana, biar Arsen tau kalau Airin adalah miliknya.


"Aaron sudah," pinta Airin.


"Belum, aku belum puas," sahut Aaron.


Lama beradu, akhirnya Aaron menyudahi aksi panas mereka.


"Terima kasih sayang," ucap Aaron.


Airin tersenyum.


Waktu semakin larut dan Aaron pun pamit untuk pulang.


"Besok pagi, aku kesini pagi sekali ya. Aku ingin merasakan jadi suami kamu seharian besok," kata Aaron.


"Baiklah, aku tunggu," sahut Airin.


"Paling juga masih ngorok," timpal Aaron.


"Nggak nggak janji besok bangun pagi. Aku akan masak yang spesial untuk kamu," ucap Airin.


"Mau masak apa?" tanya Aaron.


"Mie gurih kare spesial," jawab Airin dengan tertawa.


"Itu kan mie instan," sahut Aaron.


*******


Selepas kepergian Aaron, Airin masuk ke dalam lalu membuka kulkas, dia memanggil kue ulang tahun yang khusus dia pesan dengan nama Arsen.


Airin menancapkan lilin sesuai usia Arsen lalu menyalakan lilin.


"Selamat ulang tahun Arsen, semoga apa yang kamu impikan terkabul," kata Airin lalu meniup lilinnya.


Airin menangis, memang selama Arsen di Jerman dulu, Airin selalu merayakan ulang tahun Arsen by video call namun sudah tiga kali ini dia merayakan ulang tahun Arsen sendirian.


Dia juga menyiapkan kado untuk Arsen namun dia tidak memberikannya.


Setelahnya Airin meletakkan kue ulang tahun di kamarnya, sedikit demi sedikit Airin memakan kue ulang tahun Arsen sambil membayangkan Arsen ada di depannya.

__ADS_1


"Kamu di sini Arsen?" tanya Airin yang melihat bayangan Arsen di depannya.


__ADS_2