Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Panas


__ADS_3

"Aku turun di sini saja mas," kata Yulia.


"Lagian siapa juga yang mau nganter sampai dalam, jalan sana biar sehat," sahut Aaron.


Yulia yang kesal segera turun tanpa adegan cium punggung tangan.


"Dasar lelaki yang menyebalkan," umpat Yulia dengan kesal.


"Yul...." teriak teman Yulia yang bernama Ayda.


"Dia siapa tuh?" tanya Ayda dengan menggoda.


Yulia memang merahasiakan pernikahannya Karena pernikahannya juga pernikahan karena jodoh jadi nggak harus dipublish.


"Teman," jawab Yulia lalu berjalan masuk ke dalam kampus.


Di kantornya Arthur mendapatkan sebuah telpon dari pihak kampus yang rencannya akan mengundang A4 untuk memberikan seminar dan kiat-kiat menjadi pengusaha sukses kebetulan tahun ini Arsen dan Aaron masuk nominasi pengusaha sukses tanah air bersama pengusaha lainnya.


"Aaron kita dapat undangan untuk mengisi sebuah acara di sebuah kampus yang terkenal di sini." Arthur melaporkan.


"Untuk?" tanya Aaron.


"Nama kita masuk dalam nominasi pebisnis sukses tahun ini, seharusnya Arsen dan Raymond Toretto yang diundang tapi karena Raymond Toretto dan Rara Richard mengurusi bisnis mereka yang ada di US, akhirnya nama kamu yang ditunjuk," jelas Arthur.


"Oo begitu," sahut Aaron.


"Sebenarnya ada juga sih pebisnis lain yang namanya sejajar dengan kita, seperti tiga bersaudara Atmaja, Gilang, Celo, dan Alex. Lalu Leo dari Surabaya, Raka Sanjaya, David Bryan, David Reno dan masih banyak lainnya," pungkas Arthur.


"Iya mereka semua sangat hebat," timpal Aaron.


"Memangnya kapan dan kampus mana?" tanya Aaron.


"Hari sabtu jam 10 di kampus B.C university," jawab Arthur.


"B.C university kan kampusnya Yulia," batin Aaron.


Hari cepat berlalu, tak terasa matahari sudah condong ke barat kini waktunya untuk Aaron pulang.


"Mana ice krim aku mas." Yulia menagih ice krim pada Aaron yang baru pulang dari kantor.


"Astaga suami baru pulang ditagih ice krim," sahut Aaron dengan kesal.


Yulia tersenyum senang karena tak sengaja Aaron menyebut dirinya sebagai suami.


"Iya iya mas, nggak minta kok lain kali saja," pungkas Yulia.


Yulia bercerita pada Aaron perihal pebisnis yang akan diundang pihak kampusnya namun Yulia tidak tau kalau pebisnis itu Aaron suaminya.


"Siapa nama pebisnis itu, barangkali aku kenal," tanya Aaron.


"Entah, pokoknya dia itu hebat banget mas. Duh di usia muda udah sukses aja mereka, beruntung istrinya," jawab Yulia.


Aaron hanya tersenyum mendengar Yulia memuji pebisnis muda yang salah satunya adalah dirinya.


"Aku nanti akan meminta tanda tangan mereka, dan meminta pihak pengundang untuk membiarkan aku supaya berbicara dengan salah satu diantara mereka," kata Yulia.


"Memangnya mau bicara apa?" tanya Aaron.


"Ya kiat-kita jadi sukses mas, haduh gak sabar aku," jawab Yulia.


Aaron menggelengkan kepala, entah mengapa ada rasa gemas pada Yulia sama seperti saat dia gemas pada Airin.

__ADS_1


"Bude sama pakde mana?" tanya Aaron.


"Mereka di kamar," jawab Yulia.


**********


"Kita dan perusahaan Aaron diundang untuk memberikan motivasi pada mahasiswa jurusan bisnis dan manajemen di B.C university," lapor Arcelo.


"Benarkah?" tanya Arsen.


"Iya," jawab Arcelo.


"Bagus dong jadi bisa berbagi ilmu dengan para mahasiswa," sahut Airin yang menyuguhkan kopi untuk Arsen dan Arcelo.


"Kebetulan aku jadi bisa lihat para mahasiswi siapa tau ada yang bening," kata Arcelo.


"Iya kita bisa lihat cewek-cewek...." Arsen menggantung perkataannya lalu mendongakkan kepala, nampak Airin sudah meletakkan kedua tangannya di perut.


"Mau lihat cewek-cewek cantik ya," kata Airin dengan kesal.


Arsen terkekeh.


"Nggak kok sayang tetap kamu yang cantik, mereka semua lewat," bujuk Arsen.


"Mampus," ucap Arcelo dengan tertawa.


"Masih hot kamu sayang." Arsen mencoba membujuk Airin yang merajuk.


Arsen berdiri lalu memeluk sang istri.


"Maaf, Arcelo tu yang mulai. Bagi aku tetap kamu yang nomer satu. Kamu lah segalanya bagiku sayang," bisik Arsen.


"Iya iya, ya udah lepas tu kasian si jomblo," kata Airin dengan tertawa.


Setelah kerja kelompoknya selesai, Arcelo pamit untuk pulang.


"Aku pamit ya," pamit Arcelo.


"Iya Arcelo hati-hati," sahut Airin.


"Gak ada peluk peluk nih, biasanya dulu dikit dikit peluk aku," goda Arcelo.


"Arcelo mau aku potong gaji," ancam Arsen.


"Duh yang punya marah, kabur ah," kata Arcelo lalu pergi.


Arsen menatap Airin dengan tatapan memangsa.


"Saatnya sayang," kata Arsen.


"Saatnya apa," tanya Airin pura-pura nggak tau.


"Main panjat panjatan lah sayang," jawab Arsen.


"Maunya," kata Airin lalu berlari meninggalkan Arsen hingga tak sengaja menabrak mama Arini yang hendak ke kamar.


"Maaf maaf ma, Airin nggak sengaja. Tu Arsen ngejar Airin," kata Airin.


Arsen mendekati mama Arini dan Airin.


"Kamu ni malam-malam ngapain kejar-kejaran seperti anak kecil saja," omel mama.

__ADS_1


"Hehe maaf ma, la ini mantu mama kabur," sahut Arsen dengan terkekeh.


"Ini ma, Arsen ngajakin anu," timpal Airin.


Mama Arini menggelengkan kepala.


"Arsen nanti kalau main panjat panjatan pake mode pesawat ya, biar nggak balapan ma papa kamu," kata Mama Arini.


"Ya papa dong ma suruh pake mode pesawat, nanti Arsen pake mode getar saja," sahut Arsen.


"Baiklah baiklah." Mama Arini meninggalkan anak dan mantunya.


Setelah mamanya pergi Arsen segera memeluk sang istri, dia menggendong Airin masuk ke kamar.


"Aku lapar sekali ingin makan kue kerucut dan udang rambutan," bisik Arsen.


"Kue kerucut? udang rambutan?" sahut Airin bingung.


"Itu tu sayang." Arsen melirik bagian dada sang istri.


"Cabul," ucap Airin.


Arsen segera menyerang sang istri dengan serangan mautnya dan dengan cepat dia menanggalkan baju yang melekat dan di badannya.


Tanpa ampun Arsen memainkan bagian sensitif sang istri, membuat Airin menggeliat seperti ulat kepanasan.


"Udah sayang," kata Airin yang diikuti desaaaaahan hebat.


Bibirnya berucap sudah tapi tangannya menenggelamkan kepala Arsen dalam kenikmatan yang tiada tara.


"Sayang aku nggak bisa nafas jika kamu menenggelamkan wajahku," kata Arsen.


Tak ingin berlama-lama Arsen langsung saja memasukkan rudal miliknya ke tempat yang semestinya dia terus saja mendeeeessssaaaahh karena merasakan sempitnya goa milik sang istri.


"Aaaahhhh, baby." deeeeeessssaaah Arsen yang membuat Airin menegang. Pelepasan pertama pun terjadi.


Melihat sang istri mendapatkan pelepasannya dia segera mempercepat lajunya agar mendapatkan pelepasannya juga.


Tak berselang lama cairan hangat keluar dan meluber di goa Airin.


"Banyak sekali sayang," kata Arsen lalu mencabut rudal miliknya.


"Iya, sampe tumpah tumpah," sahut Airin lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan cairan milik sang suami dan miliknya.


"Ronda kedua yuk sayang," bisik Arsen sambil memeluk Airin dari belakang.


"Lagi?" tanya Airin.


"Iya," jawab Arsen.


Tangan Airin memegang rudal Arsen dan memainkannya.


"Apa dia tidak pernah puas?" tanya Airin.


"Enggak, dia selalu ingin lagi dan lagi bila bertemu dengan sarangnya," sahut Aren sambil membuka dan menutup matanya karena rudalnya dimainkan sang istri.


"Ingin lebih?" tanya Airin.


Arsen mengangguk.


Airin berjongkok dan langsung memainkan milik suaminya dengan mulutnya sehingga Arsen mengerang penuh kenikmatan.

__ADS_1


Mereka berdua beradu kembali di dalam kamar mandi dan suara-suara ghaib semakin nyaring terdengar.


__ADS_2