Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Ke rumah sakit


__ADS_3

"Apa yang aku lakukan ini salah Tuhan, aku hanya ingin bersamanya itu saja meski aku tau dia tidak akan pernah mencintaiku," batin Aaron.


Airin yang tidak enak menyusul Aaron yang menyendiri di depan mes orang tuanya. Dia langsung duduk di samping Aaron.


"Aaron maafkan aku," ucap Airin.


Aaron menoleh dan tersenyum kemudian dia mengelus rambut Airin.


"Kamu nggak salah kok, kenapa meminta maaf?" tanya Aaron.


"Jelas-jelas aku salah Aaron," jawab Airin dengan menatap Aaron.


Aaron memeluk Airin dengan mata yang basah, dia mencoba menahan sakit hatinya, dia sangat mencintai Airin.


Puas memeluk Airin, Aaron melepaskan pelukannya dan melemparkan pandangan ke lautan luas.


"Airin kalau kamu melawan arus kamu akan menemukan mata air, jika kamu mengikuti arus kamu akan bertemu dengan pantai," kata Aaron yang membuat Airin bingung.


"Maksudnya?" tanya Airin.


"Seperti kamu jika kamu melawan arus kamu akan menemukan mata air yang aku ibaratkan diriku dan jika aku mengikuti arus kamu akan bertemu pantai yang aku ibaratkan Arsen," jawab Aaron.


"Jadi mana pilihan kamu, mata air atau pantai?" tanya Aaron.


Airin terdiam, dia sungguh tidak bisa menjawab pertanyaan Aaron.


Melihat Airin terdiam membuat Aaron tersenyum.


"Pasti pantai menjadi pilihan kamu, iya kan?" tanya Aaron.


"Bukan begitu Aaron," jawab Airin.


"Kalau begitu begini saja," timpal Aaron dengan tertawa.


Aaron dan Airin sama-sama terdiam, mereka berdua sama-sama memandangi hamparan laut luas. Pikiran mereka melayang jauh terbawa ombak ke tengah laut.


Pikiran Airin kembali terlebih dahulu, kemudian dia menatap Aaron yang masih asik dengan lamunannya.


"Mungkin jika kamu mau menunggu aku Aaron," kata Airin.


Aaron yang masih bisa mendengar Airin menyunggingkan senyuman di bibirnya, meski bukan kata cinta tapi setidaknya Airin sudah memintanya untuk menunggu yang berarti Airin sudah mau membuka hatinya.

__ADS_1


"Kamu serius?" tanya Aaron.


"Iya," jawab Airin.


Aaron yang bahagia memeluk Airin, tak sia-sia merajuknya karena membuat Airin iba padanya.


"Terima kasih Airin," bisik Aaron


Tanpa sadar Aaron terus saja mengeratkan pelukannya sehingga Airin susah untuk bernafas.


"Aaron kamu mau membunuh aku ya," kata Airin.


"Maaf-maaf, mana mungkin aku membunuh kamu. Kalau pun iya aku ingin kamu terbunuh cintaku hingga kamu tidak sanggup meninggalkan aku," sahut Aaron.


"Mulai deh berkanebo ria," timpal Airin.


"Kanebo?" tanya Aaron yang merasa ambigu dengan kata-kata Airin.


"Dari gombal aku upgrade ke kanebo," jawab Airin dengan tertawa.


Airin dan Aaron menikmati waktu mereka dengan menikmati indahnya laut di siang hari, hingga tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore.


"Ayo kita masuk Aaron," ajak Airin.


***************


Di sisi lain, mama Arini mengajak Arsen pergi ke rumah sakit dia ingin memeriksakan Arsen sendiri, dia kurang yakin dengan Amanda.


"Kemarin kan udah periksa ma, kenapa periksa lagi," protes Arsen.


"Sudahlah jangan banyak cincong, kamu mau mama melamar Amanda apa tidak," ancam Mama Arini.


"Duh kalo begini persis sekali dengan anjing Pitbull," gumam Arsen dengan tertawa.


Mama Arini yang mendebat ledekan anaknya juga menjadi marah.


"Kalau mama pitbull lalu kamu apa? Koala, beruang atau dugong?" tanya mama Arini dengan marah.


"Astaga anak sendiri disamakan dengan hewan, sungguh mama tak berperikemanusiaan," sahut Arsen.


"Kalau mama tidak berperikemanusiaan bearti kamu anak lacnut," timpal mama Arini.

__ADS_1


"Gemes mama ma kamu," imbuh mama Arini.


Arsen yang tau mamanya marah pun memeluk sambil menciumi pipi mamanya.


"I love you ma, i love you," ucap Arsen.


Papa Sean yang baru keluar dari ruang kerjanya segera melerai pelukan ibu dan anak tersebut.


"Mama itu milik papa, kamu nggak berhak peluk-peluk, bikin orang sakit hati saja," gerutu papa Sean.


"Nah ini fenomena langka, papa cemburu ma anak sendiri," sahut Arsen.


"Sudah sudah ayo berangkat," ucap mama Arini yang gemas dengan anak dan suaminya.


Mama Arini, papa Sean dan Arsen berangkat ke rumah sakit.


Mama Arini sungguh ingin Arsen mengingat semuanya sebelum dia memutuskan untuk menikah dengan Amanda karena mama Arini tidak Ingin anak sulungnya tersebut menyesal.


Setibanya di rumah sakit mereka bertiga berjalan menuju ruangan dokter yang menangani Arsen.


Arsen menjalani serangkaian pemeriksaan, dia juga diminta dokter untuk mengingat kembali namun Arsen tidak bisa mengingatnya.


"Kata temannya, Arsen ini beberapa kali mengalami sakit kepala," ucap mama Arini.


"Malah bagus, kira-kira apa yang membuat dia merasakan sakit kepala?" tanya Dokter.


Arsen hanya diam saja sedangkan mama dan papa Arsen yang tidak tau cuma bisa terkekeh.


Mendengar penuturan dokter membuat mama Arini curiga dengan Amanda namun karena Arsene mencintainya mama Arini tidak bisa berbuat apa-apa.


Dokter memberikan obat untuk mempercepat Arsen mendapatkan ingatannya kembali dan ini membuat papa Sean dan mama Arini bahagia.


*******


Keesokannya Amanda datang dengan membawakan bubur untuk Arsen, dia pamit pada mama Arini dan papa Sean untuk ke kamar Arsen.


Saat melihat beberapa obat Arsen di meja, Amanda nampak galau dia takut kalau Arsen segera pulih yang secara otomatis akan meninggalkannya.


"Tidak, tidak. Aku mencintainya," kata Amanda.


Timbullah niat jahat Amanda, dia mengeluarkan ponselnya lalu memfoto obat-obat Arsen.

__ADS_1


"Maafkan aku Arsen, bukannya aku nggak mau kamu pulih tapi aku takut kehilangan kamu," ucap Amanda.


__ADS_2