Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Bercerita


__ADS_3

Airin menoleh dan betapa kagetnya dia kalau yang memangilnya adalah Gabriel.


"Gabriel," kata Airin.


Airin heran bin bingung kenapa Gabriel kenalannya di kafe bisa datang ke Bryan Grup.


"Kamu ngapain ke sini?" tanya Airin.


"Aku habis meeting dengan teman aku," jawab Gabriel.


Gabriel mengajak Airin untuk makan siang bersama, awalnya Airin menolak tapi karena dia kesal dengan Arsen jadi dia pun berubah pikiran dan mau menerima ajakan Gabriel.


Gabriel dan Airin makan di kafe tak kunjung jauh dari kantor, mereka makan sambil mengobrol lagi-lagi candaan Gabriel membuat Airin lupa akan kekesalannya pada Arsen.


"Astaaga Gabriel, sudah sore, aku harus pulang," kata Airin saat melihat tangannya.


"Aku antar pulang ya?" tanya Gabriel.


"Kamu ini gimana sih Gabriel kan aku bawa mobil sendiri," jawab Airin dengan tertawa lalu pergi meninggalkan Gabriel yang masih menatap kepergian Airin di tempatnya.


"Sejak kapan aku pikun begini," kata Gabriel dengan tertawa.


"Eh tunggu, apa ya yang dia lakukan di kantor Arsen?" Gabriel berbicara dengan dirinya sendiri.


Tak ingin dirundung rasa kepo, Gabriel memutuskan untuk kembali ke kantornya.


Malam hari pun datang dengan cepat, Airin yang malas debat memilih diam daripada harus ada pertengkaran lagi.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Arsen.


"Nggak papa kok sayang hanya lelah saja," jawab Airin.


"Aku pijit ya," kata Arsen lalu memijit bahu sang istri namun pijitannya beralih ke dada sehingga membuat Airin menggeliat.


"Kamu kebiasaan deh," gerutu Airin.


"Main yuk," ajak Arsen.


"Main gundulmu, aku saja masih dongkol ma kamu," batin airin.

__ADS_1


Meskipun begitu permainan panjat pinang tetap diselenggarakan.


Keesokannya Gabriel datang lagi ke kantor Arsen, selain membahas bisnis dia juga ingin temu kangen dengan Arsen dan Arcelo. Sebenarnya dia juga kangen dengan Arthur dan Aaron.


"Gimana kalau pulang dari kantor kita nongkrong di kafe Arthur," kata Arsen.


"Arthur punya kafe?" tanya Gabriel.


"Punya," jawab Arsen.


"Tapi aku dan Aaron mungkin tidak bisa lama, maklum kami sudah memiliki pasangan," kata Arsen dengan terkekeh.


"Oh nice," sahut Gabriel.


"Bagaimana dengan kamu?" tanya Arsen.


"Sebenarnya aku menyukai seorang wanita," jawab Gabriel.


"Bisa mencintai wanita juga karena setauku kamu itu play boy alias Casanova," sahut Arsen dengan tertawa.


"Apaan sih tapi wanita ini sungguh berbeda Arsen, dia manis nggak secantik teman ranjangku sih tapi dia itu berbeda, senyumnya membuat aku meleleh," ungkap Gabriel.


"Aku jadi penasaran dengan istri kamu," ucap Gabriel.


Tak berselang lama Arcelo gabung dengan Arsen dan Gabriel.


"Gimana bro?" Gabriel berbasa basi.


"Apanya yang gimana?" tanya Arcelo balik.


"Udah punya cewek belum?" tanya Gabriel.


"Belum, padhal wajah ok, kerjaan ok, tapi mengapa susah sekali dapat cewek, heran aku," jawab Arcelo.


"Nasib kita sama," sahut Gabriel.


Lama berbincang Arcelo pamit ke ruangannya dan saat di koridor dia berpapasan dengan Karin.


Nampak Karin pucat sekali.

__ADS_1


Tubuh Karin oleng dan dengan cepat Arcelo menangkap tubuh Karin.


"Kamu kenapa Karin?" tanya Arcelo.


"Perut aku sakit sekali Arcelo," jawab Karin.


Arcelo membawa Karin ke ruangannya dan menirukannya di sofa.


"Apa perlu aku panggilkan dokter?" tanya Arcelo.


"Nggak usah, memang begini kalau lagi dalam masa periode," jawab Karin.


"Kamu datang bulan?" tanya Arcelo.


Karin mengangguk tak di sangka Arcelo paham dengan masalah kewanitaan.


"Tunggu sebentar aku akan meminta OB untuk membuatkan kamu air hangat dalam botol," kata Arcelo.


"Untuk apa?" tanya Karin.


"Untuk meredakan nyerinya, nanti letakkan di atas perut kamu, pasti perlahan sakitnya hilang," jawab Arcelo.


"Terima kasih Arcelo," ucap Karin.


Arcelo tersenyum, memang Arcelo sungguh peduli dengan orang lain, persis papa Nick papanya, rasa pedulinya itulah yang membuat banyak wanita yang dekat dengannya pasti akan jatuh cinta.


"Senyum kamu manis sekali Arcelo," puji Karin.


Tak berselang lama Arcelo datang dengan sebotol air hangat di tangannya.


Tanpa aba-aba Karin mengangkat kemejanya sehingga nampak perut yang putih bersih.


Arcelo mengusap tengkuknya.


"OMG, main buka saja, dasar bule," batin Arcelo dengan melihat perut Karin.


"Untung bukan cewek aku, coba cewek aku udah aku DP," Arcelo bermonolog dalam hati.


Arcelo membiarkan Karin istirahat dan dia kembali ke mejanya untuk bekerja kembali.

__ADS_1


__ADS_2