Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Maafkan aku Aaron


__ADS_3

"Tak perlu ada kata maaf Arsen," timpal Airin.


Arsen dan Airin kini saling diam, Aaron yang melihat Arsen dan Airin berduaan segera pamit.


"Aaron kesana dulu pa," pamit Aaron.


Ada rasa cemburu saat melihat Airin dan Arsen berdua, dengan langkah cepat Aaron menghampiri Airin dan memeluknya.


"Arcelo dan Arthur mana sayang?" tanya Aaron.


"Dipanggil mama dan papa mereka," jawab Airin.


Aaron menatap Arsen yang sedari tadi minum, dengan tersenyum Aaron pamit pada Arsen.


"Kami kesana dulu Arsen, silahkan nikmati hidangannya," kata Aaron.


Arsen hanya mengangguk tanpa sanggup berkata-kata dadanya sungguh sesak melihat Airin dan Aaron bersama.


"Jika engkau mentakdirkan mereka bersama kenapa engkau mengembalikan ingatanku?" kata Arsen lalu pergi dengan mata yang basah.


Sepanjang perjalanan pulang Arsen memukul mukul setir mobilnya, dia sungguh kesal dengan dirinya sendiri. Dia tak menyangka kalau cinta Airin begitu besar sehingga kini Arsen tak tenang.


"Arrrrgggggg, Tuhan! kenapa semua harus berlaku padaku," teriak Arsen.


Lagi-lagi kepala Arsen terasa sakit, nampak jelas kini dia mencumbu Airin dulu, cumbuan panas sebelum dia pergi ke Jerman dulu.


Arsen segera mencari obatnya namun Amanda telah menukarnya kembali sehingga yang kini Arsen minum adalah obat menghilang nyeri.


Sikat yang tak kunjung reda membuat Arsen meletakkan kepalanya di atas setir mobilnya lalu memejamkan mata, dia menikmati rasa sakit yang menyiksa kepalanya.


"Kenapa tak kunjung reda," kata Arsen lalu meminum kembali obatnya.


Tiga kali minum baru rasa sakitnya berkurang, karena merasa payah Arsen malah tertidur di mobil.

__ADS_1


Di sisi lain pesta segera usai, orang tua A3 pamit pada papa Daffa dan mama Putri, begitu pula dengan ayah dan bunda Airin.


"Ayah, Bunda, Airin biar tidur di sini ya, malam pertama bunda," kata Aaron dengan terkekeh.


Mama putri membolakan matanya, bisa bisanya Aaron berkata seperti itu.


"Mana ada malam pertama, kita belum menikah Aaron," protes Airin.


"Anggap saja sudah menikah sayang," sahut Aaron.


"Nggak nggak aku mau pulang," kata Airin.


"Kamu nggak asik sekali sih sayang," ucap Aaron.


"Apa tidak ada yang bisa membantu membujuknya supaya mau malam pertama dengan aku," imbuh Aaron dengan wajah yang memelas.


Bunda dan ayah akhirnya meminta Airin untuk tinggal tapi bunda tetap melarang Aaron untuk malam pertama.


"Siap Bunda lagian mana mungkin Aaron berani khilaf, Airin saja galak sekali," ucap Aaron yang membuat semua tertawa.


"Dada Aaron mama dan papa ke kamar dulu, kamu mau malam pertama," goda papa Daffa yang membuat Aaron kesal.


"Kalau mama dan papa udah bukan malam pertama tapi udah malam ke sepuluh ribu," sahut Aaron.


Aaron segera menarik Airin ke kamarnya tak lupa mereka mengganti baju sebelum tidur.


"Sayang aku bahagia sekali," kata Aaron dengan memeluk Airin.


"Aku juga," timpal Airin.


"Oh ya tadi Arsen ngomong apa?" tanya Aaron yang kepo.


"Nggak bicara apa-apa, dia mengucapkan selamat untuk kita dan mendoakan kita supaya bahagia," jawab Airin berbohong.

__ADS_1


Aaron terdiam lalu membalik tubuh Airin lalu dia mengangkat dagu tunangannya tersebut.


"Kamu tidak akan meninggalkan aku kan?" tanya Aaron.


"Pasti ada saat aku meninggalkan kamu, masak iya aku nggak pulang," jawab Airin dengan tertawa.


"Nakal ya," ucap Aaron sambil menggelitik Airin.


Airin berteriak minta ampun namun Aaron meminta syarat.


"Baiklah," kata Airin.


"Kita ciuman dengan panas sayang," kata Aaron.


Airin enggan untuk ciuman dengan panas dan itu membuat Aaron menggelitik Airin lagi sehingga Airin mau melakukannya.


Posisi Aaron kini ada di atas Airin dan dia langsung saja mencium Airin dengan panas.


Puas menikmati bibir sang kekasih kini Aaron turun ke bawah.


Dia meninggalkan tanda cintanya di leher Airin.


Tangan Aaron membuka kancing baju Airin namun dengan cepat Airin melarangnya.


"Jangan Aaron," ucap Airin.


"Maaf sayang," sahut Aaron lalu kembali melahap bibir sang kekasih.


Airin belum menginginkan khilaf lebih, dicium sudah cukup baginya.


Setelah puas Aaron menyudahi aksinya dan berbaring di pinggir Airin.


"Kita tidur yuk," kata Aaron tak lupa mengecup kening Airin.

__ADS_1


Baru sebentar saja Aaron sudah terlelap, Airin menatap wajah Aaron dengan lekat.


"Maafkan aku Aaron yang menganggap hubungan kita sebuah kompromi," batin Airin lalu ikut memejamkan matanya.


__ADS_2