Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Cincin


__ADS_3

"Benar kan omongan mama Arsen, andaikan dulu kamu pikir-pikir dulu dan tidak gegabah mungkin Airin akan jadi milik kamu," batin mama Arini.


**********


Hari pernikahan Arsen dan Amanda tinggal menghitung hari, undangan sudah disebar persiapan sudah hampir seratus persen namun saat semua siap malah calon pengantinnya yang galau.


Airin yang mendapatkan undangan pernikahan Arsen nampak bersedih namun dia mencoba menarik sudut bibirnya.


"Selamat ya Arsen semoga kamu berbahagia," kata Airin yang sebisa mungkin menahan air matanya supaya nggak jatuh.


Saat asik melamun tiba-tiba terdengar pintu rumahnya diketuk, Airin bergegas membukakan pintu dan betapa terkejutnya dia kalau yang datang adalah Arsen.


"Ini sudah malam ngapain kamu kesini?" tanya Airin.


"Entah mengapa aku ingin menemui kamu Airin," jawab Arsen.


"Ini kan sudah ketemu sekarang pulanglah Arsen," kata Airin yang mencoba mengusir Arsen dari rumahnya.


Tanpa aba-aba Arsen memeluk Airin, meski ini adalah pelukan yang ia dambakan tapi Airin sekuat tenaga mencoba melepaskan pelukan Arsen.


"Jaga batasan kamu Arsen, kita ini sudah memiliki pasangan masing-masing.


"Lebih baik kamu pulang," teriak Airin.


"Ok maaf, tapi ijinkan aku berbicara padamu," pinta Arsen.


"Waktu kamu lima menit, sekarang bicaralah," ucap Airin dengan ketus.


Arsene menghela nafas lega, dia meminta ijin untuk masuk.


Setelah masuk kini Arsen dan Airin mengobrol di ruang tamu.


"Aku belum ingat sepenuhnya hanya bayangan-bayangan kamu yang terlintas saat kepala sakit tapi aku cukup merasakan cinta yang begitu dalam untuk kamu Airin," kata Arsen dengan mata yang basah.


"Apakah cinta untuk aku telah hilang Airin?" tanya Arsen kemudian.

__ADS_1


Airin nampak bingung dan gugup, bagiamana mungkin Arsen mengajukan kalimat retoris padanya.


Airin memalingkan wajahnya ke sembarang mencoba menyembunyikan matanya yang basah dari Arsen.


"Sejak kamu meminta aku untuk merelakan kamu, cinta yang selalu aku siram dan aku pupuk aku biarkan mati perlahan bahkan saat ini aku tidak pernah mengingat kamu lagi, Aaron telah membuat aku benar-benar nyaman dan bahagia," jelas Airin yang membuat Arsen tersenyum ketir.


Sungguh sakit hati Arsen mendengat penjelasan Airin.


"Syukurlah kalau kamu bahagia," kata Arsen.


Airin yang tak sanggup lagi menahan air matanya pun menjatuhkannya, membiarkan air matanya terjun bebas membasahi pipi


Melihat Airin menghapus air matanya membuat Arsen merasa bersalah.


"Maafkan aku, tak seharusnya aku kesini dan berbicara padamu Airin," kata Arsen.


"Aku pamit ya Airin, jangan lupa datang di pernikahan aku," imbuh Arsen lalu dia keluar rumah Airin.


Airin segera menutup pintu dengan keras dan terduduk sambil terisak di belakang pintu.


Arsen juga ikut duduk di depan pintu sambil mendengar tangisan Airin.


"Kenang diriku selalu di hatimu, selalu di jiwamu simpan di memori kamu Arsen. Meski aku masih sangat mencintai kamu tapi aku tidak bisa meninggalkan Aaron," kata Airin yang bisa didengar Arsen.


Mendengar kata-kata Airin, Arsen terpukul dan sangat patah hati, dia memutuskan pergi membawa hati yang luka.


Sepanjang perjalan Arsen menangis, dadanya sangat sesak saat Airin bilang kalau dirinya tidak bisa meninggalkan Aaron.


"Kenapa Tuhaaaaaaaaannnnn," teriak Arsen.


Kepalanya sakit lagi tapi Arsen mengabaikannya, sakit hatinya lebih menyiksa daripada sakit kepala yang dideritanya.


Sesampainya di rumah Arsen segera masuk dan terlihat mama Arini, papa Sean dan adik Arsen Arkhan yang ijin pulang.


Usia Arkhan tujuh tahun, Arkhan adalah anak yang cerdas sehingga mama Arini menyekolahkan Arkhan di sebuah sekolah favorit yang dimana ada fasilitas asrama.

__ADS_1


"Arsen, sini kumpul," pinta mama.


"Maafkan Arsen ma tapi Arsen harus istirahat," sahut Arsen.


Arsen sedikit berlari saat menaiki tangga sesampainya di kamarnya Arsen membuang semua benda miliknya. Dia melampiaskan emosinya dengan membuang semua barangnya sehingga Arsen menemukan sebuah bungkusan.


Arsen membuka isinya nampak sebuah ponsel yang sudah hancur, kontak mobil, power bank, headset dan sebuah cincin permata biru tua indah


"Barang siapa ini?" tanya Arsen.


Arsen melihat-lihat cincin yang indah itu, tiba-tiba kepalanya sakit sekali.


"Aku ingin membeli cincin ini," kata Arsen.


"Ini cincin peninggalan seorang ratu, terbuat dari batu langka. Di dunia ini hanya ada beberapa saja," jelas pelayan.


Arsen yang membayangkan cincin itu di jari manis Airin tentu ingin sekali membeli cincin itu.


"Berapa harganya?" tanya Arsen.


"5.000.000 euro," jawab pelayan.


Arsen tau cincin itu sangat mahal, uang yang dia punya saat bekerja selama tiga tahun hanya terkumpul tiga juta euro.


Arsen memohon pada si penjual untuk menyimpan cincin itu untuknya, dia janji dalam waktu tiga bulan dia akan melunasi semuanya.


"Saya janji tiga bulan saya akan kembali membawa uangnya," tawar Arsen.


Penjual bertanya untuk apa cincin itu, dia juga menawarkan cincin lainnya namun Arsen telah jatuh cinta pada cincin bermata biru tersebut.


"Aku suka cincin ini, warnanya sebiru samudra dalam yang melambangkan dalamnya cintaku untuk kekasihku," kata Arsen.


Melihat keinginan Arsen membuat si penjual mau menyimpan cincin itu untuk Arsen.


Itulah serpihan ingatan Arsen akan cincin yang dia temukan.

__ADS_1


Arsen menyimpan cincin ini di laci kamarnya, samping kotak cincin pernikahannya dengan Amanda.


__ADS_2