
"Airin hamil," sahut Aaron yang baru datang bersama Yulia.
Semua menoleh begitu pula dengan Arsen dan Airin.
"Apa Aaron aku hamil," kata Airin tak percaya.
"Iya, dari keanehan yang aku dengan dan gejala muntah ya dipastikan kalau kamu hamil," sahut Aaron.
Airin menutup mulutnya yang menganga dengan
mata yang berkaca-kaca.
"Sayang aku hamil," kata Airin yang langsung memeluk Arsen sang suami.
"Alhamdulillah," kata Arsen lalu mengecup kening Airin berkali-kali.
Aaron dan Arthur mendekati Arsen dan Airin begitu pula dengan Gabriel.
Meski hatinya sakit namun Gabriel turut bahagia mendengar kehamilan Airin.
"Selamat ya Sek, akhrinya aku punya keponakan pertama," kata Arthur dengan mata yang basah.
Arthur memeluk Airin, dia sangat bahagia.
"Jaga keponakan aku ya sek, awas saja kalau kamu tidak menjaganya," ancam Arthur.
"Pasti Arthur," ucap Airin dengan tersenyum.
"Ya Allah aku seneng banget, meski bukan istriku aku akan ikut menjagamu," kata Arthur.
Entah mengapa Arthur sangat bahagia mengetahui kalau Airin hamil, musuh bebuyutan Airin selama bertahun-tahun kini menangis bahagia.
Tak hanya Arthur Aaron juga bahagia, dia juga memeluk Airin.
"Aku juga akan menjaga kamu, kalau Arsen macam-macam bilang saja padaku nanti aku bawa liburan ke tempat dimana aman nggak akan ada yang menemukan," kata Aaron.
"Dimana?" tanya mereka semua barengan.
"Segitiga bermuda," jawab Aaron dengan terkekeh.
Airin yang kesal mencubit perut Aaron hingga Aaron memekik kesakitan.
"Dari dulu selalu cubit perut, sekali kali yang lainnya dong," kata Arthur.
"Mas, ada aku Lo," sahut Yulia.
Semua pun terbawa termasuk Yulia, tak hanya Arthur dan Aaron kini Gabriel juga memeluk Airin, dia pun turut menjaga keponakannya meski ayahnya adalah rivalnya.
"Sudah sudah, kalian ini pada memeluk istriku tanpa sungkan sama aku," protes Arsen lalu menarik Airin dalam dekapannya.
"Oh ya apakah A4 buka lowongan personil baru?" tanya Gabriel.
Arsen, arthur dan Aaron saling pandang.
"Siapa tau jadi A5," sahut Gabriel.
"A4 tetap A4 Gabriel namun kamu tetap sahabat kami, hubungan baik tak sekedar rekan bisnis tapi lebih dari itu," timpal Arsen.
Semua asik mengobrol.
"Aku baru sadar kalau kita kena prank," kata Arthur.
"Betul, kita cemas dan khawatir la ternyata dia lagi kena kehamilan simpatik," sahut Arthur.
__ADS_1
"Kurang ajar memang, la anehnya dokter nggak bilang apa-apa," timpal Gabriel.
"Astaga, aku sampai jarang meeting, karena khawatir dengan Airin dan Arsen," imbuh Gabriel.
"Sama, kita semua kena prank," sahut Arthur.
"Jauh jauh ke Kanada untuk ngurusin orang ngidam," imbuh Arthur.
Arsen dan Airin tertawa, mereka sangat berterima kasih pada sahabat sahabatnya.
"Besok jangan lupa periksakan, ini kan baru praduga kami siapa tau salah," pesan Aaron.
"Siap Aaron," sahut Airin.
Setelah tau kalau Airin hamil, Arsen nampak sehat. Dia melepas infusnya dan minum serta makan sate seperti biasa.
Empat pria tampan ini asik mengobrol sendiri dan mengabaikan Airin dan Yulia.
"Persahabatan kalian sungguh solid, sampai meninggalkan pekerjaan demi untuk menjenguk Kak Arsen," kata Yulia.
"Kami berteman sejak dulu Yul, apalagi mereka A4 yang berteman sejak lahir," sahut Airin.
"Iya karena mama dan papa mereka berteman juga," timpal Yulia.
"Betul, tapi sebenarnya kuat atau nggak sebuah persahabatan itu tergantung dari pasangan masing-masing. Ada yang setelah menikah si pria atau si wanita melarang pasangan mereka kumpul, ketemu dan sebagiannya. Tapi emang sih pasangan tetap yang utama, tapi entahlah Yul," ungkap Airin.
"Semoga persahabatan mereka langgeng sampai tua seperti mama dan papa Mereka," sahut Yulia.
"Amin," sambung Airin.
Malam semakin larut seperti biasa, Airin sudah merasa lapar.
"Makan lagi sek," kata Arthur.
Melihat Airin yang sangat lahap dan makan porsi jumbo membuat Aaron mengerutkan alisnya.
"Jangan-jangan anak kamu kembar Airin," kata Aaron.
Airin menghentikan makanya dia menatap Aaron dengan tatapan tak biasa.
"Kembar?" tanya Airin penuh penekanan.
"Iya, tapi untunglah Arsen yang menggantikan gejala kamu coba kalau enggak pasti susah," jawab Aaron.
"Iya, kok bisa ya seperti itu?" tanya Arsen.
"Tanyakan dokter," jawab Aaron.
Arcelo mengabari lagi kalau cuaca buruk sehingga penerbangan harus ditunda.
"Kasian dia harus terdampar di negara orang," kata Arthur.
"Nggak papa anggap saja sekalian honeymoon," timpal Arsen.
Saat di Kanada malam hari di tanah air kini siang hari.
Anak-anaknya pada jalan-jalan sedangkan para papa harus mengurus perusahaan yang mereka tinggalkan.
"Mereka senang-senang kita ayahnya disuruh kerja," protes Papa sean.
"Sabar pak Sean," hibur papa Nick.
"Ya iya nik sabar masak iya aku marah-marah," timpal papa Sean.
__ADS_1
Mereka berdua asik mengobrol sembari menyelesaikan pekerjaan mereka.
"Seharunya Arthur dan Aaron sudah sampai di sini, kenapa masih belum sampai?" tanya papa Sean.
Tok
tok
Tok
Terdengar suara pintu di ketuk.
"Masuk," teriak Papa Sean.
Papa Daffa dan Papa shane masuk ke dalam ruangan.
"Hey Daffa, Shane," sapa papa Sean.
Papa Sean dan Papa Nick berdiri lalu memeluk Sohibnya.
"Ada urusan apa kalian kesini?" tanya Papa Sean.
"Tentu membahas bisnis kita Sean," jawab Papa Daffa.
"La Aaron dan Arthur mana?" tanya papa Nick.
"Kamu belum tau kalau Arsen sakit, beberapa hari ini dirawat di rumah sakit jadi Aaron dan Arthur kesana," jawab papa shane.
"Dasar anak kepret, begitu tidak ngasih kabar orang tuanya," omel papa Sean.
"Mungkin tidak ingin membuat anda mikir pak," sahut Papa Nick.
"Coba aku telpon," kata papa Sean sambil mengambil ponsel di meja.
"Besok saja pak mungkin mereka lagi istirahat karena pasti dia sana tengah malam," kata Papa Shane.
Papa sean mengurungkan niatnya untuk menghubungi Arsen.
"Semoga Arsen cepat sembuh ya Sean," doa papa Daffa.
"Iya Daffa," sahut papa sean.
Mereka berempat kini mulai membahas bisnis yang sebelumya di tangani anak-anak mereka.
Meski usia sudah tidak muda lagi namun kelihaian dalam mengurusi bisnis jangan diragukan lagi.
Dari muda bisnis adalah makanan mereka sehari-hari.
"Begini saja, nanti biar A4 nggak bingung dengan plan yang kita buat," kata Papa Sean.
"Setuju," sahut papa daffa.
Tiga jam berlalu, kini mereka asik bernostalgia dengan mengenang DSSN Muda. (Daffa, Sean, Shane dan Nick). Mereka membahas Airin yang kabur juga sehingga mereka ingin juga berlibur ke Kanada.
"Siap ayo kita ke Kanada," kata Papa Shane.
"Semangat sekali," sahut papa Nick.
"Sekalian jenguk Arsen," timpal papa Daffa.
"Iya juga, nanti kita atur jadwalnya tapi jangan bilang A4," ucap papa Sean.
"Ok," sahut DSN barengan.
__ADS_1