Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Keluar kantor


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Airin akan resign, dengan sedih dia berangkat ke kantor Arsen.


Dia tidak menyangka akan cepat keluar dari kantor yang selama ini memberinya rejeki.


Airin yang memang sudah membicarakan hal ini pada Arcelo langsung saja ke ruangan Arcelo, ternyata Arcelo sudah menyiapkan semua untuk Airin.


"Ini Airin, gaji plus pesangon kamu," kata Arcelo sambil menyodorkan amplop warna coklat.


"Terima kasih Arcelo," sahut Airin.


"Airin, jangan lupakan aku ya. Sungguh sedih sekali berpisah dengan kamu," kata Arcelo yang membuat Airin menatapnya kesal.


Bagaimana tidak mereka masih bisa nongkrong atau bertemu di luar kantor kenapa lebay sekali.


"Kamu pikir aku akan kemana? sehingga sedih seperti ini, lebay banget," kata Airin.


"Ah, biar dramatis gitu," sahut Arcelo.


Arcelo merentangkan tangannya, "Tidakkah kamu ingin memeluk sahabat plus selingkuhan kamu ini," katanya.


Airin tertawa mendengar kata-kata Arcelo, sejak kapan dia menjadi selingkuhannya.


Tanpa basa basi Airin memeluk Arcelo, dia menikmati sesaat pelukan sahabatnya tersebut.


"Aku pasti akan merindukan pelukan kamu Arcelo," kata Airin.


"Tenang, saat kamu merindukan aku sebut namaku tiga kali maka aku akan datang untuk memeluk kamu," sahut Arcelo.


"Seperti hantu saja," ejek Airin.


"Hantu, hantu. Memangnya ada hantu setampan aku," timpal Arcelo.


"Coba ikutan casting, pasti kamu akan lolos jadi hantu tertampan," kata Airin lalu melerai pelukan Arcelo.


"Brengsek kamu," umpat Arcelo.


Airin dan Arcelo terus aja mengobrol hingga Arsen menghubunginya untuk datang ke ruangannya.


"Arsen meminta aku ke ruangannya, ayo kita kesana sekalian," ajak Arcelo.


Setibanya di ruangan Arsen, Arcelo kembali lagi ke ruangannya karena lupa akan berkas yang diminta Arsen sedangkan Airin bersiap-siap untuk berkemas.

__ADS_1


"Airin, kamu mau pulang?" tanya Arsen.


"Iya, kan aku sudah resign dari sini," jawab Airin.


Melihat Airin berkemas membuat Arsen sakit, dia sungguh tak ikhlas jika Airin keluar dari kantornya.


"Aku kenapa sedih sekali," batin Arsen.


Setelah berkemas Airin mendekati meja Arsen, dia mohon pamit pada Arsen dan meminta maaf pada Arsen jika ada salah.


"Aku minta maaf juga ya Airin," sahut Arsen.


Airin tersenyum lalu berbalik dan baru beberapa langkah Arsen memanggilnya.


"Airin," teriak Arsen.


Airin menghentikan langkahnya lalu menoleh, dan saat bersamaan Arcelo akan masuk namun dia segera mundur karena tidak ingin mengganggu sayonara antara Arsen dan Airin.


Arsen langsung saja memeluk Airin, entah mengapa ingin sekali dia memeluk Airin.


Tangis Airin pecah saat Arsen memeluknya, pelukan yang sangat dia rindukan selama tiga tahun ini.


Airin tidak berkata apa-apa, dia hanya mengangguk.


Asik berpelukan datanglah Amanda, dia langsung saja melerai pelukan Airin dan Arsen.


Plak


Amanda mendaratkan tamparan di pipi Airin, dia yang sejatinya selalu dipenuhi rasa cemburu pada Airin sangat marah ketika Arsen dan Airin berpeluang apalagi Airin juga membalas pelukan Arsen.


"Amanda apa-apaan kamu," teriak Airin.


"Kamu ini datang-datang langsung main tampar," maki Arsen juga.


"Kamu belain dia?" teriak Amanda.


"Bukannya belain Airin tapi memang kamu yang salah," sahut Arsen.


Airin yang tidak ingin melihat debat Arsen dan Amanda memilih pergi namun sebelumnya dia menampar Amanda balik.


"Ini tamparan kamu aku kembalikan," kata Airin yang membuat Amanda kesakitan.

__ADS_1


"Kasih tau calon suami kamu ini Arsen jangan seenaknya memukul orang. Aku pamit, bye," imbuh Airin lalu keluar ruangan Arsen.


Arsen sangat kesal pada Amanda yang membuat acara sayonara dengan Airin berantakan padahal banyak yang ingin Arsen katakan.


"Kamu kenapa sih sayang belain wanita itu daripada calon istri kamu sendiri," omel Amanda.


"Ya karena kamu salah," sahut Arsen.


"Lagian ngapain sih kamu kesini jam aktif, bukannya kamu harus bekerja," imbuh Arsen.


"Kan hari ini kita akan melihat baju untuk nikah nanti," kata Amanda


Arsen mengusap rambutnya, dia lupa kalau ada janji dengan desainer untuk pemesanan baju pernikahannya.


"Maaf aku lupa," kata Arsen.


Amanda yang kesal menangis di sofa, sikap Arsen padanya kian lama kian acuh padanya, mungkin ini dikarenakan ingatannya pada Airin.


Arsen yang merasa bersalah menenangkan Amanda dan menghiburnya. Dia sungguh bingung apa yang terjadi dengannya.


Rasa pada Amanda setiap hari bukannya bertambah malah semakin berkurang, dan rasa acuh pada Airin malah semakin hilang yang berganti rasa peduli, perlahan rasa ini mengalahkan rasa cinta pada Amanda.


"Maaf, ayo kita pergi," kata Arsen.


Amanda melihat Arsen lalu mengangguk, dia sangat takut kalau Arsen ingat semuanya sebelum menikah, padahal hari pernikahan mereka masih dua bulan lagi.


Di sisi lain, Airin keluar kantor dengan hati yang sakit akibat perlakuan Amanda tapi dia puas juga karena sudah membalas tamparan Amanda.


************


Sepulang dari kantor, Aaron segera datang ke rumah Airin, dia sangat senang karena kini Airin sudah keluar dari kantor Arsen.


"Sayang kamu Minggu depan ajukan lamaran pekerjaan ke kantor aku ya," kata Aaron.


Awalnya Airin menolak tapi Aaron terus saja memaksa, karena hanya dengan ini dia bisa dekat dengan Airin seharian.


"Please sayang," pinta Aaron dengan puppy eyes.


"Baiklah," sahut Airin.


Aaron yang bahagia langsung memeluk Airin, dan tak henti hentinya mengecup wajah Airin.

__ADS_1


__ADS_2