
Meski belum sepenuhnya ingat tapi Arsen bisa merasakan cinta yang begitu besar untuk Airin dan rasa cintanya untuk Amanda telah menghilang dan mungkin saja kini benar-benar hilang. Dia berharap kalau pernikahannya bisa dibatalkan namun Arsen cukup malu untuk memintanya mengingat dialah yang dulu meminta pernikahan ini.
Dengan mengabaikan rasa cinta yang begitu besar kepada Airin, Arsen tetap menjalani pernikahan yang akan digelar beberapa jam kemudian.
Dia nampak tampan dengan setelan jas warna putih, begitu pula dengan Amanda yang berbalut kebaya warna putih juga senada dengan Arsen.
Amanda nampak bahagia karena hari uang ditunggu-tunggu telah tiba, dia datang ke rumah Arsen dengan orang tua serta beberapa kerabat dekat.
Berbeda dengan Amanda, Arsen nampak sedih. Dia sungguh enggan untuk menikah dengan Amanda namun bagaimana lagi, nasi telah menjadi bubur.
"Akhirnya kamu menjadi milik aku Arsen, aku sangat bahagia setidaknya beberapa jam ke depan kamu menjadi suami aku," batin Amanda dengan tersenyum.
Mama Arini mengingatkan Arsen akan cincin kawin mereka dan tanpa semangat Arsen meminta Amanda mengambilnya.
"Ambilah di laci lemari aku," titah Arsen.
Amanda pergi ke kamar Arsen, memang untuk Ijab Qabul dilakukan di rumah Arsen dilanjut resepsi keesokannya di pulau Dewata.
Amanda melihat ada satu kotak cincin dan cincin permata biru milik Airin. Amanda yang mengira kalau dua duanya adalah cincin kawin pun memilih cincin permata biru. Dia memasukkan cincin permata biru ke kotak cincin satunya.
"Ternyata dia membelikan aku cincin yang begitu indah," batin Amanda dengan tersenyum senang.
Amanda segera keluar dan bergabung, dia duduk di samping Arsen yang telah siap untuk menikah.
"Sudah cincin kawinnya?" tanya Arsen.
"Iya, ini," jawab Amanda lalu meletakkan kotak cincin di meja depan mereka.
A3 dan Airin turut hadir dengan dada yang sesak Airin mencoba menerima kenyataan kalau memang Arsen bukan jodohnya.
Aaron yang cukup tau menggenggam erat tangan Airin mencoba menenangkan Airin yang sakit hati melihat Arsen menikah dengan Amanda.
"Relakan Arsen, Tuhan telah menciptakan aku untuk kamu," kata Aaron.
__ADS_1
"Iya Aaron," sahut Airin dengan menahan air matanya. Untuk menahan air matanya Airin berusaha sangat keras. Berkali kali dia mengedipkan mata dan mendongakkan kepala semua dia lakukan supaya air matanya tidak keluar, Airin tidak ingin Aaron sakit hati.
Aaron lebih peka, dia cukup tau kalau Airin ingin menangis dan dia memaklumi akan hal itu. Bagaimanapun Aaron sadar dan paham kalau memang Airin masih menyimpan rasa untuk Arsen.
"Menangis lah kalau ingin menangis," bisik Aaron.
"Nggak kok, mata aku cuma kelilipan Aaron, hiks hiks hiks." Airin pun menangis, setelah mendapat lampu hijau dari tunangannya, air mata mengalir dengan deras bahkan diiringi isak tangis.
Sesegera Aaron memeluk tunangannya tersebut, dalam pelukan Aaron Airin menumpahkan kesesakan dadanya yang sedari tadi dia tahan.
Mendengar tangisan Airin membuat Aaron merasa sesak juga, dia semakin mengeratkan pelukannya.
Arcelo dan Arthur yang melihat Airin menangis mendekat dan berusaha menghibur, mereka berdua cukup paham akan keadaan Airin.
"Cek, malah nangis. Dasar bocil," ejek Arthur.
"Arthur!" kata Aaron yang kesal pada sahabat plus Asistennya tersebut.
Airin melerai pelukan Aaron lalu menatap Arthur dengan lekat.
"Nggak," jawab Arthur.
"Nggak salah maksunya," imbuh Arthur dengan mewek.
Arcelo dan Aaron menggelengkan kepala.
Mungkin terlihat mengejek tapi itulah cara Arthur menghibur Airin, buktinya kini Airin tertawa lepas.
"Nggak papa Airin jangan menangis, nggak dapat Arsen masih ada Aaron toh mereka berdua sama-sama Billionaire," sahut Arcelo.
Meraka berempat mencoba membuat suasana yang menyenangkan untuk Airin minimal dengan begitu Airin tidak menangis lagi.
"Nah gitu dong sek, tegar. Mantan menikah kita tu gak boleh nangis, justru kita harus buktikan kalau kita sedang baik-baik saja meski sebenarnya hati ini nggak karu-karuan," ucap Arthur.
__ADS_1
"Dengerin tu, Jerry ceramah," timpal Arcelo lalu tertawa.
Airin tersenyum, dia cukup terhibur dengan kedua sahabatnya tersebut dan calon suaminya.
"Kalian benar tidak ada alasan bagi aku untuk bersedih karena masih ada kalian untuk aku," ucap Airin.
Aaron memeluk calon istrinya lagi meski dia juga sakit tapi dia cukup pandai menyembunyikan rasa sakitnya.
Penghulu telah bersiap, wali dari Amanda juga bersiap untuk menikahkan calon mempelai.
Dengan lantang kata Ijab diucapkan dan Arsen segera menjawabnya.
"Saya terima kawin dan nikahnya Airin binti...."
Selamat malam kak.....
Dah malam Minggu lagi, maaf ya telat up nya.ππππ
Maaf nih kak ceritanya yang bikin kak semua gemes dan kesal ma aku.
Sebelumnya mau tanya nih mana yang kubu Aaron dan mana yang kubu Arsenπ
Aku sebenarnya galau kak, soalnya bingung di sisi lain aku ingin Airin ma Arsen, tapi aku juga ingin Airin ma Aaronπ€£nah kan gak hanya kak yang galau aku juga iyaπ€£π€£π€£π€£π€£.
Aku mau adakan kuis nih kak, kira-kira apa yang terjadi selanjtnya ya.
Nanti aku pilih dua komen yang mampu membuat aku bergetarπ€£π€£macam hp saja bergetar.
Jangan lupa ya kak like, komen, hadiah dan vote yang masih ada Votenya daripada kebuang mubazir kan kak.
Salam hangat untuk kak semua, cinta juga.ππππππππ
untuk pengumumannya aku umumkan besok siang ya.π€π€π€π€π€
__ADS_1
Nanti bagi yang menang aku bagi pulsa 10.000 maksih.