Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Ranjang bergoyang


__ADS_3

Arcelo dan Karin ingin cepat-cepat menunaikan ibadah selayaknya pasangan suami istri namun saat Arcelo di kamar mandi ponselnya berdering dan nampak nomor asing memanggil.


Karin awalnya membiarkan ponsel Arcelo namun ponsel tersebut terus berdering sehingga Karin pun menerimanya.


"Arcelo aku masih menunggumu di apartemen," teriak Febri dari seberang sambungannya.


Karin tersenyum dia sudah menduga kalau itulah mantan Arcelo yang tadi ada di apartemen.


"Maaf kamu baru selesai menikah dan kini mau beraksi," kata Karin lalu menutup sambungan telponnya.


Tak berselang lama Arcelo keluar dari kamar mandi, dia mendekati Karin yang memegangi ponselnya.


"Ada yang telpon?" tanya Arcelo.


"Mantan kamu," jawab Karin.


"Ya udah cuekin saja," sahut Arcelo lalu memeluk istrinya.


Mereka kini mulai melakukan ritual pembayaran kontan, awalnya hanya ingin melakukan DP namun kini menjadi anugerah yang harus membuat Arcelo bisa melakukan pembayaran kontan.


Suara-suara mulai terdengar baik dari Arcelo maupun Karin.


"Kamu siap?" tanya Arcelo.


"Siap," jawab Karin.


Mata Karin terpejam saat milik Arcelo dan miliknya menyatu. Rasa sakit kini terasa di bagian sensitifnya ketika batang keras Arcelo masuk dalam goa sempit miliknya.


"Oooouuuuhhhhh," kata Arcelo saat dia merasakan nikmat dunia.


Karin juga mendesssaaaahhh hebat.


"Sakit?" tanya Arcelo.


"Iya, tapi lanjut jangan berhenti," jawab Karin.


Arcelo pun menuruti kemauan Karin, dia melajukan pinggulnya dengan konstan dan dengan kecepatan yang sedang.


"Sayang terus, terus," kata Karin dengan mencengkeram bahu Arcelo.


Tanpa menyahut kata-kata Karin, Arcelo menambahkan kecepatan laju rudal miknya, meski SNI tapi rudal Arcelo cukup mampu membuat Karin merasakan kenikmatan yang hakiki.


Kenikmatan yang tidak duanya di dunia ini.


Kini mereka berdua sama-sama mendapatkan pelepasannya.


Tanpa mencabut miliknya Arcelo terkapar di atas Karin.


Karin yang bahagia mencium kening Arcelo.


"Im happy with you," kata Karin.


Fenomena ranjang bergoyang pun lanjut kembali, Karin dan Arcelo seakan tidak memiliki puas, mereka berdua terus panjat-memanjat tanpa punya lelah, apa mungkin begitu orang yang baru saja menikah, entahlah.


Keesokan harinya, Arcelo ijin cuti pada Arsen dan ini membuat Arsen kesal.


"Beginilah kalau Asisten menikah dengan sekertaris semua dialihkan ke bos," gerutu Arsen.


Di diami Airin membuat Arsen tidak bersemangat, dia seperti tidak bergairah untuk melakukan apa-apa.


"Ya sudah Arsen berangkat," pamit Arsen.

__ADS_1


Arcelo dan Karin juga pamit untuk pergi ke rumah Arcelo.


"Kami juga pamit, om, Tante, pa dan ma,"


Arcelo dan Karin terlihat sangat bahagia tidak seperti Arsen yang mendung.


Arcelo dan Karin sebelumya pergi ke apartemen karena beberapa barang Arcelo ketinggalan di sana.


Saat mereka masuk betapa kagetnya karena Febri ada di dalam.


"Kamu nggak pulang feb?" tanya Arcelo.


"Aku nungguin kamu," jawab Febri.


"Untuk apa?" tanya Arcelo.


"Ingin meminta penjelasan kamu Arcelo, kenapa kamu menikah tiba-tiba?" tanya Febri balik.


"Karena aku ingin menikah," jawab Arcelo.


"Lalu bagaimana dengan aku?" tanya Febri lagi.


"Kita telah usai," jawab Arcelo.


Febri yang sakit memilih keluar dan pergi dia tidak bisa terima kalau Arcelo menikah, rasa cinta terhadap Arcelo masih sama.


"Dia ngebet banget sama kamu," kata Karin dengan sewot.


"Ya memang begini kalau orang tampan banyak yang mengejar," sahut Arcelo dengan terkekeh.


Arcelo yang gemas dengan istri bulenya tersebut langsung saja menggendongnya dan membawanya ke kamar.


Dan lagi-lagi ranjang bergoyang terjadi di apartemen Arcelo.


"Kapan lagi aku bisa menghabiskan uang kamu Arsen," batin Airin.


Mama Arini yang tau kalau Airin akan pergi pun menemui menantunya.


"Hati-hati ya dan cepat kembali," pesan mama Arini lalu mencium menantunya.


Airin mengangguk dengan mata yang basah.


"Airin pamit ma," kata Airin lalu naik mobil.


Beberapa saat kemudian sampailah dia di bandara, menunggu sepuluh menitan lalu dia naik pesawat dengan kelas bisnis.


Kini perlahan pesawat sudah mulai terbang, Airin pun memejamkan matanya karena pusing dengan permasalahan rumah tangganya.


"Maafkan aku Arsen," kata Airin.


Airin mengingat kembali perlakuan Arsen yang menyakitinya.


Mungkin kelihatannya memang lebay tapi Airin ingin Arsen berubah dan memikirkan sikapnya. Dari dulu sampai sekarang Arsen selalu seenaknya sendiri.


Arsen menganggap semua akan selesai jika sudah meminta maaf, semua kesalahan yang dilakukan akan selesai jika sudah baikan tanpa mikir bagaimana untuk tidak mengulang kesalahan.


Airin pun paham kalau cinta Arsen begitu besar padanya namun terkadang sikap menyepelekan perasaan pasangan membuat Airin kesal.


Arsen selalu ingin dimengerti tanpa mau mengerti bahkan soal anak Arsen juga egois memikirkan nafffssssuuunya tanpa mikir Airin yang sudah ingin memiliki anak, mama dan Papa yang ingin meminang cucu.


Lama memikirkan Arsen, kini Airin benar-benar tidur, entah berapa lama dia tertidur hingga pramugari membangunkannya karena saatnya makan.

__ADS_1


Airin yang lapar segera melahap makanannya, entah mengapa dia sangat suka sekali dengan menu yang dihidangkan kali ini.


"Kenapa tiba-tiba aku suka makanan ini?" batin Airin yang heran bahkan dia minta nambah pramugari untuk memberinya makanan lagi.


Setelah tandas semuanya, Airin bersendawa dengan keras untung dia menutupnya dengan tas sehingga hanya dirinya yang mendengarnya.


"Tumben makan aku banyak sekali," batin Airin.


Perut yang sudah kenyang membuat Airin mengantuk kembali dia pun tidur dengan nyenyak.


Di sisi lain, Arsen yang baru pulang dari kerja harus panik karena Airin tidak ada di kamarnya, dia berlari keluar dan bertanya pada mama dan papanya namun semua menggelengkan kepala.


Dia lari dan mencari di rumah bunda namun nihil Airin tidak ada di sana.


"Kamu kemana sih sayang?" kata Arsen dengan panik.


Arsen menghubungi A4 lainnya namun mereka semua tidak tau dimana Airin berada.


Aren berkali-kali menghubungi Airin tapi tidak bisa, dia juga mengubungi bunda namun bunda juga tidak tau.


Arsen nampak frustasi, lalu dia pulang berharap sang istri ada di rumah namun tidak ada bayang-banyang istrinya di kamar.


"Apa kamu ingin pergi dari hidup aku?" tanya Arsen pada dirinya sendiri dengan menangis.


Dia tidak sanggup berpisah dengan sang istri.


"Maafkan aku," kata Arsen.


************


Selama dua puluh jam berada di dalam burung besi kini pesawat pun mendarat di Bandara internasional Pearson Toronto Kanada.


Airin turun dari pesawat dengan senyum yang mengembang. Akhirnya sampai juga di


"Welcome Kanada," kata Airin


Airin berjalan keluar dengan menyeret kopernya dia menghela nafas saat ingin berjalan tiba-tiba ada yang menabraknya.


"Maaf maaf,"


Sore kak.


Maaf baru up,✌️✌️✌️


Beberapa hari ini dibuat galau aku ma NT🤧🤧


Oh ya mau promo lagi ya novel teman aku.


jangan lupa baca 🤗🤗🤗



DOKTER MISTERIUS VS MAFIA KEJAM


(Anisyah S)



Kecelakaan pesawat membuat Vitalia mengalami hilang ingatan (amnesia), yang pada akhirnya Ia bertemu dengan keluarga barunya, mereka mengira bahwa Vitalia adalah Putrinya yang telah lama menghilang, karena wajahnya yang mirip dengan Putrinya.


Bagaimanakah Vitalia akan menjalani hidup bersama keluarga barunya??, lalu apakah Vitalia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya dan bertemu dengan musuhnya semasa kuliah di Oxford University untuk membalaskan dendamnya yang tak berujung??

__ADS_1



__ADS_2