
"Aaron ajaklah Yulia makan malam, dia tu wanita yang baik cocok buat kamu," bujuk mama Putri.
"Astaga ma, Aaron itu nggak suka ma, sama Juleha itu," sahut Aaron.
"Yulia Aaron bukan Juleha," timpal mama Putri.
"Ya itu maksudnya," ucap Aaron.
"Usia kamu sudah 27 tahun sayang, sudah waktunya menikah," bujuk mama Putri.
"OMG, usia masih 27 sudah bingung cariin anaknya jodoh," sahut Aaron.
Mama putri memasang wajah sedih, beliau menggunakan kelemahan Aaron supaya mau menerima Yulia.
Aaron yang tau mamanya bersedih memutuskan untuk bersedia mengajak Yulia makan malam.
"Baiklah baiklah," kata Aaron pasrah.
Atas perintah mamanya Aaron menjemput Yulia di rumahnya meksipun Aaron tidak suka dengan Yulia tapi Aaron sangat sopan pada orang tua Yulia maupun Yulia.
Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan, baik Yulia maupun Aaron pergi ke lamunan masing-masing dan tak terasa mereka sudah sampai di restoran.
Aaron kelaut terlebih dahulu lalu meninggalkan Yulia dibelakang.
"Mas tunggu," teriak Yulia.
Aaron tidak menggubris Yulia yang berlari mengejarnya.
"Kamu kok gitu sih mas, kenapa ninggal aku?" tanya yulia dengan nafas terengah.
Aaron hanya menatap Yulia lalu memanggil pelayan.
Aaron memesan minum dan camilan karena Aaron malas makan sedangkan Yulia memesan nasi goreng seafood dan orange squash.
"Kamu nggak makan?" tanya Yulia
"Nggak, masih kenyang," jawab Aaron.
**********
Begitulah setiap harinya, Aaron mau nggak mau selalu menuruti keinginan mamanya untuk menjemput Yulia pulang dari dari kuliah, mengajak makan dan lain-lain sehingga mama Putri dan Papa Daffa memutuskan untuk menikahkan Aaron dengan Yulia.
"Mama kenapa main nikahkan saja, Aaron ini bukan sapi ma, pa yang seenaknya saja dinikahkan dengan wanita yang nggak Aaron cintai." Aaron marah dengan kedua orang tuanya.
"Karena kamu masih memikirkan Airin jadi mama dan papa bantu kamu untuk melupakannya," sahut mama Putri.
Aaron mengusap rambutnya dengan kasar, dia tidak punya pilihan lain selain menerima pernikahan ini.
"Terserah mama saja," ucap Aaron lalu pergi begitu saja.
__ADS_1
Mama Putri ingin mengejar tapi papa Daffa melarangnya, dan dialah yang ingin bicara dengan Aaron.
Papa Daffa pergi ke kamar Aaron dan langsung saja masuk. Melihat anaknya tiduran di tempat membuat papa Daffa ikut tiduran juga.
"Papa rindu saat seperti ini Aaron, kita tidur berdua seperti dulu," kata papa Daffa.
"Ini kan sudah pa," sahut Aaron.
"Kamu sudah besar, papa rindu momen momen saat kamu bermain di pangkuan papa, rindu saat kita rebahan begini sambil melihat bintang," ucap Papa Daffa.
"Kan sekarang masih bisa pa," timpal Aaron.
"Saat Opa Oma kamu meninggal kamu sudah terlahir di dunia ini sehingga papa dan mama sudah mewujudkan keinginan mereka untuk menimang cucu," kata papa Daffa yang membuat Aaron bertambah bingung.
"Apakah kamu tidak bisa mewujudkan impian kami sebelum kami kembali? sampai kapan, kamu akan berhenti untuk tidak memikirkan istri sahabat kamu," imbuh papa Daffa.
Aaron nampak terdiam dan tak tau mau jawab apa.
"Kalau memang kamu tidak suka dengan Yulia kamu bisa mencari wanita lain yang kamu suka," pungkas papa Daffa.
Aaron menghela nafas.
"Ya sudah, mama dan papa Kan berencana menjodohkan Aaron dengan Yulia mungkin dia adalah jodoh yang terbaik untuk Aaron," kata Aaron pasrah.
"Kamu bebas menentukan pilihan kamu, nggak harus Yulia, mama juga nggak memaksa, mama cuma melihat potensi dan inner beauty dari Yulia, jika kamu mempunyai wanita lain ya silahkan kenalkan pada kami," sahut papa Daffa lalu memejamkan matanya.
Papa Daffa yang lelah malah tidur beneran di samping Aaron.
"Kebahagian kalian juga kebahagian Aaron, baiklah jika perjodohan ini bisa membuat kalian bahagia," kata Aaron.
************
Sah sah sah
Ijab Qabul telah diucapkan, Aaron dan Yulia menikah secara sederhana dan setelah menikah mereka memutuskan untuk pindah rumah, awalnya mama Putri melarang namun Aaron memaksa sehingga mau nggak mau mama merelakan anak semata wayangnya untuk tinggal sendiri.
Aaron membawa yulia ke apartemennya.
"Ini apartemen kamu mas?" tanya Yulia.
"Iya," jawab Aaron.
"Oh ya Yulia, ini kamar kamu. Untuk sementara maaf belum bisa menjalankan kewajiban aku sebagai seorang suami," ucap Aaron.
Yulia nampak sedih namun dia tidak ingin menunjukkannya pada Aaron.
"Baiklah mas," sahut Yulia lalu memindahkan koper ke kamarnya.
Malam pertama jadi malam yang kelabu untuk Yulia, karena Aaron belum siap untuk melakukan kewajibannya untuk memberi nafkah batin untuk Yulia.
__ADS_1
Sedih iya, kecewa pasti tapi Yulia juga tidak bisa memaksa Aaron toh dari awal memang Aaron tidak menginginkan pernikahan ini.
"Aku akan menunggu mas," batin Yulia.
Sepulang dari jalan-jalan ke Eropa, Arsen dan Airin pergi ke dokter untuk program hamil kerena setahun menikah namun masih belum hamil.
Dokter menyarankan untuk tidak terlalu sering melakukan hubungan badan, paling tidak 2x seminggu.
"Astaga bisa mati aku, yang setiap hari berhubungan saja aku masih kurang apalagi ini hanya seminggu dua kali," kata Arsen yang membuat dokter menggelengkan kepalanya.
Seusai konsultasi Arsen dan Airin menebus obat yang telah dituliskan dokter.
"Semoga kita segera dikaruniai anak ya sayang," kata Airin.
"Amin," timpal Arsen.
**********
Dua hari berlalu besok adalah waktu yang ditentukan untuk melakukan hubungan badan namun Arsen yang hari ini sangat menginginkannya sehingga meminta pada Airin namun Airin enggan untuk memberinya.
"Besok sayang jadwalnya," kata Airin
"Tapi aku maunya hari ini," timpal Arsen.
"Please," Arsen meminta pada Airin dengan memohon tapi karena keinginan untuk segera memiliki momongan membuat Airin menolak ajakan sang suami.
"Ya sudahlah kalau nggak boleh," kata Arsen lalu pergi keluar.
Entah mengapa dia sangat sakit hati karena penolakan Airin, dengan rasa dongkol di hatinya dia pergi ke club' Arthur untuk nongkrong bersama kawannya.
"Pengantin baru wajahnya murung sekali?" tanya Arthur.
"Lagi capek," jawab Aaron.
"Kamu juga lelah letih gitu juga Arsen," kata Arcelo.
"Biasalah masalah rumah tangga," timpal Arsen.
A4 asik mengobrol sampai lupa waktu dan para istri menunggu di rumah dengan was was karena sudah larut tak kunjung pulang.
"Kamu kemana sih sayang," gumam Airin.
Airin mencoba menghubungi Arsen namun tidak diangkat lalu dia menghubungi A3 lainnya namun sama, panggilannya juga tidak diangkat.
Lama menunggu Airin memutuskan untuk ke kamar terlebih dahulu, dia sungguh kesal pada Arsen.
Airin memejamkan mata dan akhirnya tidur juga dan satu jam kemudian Arsen pulang.
Dia yang lelah langsung saja merebahkan diri di samping Airin.
__ADS_1
Arsen menatap wanitanya namun karena masih kesal dia mengurungkan niatnya untuk mencium sang istri.