Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Bohongan


__ADS_3

"Nah kan semakin berdiri sekarang kamu harus tanggung jawab," kata Aaron.


"Mas Aaron sungguh licik banget," ucap Yulia dengan kesal.


"Ayolah sayang, udah ga tahan nih," kata Aaron.


"Ya nanti di rumah mas, masa iya di sini," sahut Yulia.


"Sekali-kali di mobil biar sensasinya berbeda sayang," kata Aaron mencoba membujuk Yulia.


"Nggak mas nggak bisa leluasa," timpal Yulia mencoba menolak.


"Ya sudah kalau gitu daripada terjadi fenomena mobil bergoyang," sahut aaron dengan tertawa.


Aaron segera melajukan mobilnya karena dia sudah tidak sabar untuk segera sampai di rumah. Hasratnya sudah di ubun-ubun, dia sungguh tak sabar memanjat istrinya.


Lagi-lagi memang begitulah, setelah pertengkaran ranjang adalah tempat yang dicari karena apapun masalahnya tetap ranjang penyelesaiannya.


Tak berselang lama mereka sampai di basemen dan setalah di rumah apa yang terjadi hanya mereka yang tau.


Di kediamannya Arsen dan Airin ribut gara-gara Arsen kurang peka dengan perasaan Airin.


Airin sudah berusaha untuk tidak cemburu namun Arsen seakan tidak peduli hal itu.


Mungkin dilihat dari kacamata Arsen, dia tidak macam-macam dengan Karin tapi dari kacamata Airin tentu ini membuatnya tak tenang.


"Terserahlah, kamu memang nggak bisa mengerti aku," kata Airin.


"Nggak ngerti gimana sih sayang, apa yang kamu minta selalu aku penuhi kenapa kamu bilang begitu?" sahut Arsen.


"Tapi kamu kenapa masih saja dekat dengan Karin?" tanya Airin.


"Astaga, kenapa sih selalu diributkan, kamu nggak punya bahan lain gitu selain meributkan aku dan Karin," jawab Arsen.


Airin hanya tersenyum.


"Up yo you lah Arsen," timpal Airin dengan pasrah.


Air mata Airin jatuh, dia sudah mentok dengan sikap Arsen, yang bisa dia lakukan kini hanya bertahan dan melawan kecemburuan ini.


Karin tak sengaja mendengar debat antara Airin dan Arsen, dia merasa bersalah. Mungkin Arsen memang tak bermaksud menyakiti Airin. Memang Arsen dan Karin sangat dekat namun kedekatan mereka dekat sebagai saudara bukan seperti yang dipikirkan Airin.


Masalah Arsen dan Airin dibawa Karin ke kantor, dia nampak sedih dan ini membuat Arcelo yang melihatnya bertanya-tanya.


"Halo Karin," sapa Arcelo.


Karin yang melamun tentu tidak mendengar sapaan Arcelo hingga Arcelo menepuk bahunya.


"Melamun," kata Arcelo.


"Eh Arcelo, ada apa?" tanya Karin.


"Kamu kenapa kok melamun?" tanya Arcelo lagi.


Arcelo duduk di bangku depan meja kerja Karin, kebetulan Arsen ada meeting dengan Gabriel dan Aaron, tiga CEO besar bertemu.

__ADS_1


Karin menceritakan masalahnya pada Arcelo, dia sungguh bingung harus bagaimana. Di indonesia temanya hanya Arsen tapi Airin salah paham padanya, dia cemburu kalau Arsen dekat dengannya.


Mendengar cerita Karin membuat Arcelo tersenyum.


"Karin, kamu ini tinggal di Indonesia yang mana kami orang sini tidak sefulgar orang Jerman, mungkin bagi kamu mencium pipi, memeluk dan beranda bareng itu hal yang lumrah namun bagi kami itu bukan lumrah lagi, apalagi Airin sangat mencintai Arsen pasti rasa cemburu itu ada," jelas Arcelo.


"Apa menurut kamu aku harus menjauhi Arsen?" tanya Karin.


"Ya nggak juga tapi dijaga sikapnya jangan terlalu dekat, apa-apa jangan Arsen, Arsen dan Arsen," jawab Arcelo.


Karin nampak memahami kata-kata Arcelo, dia pun memegang tangan Arcelo dan berterima kasih.


"Tapi Airin sudah terlanjur benci sama aku," kata Karin.


"Cari cowok, pasti berangsur rasa bencinya hilang karena dia akan percaya kalau kamu tidak ada rasa pada suaminya," sahut Arcelo.


Karin terdiam, siapa yang mau jadi cowoknya sedangkan dia tidak kenal dengan cowok-cowok Indonesia.


Tiba-tiba dia mempunyai ide.


"Bagaimana kalau kita pura-pura pacaran di depan Arsen dan Airin," kata Karin.


Arcelo membolakan matanya.


Pura-pura pacaran?


"Kamu nggak setuju ya Arcelo," kata Karin dengan bersedih.


Pucuk dicinta ulam pun tiba mungkin ini yang ada dipikiran Arcelo.


Dulu, Arcelo juga melakukan hal yang sama dengan Febri yang polos hingga dia berhasil dan membuat Febri jatuh cinta padanya.


"Latihan gimana?" tanya Karin.


"Yakin mau tau latihannya," tanya Arcelo balik.


"Iya, biar kita menjalani akting ini dengan natural," jawab Karin


"Ikut ke ruangan ku," titah Arcelo.


Kini mereka berdua pergi ke ruangan Arcelo, setibanya di ruangannya Arcelo menutup pintu lalu menguncinya.


"Kenapa di kunci?" protes Karin.


"Biar nggak ada yang masuk," sahut Arcelo.


Karin bertanya lagi bagaimana latihannya, Arcelo menaikkan dagu Karin lalu menatapnya.


"Kamu pernah berciuman kan?" tanya Arcelo.


Karin menggelengkan kepala dan ini membuat Arcelo tidak percaya, bagaimana bisa sekelas bule tidak pernah berciuman.


"Kamu ini dari planet mars ya kok cupu sekali, woy ini jaman modern, anak SMP saja udah banyak yang berciuman," kata Arcelo.


"Ceritanya panjang," sahut Karin.

__ADS_1


"Sudahlah jangan bahas itu, lalu kita mau latihan apa?" tanya Karin.


"Latihan ciuman karena menjalin sebuah hubungan itu tak lepas dari ciuman dan peluk," jawab Arcelo dengan tersenyum licik.


Arcelo memang pintar memanfaatkan momen, mumpung ada cewek yang memintanya untuk bersandiwara jadi dia tidak akan melepaskan kesempatan langka ini.


"Baiklah," kata Karin.


Arcelo mengangkat dagu Karin.


Cup


sebuah ciuman mendarat di bibir Karin, meskipun belum pernah berciuman namun setiap manusia memiliki intuisi dalam berciuman.


Arcelo melahap bibir Karin dengan lembut dan ini membuat Karin di mabuk kepayang.


Mereka berdua saling berpaut dan menyesal sehingga tak sadar kalau sedang bersandiwara.


Lama saling berpaut kini mereka menyudahi aktivitasnya.


"Gimana?" tanya Arcelo.


"Nikmat," jawab Karin.


"Aku sudah bisa jadi kita nggak usah latihan lagi," imbuh Karin.


"Gimana sih Karin, katanya nikmat sekarang malah gak mau latihan," gerutu Arcelo.


" Ngapain latihan ya langsung saja, iya kan?" tanya Karin.


Arcelo nampak tersenyum puas.


********


Di malam hari di kediaman Bryan Grup nampak Karin memakai gaun untuk pergi.


"Kamu mau kemana Karin?" tanya Airin dengan curiga dia takut kalau akan keluar dengan Arsen.


"Ada janji dengan pacar aku," jawab Karin santai.


Semua terbelangak tak percaya, cepat sekali mendapatkan kekasih memangnya siapa kekasih Karin?


"Nggak pergi dengan Arsen kan?" tanya airin dengan penuh penekanan.


"Bagaimana bisa aku pergi dengan Arsen yang sudah memiliki pasangan," jawab Karin.


Semua dibuat penasaran oleh Karin, siapa sebenarnya kekasih Karin?


Tak selang beberapa lama kemudian, Arcelo datang.


"Malam, tante, om, absen dan Airin," sapa Arcelo.


"Malam Arcelo," sahut mereka semua barengan.


"Kamu ngapain Arcelo, kita tidak ada meeting," Arsen berucap.

__ADS_1


"Aku kesini untuk menjemput cewek aku," sahut Arcelo merangkul Karin.


__ADS_2