
Sepulangnya Gabriel dan Laura, Arthur masih setia di tempat duduknya. Entah mengapa dia merasa sangat frustasi, iri melihat teman-temannya yang pada menikah.
"Entahlah pasrah saja," kata Arthur.
Seminggu kemudian Yulia mulai masuk kuliah tapi saat akan mandi Yulia merasa sangat pusing, dia mual dan muntah.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Aaron.
"Entahlah mas, sebenarnya belakangan ini aku selalu mual dan pusing," jawab Yulia.
"Kamu jangan-jangan masuk angin, gimana kalau kita ke rumah mama saja, aku pagi ini ada meeting yang nggak bisa aku tinggal," kata Aaron.
"Nggak mas, ntar malah ngerepotin mama, aku mau ke kampus hari ini," sahut Yulia.
"Sakit gini kok nekat ke kampus, udah kamu jangan membantah kita ke rumah mama, aku nggak tega ninggalin kamu sendiri di sini," timpal Aaron.
Mau nggak mau Yulia menuruti keinginan Aaron untuk ke rumah mama Putri, sesampainya di sana Aaron menitipkan Yulia pada mama dan papanya.
"Ma pa, nitip Yulia," kata Aaron.
"Boleh tapi ada upetinya," sahut papa Daffa.
"Apa pa?" tanya Aaron.
"Lama kamu nggak cium papa Aaron," jawab papa Daffa dengan terkekeh.
"Nggak nggak, nanti dua wanita di depan kita cemburu," sahut Aaron.
Aaron mencium Yulia lalu mamanya, dan ini membuat papa Daffa kesal.
"Dasar," ucap papa Daffa.
Mama putri nampak heran karena Yulia sangat pucat.
"Kita ke dokter ya Yul, mama takut terjadi apa-apa dengan kamu," kata mama Putri.
"Nggak usah ma, setiap hari memang gini, mual dan pusing," sahut Yulia.
"Muntah?" tanya papa putri.
"Iya ma," jawab Yulia.
Mama Putri nampak berseri,
"Yes," ucapnya dengan keras.
"Mas, aku senang sekali. Kita harus merayakannya mas," teriak mama putri dengan bahagia.
Yulia dan papa Daffa saling pandang, mereka heran dengan mama Putri yang tiba-tiba sangat senang.
"Kamu aneh sekali sih sayang, Yulia ini lagi sakit tapi kamu malah senang," protes papa Daffa.
"Dia bukan sakit mas tapi hamil," kata Mama Putri.
__ADS_1
Lagi-lagi papa Daffa dan Yulia saling pandang, kemudian mereka tersenyum senang.
"Yulia hamil ma," teriak Yulia.
"Dari gejalanya begitu," sahut mama Putri.
"Lebih baik kita ke rumah sakit sekarang," imbuh mama putri.
Papa Daffa mengantar Mama Putri dan yulia dia sangat senang sekali dengan kehamilan sang menantu.
"Kini tak hanya kamu yang memiliki cucu Sean, aku juga iya," batin papa Daffa.
Sesampainya di rumah sakit Mama putri dan Yulia segera menuju ruang praktek Dokter kandungan sedangkan papa Daffa menunggu di luar.
Lama menunggu akhirnya mama Putri dan Yulia keluar.
"Mas kita akan punya cucu, ternyata kehamilannya udah memasuki tiga bulan," kata mama Putri dengan memeluk Papa Daffa.
Melihat mertuanya Yulia juga ikut bahagia tapi dia juga bingung bagaimana dengan kuliahnya?
Tak hanya Yulia, Karin juga merasakan gejala-gejala kehamilan.
Mama Vani juga nampak cemas melihat keadaan sang menantu yang lemas.
"Mas, lihatlah Karin kok lemas begini," kata mama Vani.
"Kasih makan dong sayang kalau lemes," sahut papa Nick.
Karin menggeleng, entah mengapa saat mama Vani bilang makan Karin langsung muntah-muntah dan ini membuat Mama dan papa Arcelo panik.
"Kita bawa ke dokter saja sayang," kata Papa Nick.
Sepanjang perjalanan ke rumah sakit Mama Vani memijat kepala Karin, selayaknya anak kandungnya mama Vani begitu menyayangi Karin.
Sesampainya di rumah sakit mama Vani dan Papa Nick membawa Karin ke dokter umum untuk diperiksa.
"Apa yang terjadi dengan putri kami Dok?" tanya Mama Vani.
"Mohon maaf, kelihatannya kalian salah dokter," jawab Dokter.
"Maksudnya dok?" tanya Papa Nick heran.
"Putri anda tengah mengandung jadi silahkan periksa ke dokter kandungan," jawab Dokter.
Mama Vani, papa Nick dan Karin saling pandang, mereka sungguh senang sekali terlebih Mama Vani dan papa Nick.
"Lihatlah pak Sean tak hanya anda yang akan memiliki cucu tapi saya juga," batin papa Nick.
Mama Vani memeluk suaminya lalu memeluk Karin, Beliau tak henti hentinya berterima kasih pada Karin.
Mama Vani segera membawa Karin ke dokter kandungan, Beliau turut menemani Karin periksa.
"Usia kandungan sudah memasuki usia dua bulan, makan makanan yang bergizi ya Bu, jangan melakukan aktivitas yang berat dan ingin hubungan suami istri tolong dikurangin," pesan Dokter.
__ADS_1
Mama Vani mengangguk lalu membawa Karin keluar.
"Ingat Karin kurangin saingan tiap malam sama mama, kamu nggak boleh sering-sering memanjat," pesan Mama Vani.
"Nanti biar aku yang bicara dengan Arcelo," sahut Papa Nick.
Setelah memeriksakan mantu periksa membuat Papa Nick dan papa Daffa Share berita bahagia mereka ke grup keluarga yang mereka buat.
Semua nampak bahagia tak ketinggalan papa Shane dan mama Amira.
"Aku turut bahagia guys, entah kapan Arthur menikah." Isi pesan singkat papa Shane yang dikirim ke GC.
"Sabar Pak shane sebentar lagi Arthur pasti akan dapat jodoh," balas mama Putri.
Aaron dan arcelo yang mendapatkan kabar kalau istri mereka hamil tentu sangat bahagia, mereka juga pulang lebih cepat.
"Arthur kamu handle dulu ya, Yulia ternyata hamil," kata Aaron.
"Wah selamat ya Aaron, duh dah punya tiga keponakan," sahut Arthur dengan bahagia.
"Bukan tiga tapi empat, katanya Karin juga hamil," timpal Aaron.
Arthur sangat senang karena memiliki banyak keponakan tapi dia juga sedih karena belum memiliki pasangan sendiri.
Arthur yang sedikit frustasi memilih makan siang sendiri Ki kafe, tak sengaja dia melihat Ayda tengah makan juga.
Tak sengaja pandangan Arthur dan Ayda bertemu namun Ayda segera membuang pandangannya.
Sesaat kemudian datanglah Eril yang duduk bersama Ayda.
"O dia sekarang sudah memiliki kekasih," batin Arthur.
Sesuai makan Arthur kembali ke kantornya, entah mengapa Arthur merasa sakit hati melihat Ayda dengan pria lain.
"Ya sudahlah," batin Arthur.
********
Keluarga A4 mengadakan syukuran atas kehamilan Yulia dan Karin mereka semua berniat kumpul di vila papa Sean.
Yulia minta ijin untuk membawa Adya, dia dan Aaron ingin menjodohkan mereka.
Kebetulan papa Shane dan Mama Amira setuju.
Selain Ayda Aaron juga mengundang Gabriel dan Laura juga biar rame, karena bagaimanapun Gabriel bestie A4 sekarang.
"Iya kalau nggak gitu anak itu ga akan dapat jodoh," kata Papa Shane.
Yulia tentu tidak bilang kalau Athur juga ikut dia hanya bilang kalau keluarga Aaron ingin mengadakan syukuran.
Awalnya Ayda menolak namun Yulia terus memaksa dan mengatasnamakan persahabatan mereka terpaksa Ayda mau ikut.
Karena janjian dengan Ayda, Yulia dan Aaron bawa mobil sendiri dan mereka datang agak telat.
__ADS_1