Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Ke danau bersama Aaron


__ADS_3

Aaron yang penasaran akan danau yang diceritakan Airin, mengajak Airin untuk membawanya kesana.


"Hari Minggu besok kita kesana ya," ajak Aaron.


"Main lah," sahut Aaron.


"Ok," timpal Airin.


Tiga hari sudah berlalu, Jam tujuh Aaron sudah sampai di rumah Airin, dia sungguh penasaran sekali akan Danau yang menjadi favorit Arcelo oleh sebab itu pagi sekali dia sudah bersiap.


"Sayang," panggil Aoaron sambil memanggil Airin.


Aaron kini mengubah panggilannya pada Airin, ini dia lakukan supaya semua tau kalau Airin kini menjadi miliknya.


Airin yang mendengar suara ketukan segera bangun dan membukakan pintu.


"Aaron, kamu kenapa kesini sepagi ini," protes Airin dengan menguap karena airin masih mengantuk.


Mata Aaron melihat Airin dari atas ke bawah, tanpa sengaja Arsen menelan saliva yang terus keluar.


Bagaimana tidak, kelaki-lakian Aaron sedang diuji oleh Airin. Mata Aaron mendapatkan vitamin dengan memandang tubuh Airin yang mulus tak hanya itu bagian atas Airin juga tidak menggunakan pelindungnya sehingga pucuk dadanya terlihat meski ditutup sebuah tank top ketat.


Airin yang nyawanya belum lengkap mempersilahkan Aaron masuk sedangkan dia kembali tidur ke kamarnya.


Aaron yang ditinggal sendiri di ruang tamu tentu sangat kesal lalu dia menyusul Airin.


"Sayang kamu kok tidur lagi," protes Aaron.

__ADS_1


Airin tidak menggubris Aaron karena matanya memang tidak bisa diajak melek.


"Kalau kamu tidak bisa bangun ya sudah aku ikut tidur saja" kata Aaron.


Aaron ikut berbaring di samping Airin, tempat tidur yang kecil membuat mereka tidur dengan berdekatan.


Tak berselang lama, Aaron ikut memejamkan mata.


Baru saja bermimpi tiba-tiba Airin merangkul Aaron seperti guling dan kaki Airin pas tepat di bagian sensitif Aaron.


"Airin kenapa kamu membangunkannya," gumam Aaron mencoba memindahkan kaki Airin.


Baru saja berbaring, kaki Airin lagi-lagi mengenai rudalnya sehingga membuat rudal Aaron bereaksi.


"Tuh kan udah nyut nyutan," kata Aaron.


Aaron serba bingung, mau nggak aku dia beranjak dan memindahkan kaki Airin.


lama menunggu tapi Airin tak kunjung bangun sehingga Aaron masuk kembali ke kamar Airin.


"Sayang, ayo bangun. Katanya mau ke danau," kata Aaron sambil menggoyang bahu Airin.


"Astaga, baru jam lima kenapa membangunkan aku," sahutnya.


"Ini jam setengah sembilan Airin," kata Aaron.


Airin membuka matanya lalu beranjak mengambil hp untuk melihat jam.

__ADS_1


Setelah tau kalo waktu menunjukkan pukul setengah sembilan, Airin pun terkekeh.


"Maaf," katanya.


Airin turun dari tempat tidur dan mengambil air, saat dia sadar akan pakaiannya Airin berteriak lalu berlari ke kemar mandi.


"Untung Aaron coba Arsen sudah habis aku," gumam Airin lalu mandi.


Setelah melewati drama panjang seperti memasak, dandan dan debat kini mereka telah sampai di danau.


Aaron tak menyangka kalau Arcelo menemukan tempat seindah ini.


"Airnya jernih sekali kan Aaron," kata Airin.


"Iya jadi ingin mandi," kata Aaron.


"Jangan Aaron kelihatannya dalam."Airin melarang Aaron untuk mandi.


Airin berjalan dulu sampai di ujung jembatan, dia memandangi indahnya danau dan pohon-pohon yang mengelilingi danau tersebut.


Aaron juga menyusul lalu memeluk Airin dari belakang.


"I love you," bisiknya.


Airin tersenyum tapi tidak menjawab Aaron,


"Kenapa nggak dijawab," protes Aaron.

__ADS_1


"Cinta itu tidak perlu diungkapkan dengan kata-kata, aku kan bersama kamu jadi aku ini milik kamu," kata Airin.


"Bukannya ga perlu diungkap Airin tapi hati kamu masih milik orang lain, mungkin saat ini aku memiliki raga kamu tapi aku janji akan segera membuat hati kamu jadi milik aku juga," batin Aaron.


__ADS_2