Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Muntah


__ADS_3

Dengan langkah lebar Arsen datang kembali ka resepsionis untuk meminta kartu akses kamar Airin tentu pihak hotel keberatan namun lagi-lagi Arsen mengancam dan akhirnya pihak hotel memberi kartu akses dan ikut Arsen karena mereka harus memastikan keamanan tamu mereka.


Pihak hotel membuka kamar Airin, Arsen bergegas masuk. Dia melihat sang istri tidur dengan posisi meringkuk.


Arsen berjalan mendekati sang istri, matanya berkaca-kaca melihat sang istri yang sangat dirindukannya.


"Betapa aku merindukan kamu sayang," kata Arsen dengan menangis.


Di samping sang istri Arsen menangis sambil terisak kemudian dia ikut merebahkan diri di samping Airin.


Arsen terus memandangi sang istri yang tidur, meskipun sangat rindu dia tidak berani mengusik tidur Airin.


"Maafkan aku," katanya.


Tak berselang lama Airin membuka matanya, dia melihat Arsen di hadapannya.


"Aku sangat merindukan kamu Arsen hingga bayangan kamu sangat nyata di depan aku," kata Airin yang mengelus pipi Arsen.


Airin mengira kalau Arsen adalah halusinasinya saja.


"Tapi kamu sangat jahat Arsen," kata Airin.


Sekarang bukannya mengelus namun dia menampar pipi Arsen sehingga Arsen memekik kesakitan.


Airin tentu kaget kenapa bayangan Arsen bisa kesakitan. Bukannya berhenti Airin pun menepuk pipi satunya.


"Auwww sakit sayang," teriak Arsen.


Airin memundurkan tubuhnya.


"Apa dia genderuwo yang menyamar jadi suamiku?" ucapnya.


"Genderuwo, genderuwo ini aku suami kamu," kata Arsen.


Airin membuka mulutnya lebar, dia sungguh tak menyangka kalau Arsen bisa menemukannya lalu


Airin berjalan menuju jendela dan melemparkan tatapannya keluar jendela.


"Maafkan aku sayang," kata Arsen mencoba memeluk sang istri.


Airin tidak menolak dan tidak menerima pelukan Arsen.


"Sudah cukup hukumannya, aku bisa gila bila kamu meninggalkan aku sayang," imbuh Arsen.


"Tapi kamu selalu menyakiti aku Arsen," kata Airin.


"Aku janji, aku tidak akan memperbaiki kesalahan aku, jika aku menyakiti kamu lagi kamu boleh kabur lagi, uang aku kamu habiskan juga tidak apa-apa," sahut Arsen.


Arsen membalikkan tubuh sang istri dan memeluknya.


"Maafkan aku," katanya dengan menangis.


Airin mengangguk dan membalas pelukan Arsen.


Sepanjang suami istri ini saling melepas rindu.


Sejatinya dalam rumah tangga itu pasti ada masalah yang datang, sikap jengkel pada pasangan bahkan rasa kesal yang kerap membuat sikap tak peduli namun seiring berjalannya waktu pasti kesal itu pun akan menghilang.


Cinta dalam rumah tangga itu naik dan turun, hari ini turun karena bertengkar dan besok naik karena sudah baikan dan itu memang lumrah.


Lama berpelukan kini Arsen dan Airin saling berpaut, bunga cinta yang kering kini mulai segar kembali.


Setelah melepas rindu Airin membawa Arsen duduk di tepi ranjang, dia mengambil makanan yang tadi dia beli karena pasti Arsen belum makan.


"Makanlah sayang, kamu pasti lapar," kata Airin.


Arsen membuka kotak makanan tersebut dan saat mencium aromanya perutnya bergejolak.

__ADS_1


Arsen meletakkan makanannya dan berlari ke kamar mandi.


Huek huek


Arsen mengeluarkan isi dalam perutnya, Airin segera menyusul Arsen.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Airin dengan panik.


"Entah saat mencium aroma makanan itu perut aku bergejolak sungguh tak nyaman sekali," jawab Arsen.


"Aneh, kenapa ya?" kata Airin.


Dengan pelan Airin menuntun tubuh Arsen keluar kamar mandi lalu dia merebahkan tubuh lemah sang suami ke tempat tidur.


"Istirahatlah," ucap Airin.


Airin mengambil minyak kayu putih miliknya dan mengoleskannya pada Arsen.


"Udah enakkan?" tanya Airin.


"Sudah sayang," jawab Arsen.


Saat hendak beranjak Arsen menarik tangan Airin hingga Airin terjatuh di atas Arsen.


Dekat, dekat dan bibir mereka saling melu mat tangan Arsen menarik resleting Airin.


Hingga panjat-panjatan pun tidak bisa terelakkan lagi, di sisi lain Gabriel nampak cemas karena Airin belum keluar dari kamar padahal sudah waktunya makan malam.


Karena takut terjadi apa-apa Gabriel pun pergi ke kamar Airin.


Gabriel mengetuk pintu dan betapa kagetnya dia karena yang membuka pintu adalah Arsen.


"Arsen," ucap Gabriel.


"Gabriel," ucap Arsen.


"Siapa?" tanya Airin lalu menghampiri Arsen.


"Eh Gabriel," kata Airin.


Airin sebenarnya juga takut namun dia mencoba biasa lagipula dia dan Gabriel juga tidak ada hubungan apa-apa.


Dada Arsen bergejolak ingin sekali menghajar Gabriel namun dia tidak ingin membuat keadaan memanas lagi.


"Kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Arsen.


"Aku sedang meninjau proyek aku Arsen, kebetulan aku dan Airin bertemu dan kebetulan juga hotel kami sama," jawab Gabriel.


"Yakin?" tanya Arsen menekankan.


Gabriel tertawa dia tau kalau Arsen tengah cemburu.


"Yakinlah Arsen," jawab Gabriel.


Airin yang tidak ingin suasana memanas pun mengajak semua untuk makan malam lagipula dia juga sudah sangat lapar.


"Ayo," sahut Gabriel dan Arsen barengan.


Posesif Arsen keluar, dia terus merangkul perut Airin dan ini membuat Gabriel panas serta geli, sikapnya kelihatan sekali kalau lagi cemburu.


Airin memesan makanan sangat banyak dan ini membuat Arsen heran.


"Kamu makan banyak sekali?" tanya Arsen.


"Sudah biasa, nafsu makan Airin memang lagi bagus," jawab Gabriel.


"Benarkah?" tanya Arsen dengan menatap Gabriel kesal.

__ADS_1


"Iya, lihatlah pipinya terlihat tembem kan," jawab Gabriel.


Arsen menatap wajah sang istri benar saja pipinya tembem sekali bahkan tubuh Airin juga lebih berisi.


Airin yang kesal pun menatap dua Billionaire di depannya.


"Kalau ngomong terus kapan makannya?" tanya Airin dengan marah.


"Iya iya sayang, ini makan," jawab Arsen lalu melahap ikan salmon yang menjadi pilihan makan malamnya.


Saat memasukkan ikan salmon dalam mulutnya, tiba-tiba perut Arsen bergejolak hebat.


Arsen segera berlari menuju toilet, lagi-lagi dia memuntahkan isi dalam perutnya.


"Aku kenapa setiap makan selalu ingin muntah," kata Arsen dengan tubuh lemah.


Airin yang panik tidak perduli dengan toilet pria dia langsung menerobos masuk.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Airin.


"Entahlah sayang, setiap aku memasukkan makanan ke dalam perut aku, aku selalu ingin memuntahkannya," jawab Arsen.


"Coba kamu pesan makanan lain," kata Gabriel yang ikut mengejar Arsen.


"Iya," sahut Arsen.


Airin, Arsen dan Gabriel kembali ke tempat duduk mereka, Arsen memesan makanan lain dan baru sedikit saja lagi-lagi dia memuntahkannya.


Arsen sungguh lemas, dia tidak mau makan lagi berbeda dengan Airin, dia malam makan banyak sekali.


"Satu tidak ingin makan satu malam banyak sekali," batin Gabriel.


"Coba kamu minum susu Arsen," Saran Gabriel.


Arsen mencoba meminum susu dan dia tidak merasakan mual lagi.


Setelah makan mereka semua kembali ke kamar masing-masing.


Halo Kak,


gimana kabarnya?


Oh kapan hari aku nulisnya ada yang typo, kalau Airin dan Arsen satu hotel yang sama bukan satu kamar yang sama ya, dan kalau pas lihat Aurora Mereka menyewa villa dan setelah itu mereka balik lagi ke Hotel Toronto.


Maaf ya kak typo Mulu,🤗🤗🤗🤗🤗🤗💕


Oh ya mau promo lagi


Karya teman aku jangan lupa mampir ya



JANGAN HINA KEKURANGANKU


(Ocybasoaci)



Cyra adalah gadis yang terlahir dengan kelainan genetik, kebotakan semenjak lahir. keluarganya menganggap bahwa Cyra hanya membikin malu. Bahkan Cyra sering mendapatkan kekerasan dan perlakuan tidak adil dari orang tuanya.


Karena bisnis keluarganya yang terancam bangkrut, akhirnya Cyra dijodohkan dengan Naqi, cucu dari pengusaha kaya raya. Dengan perjanjian keluarga Naqi akan memberikan kucuran dana. Agar bisnis orang tua Cyra tidak gulung tikar.


Cyra selama ini dipaksa menggunakan hijab, untuk menutupi kekuranganya. Di malam pertama Naqi terkejut, dengan kondisi istrinya yang ternyata botak. Naqi marah, karena kebohongan Cyra dan keluarganya.


Lalu bagaimana nasib Cyra selanjutnya?


Akankah ia kembali mengalami kekerasan dari suaminya yang kecewa karena merasa ditipu?

__ADS_1



__ADS_2