
Melihat Arsen yang kesal membuat Arcelo tersenyum licik, dia malah sengaja merangkul Airin dengan erat.
"Kapan lagi bisa membuat kamu kesal Arsen," batin Arcelo dengan terkekeh.
"Kamu kenapa Arcelo? kenapa terkekeh seolah mengejek aku," tanya Arsen.
"Nggak papa, aku hanya senang saja Arsen karena akan kencan dengan Airin," jawab Arcelo.
Mendengar jawaban Arcelo membuat Arsen semakin kesal, dan ini juga membuat Amanda memanas.
"Dengan kamu cemburu itu tandanya kamu akan segera pulih Arsen," batin Arcelo.
Dia sungguh sangat senang Arsen segera pulih tapi di sisi lain dia juga sedih karena pasti akan ada perpecahan antara Arsen dan Aaron.
Karena sebentar lagi gelap Arcelo mengajak Airin segera pergi.
"Ayo Airin," ajak Arcelo.
***********
Sepanjang perjalan Airin nampak diam, dia masih memikirkan Arsen yang mulai kepo padanya.
"Kenapa kamu bertanya akan hubungan kita saat aku sudah memutuskan bersama Aaron, Arsen?" batin Airin.
"Sungguh egois aku jika meninggalkannya dan kembali padamu dan sungguh egois kamu jika meninggalkan Amanda demi ingin kembali padaku," Airin bermonolog dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
Arcelo tau kalau Airin memikirkan Arsen oleh sebab itu dia tidak ingin mengganggu.
Tak berselang lama mereka telah sampai di danau, matahari yang akan terbenam membuat langit nampak indah dengan warna jingga.
"Indah sekali Arcelo," kata Airin yang segera berjalan menuju ujung jembatan kayu.
Arcelo tersenyum lalu menyusul Airin.
"Aku dulu kesini bersama Febri, kami berenang juga," kata Arcelo.
"Jadi kamu mau mengenang Febri bersama aku," sahut Airin.
"Kalau kamu mau, kita bisa romantis romantisan di sini," goda Arcelo.
"Suka ngaco kalo ngomong," ucap Airin.
"Baru sampai udah mau gelap," kata Airin.
"Kita masih punya waktu setengah jam sayang untuk berduaan," goda Arcelo.
Arcelo bertanya pada Airin perihal Arsen yang mulai kepo dengan Airin, dia juga nampak kesal saat Arcelo merangkul Airin.
"Entahlah Arcelo, kamu pasti sudah tau kalau aku telah memutuskan untuk mencintai Aaron," kata Airin.
"Iya juga. Rumit sekali kisah cinta kalian," sahut Arcelo.
__ADS_1
Airin tersenyum kecut, memang kisah cinta mereka sangat rumit bahkan Arcelo takut kalau sampai orang tua Arsen maupun Aaron ikut campur apalagi Arsen menggandeng Amanda masuk kedalam kisahnya.
Baik Aaron atau Arsen adalah teman Arcelo, dia tidak bisa berpihak pada siapapun untuk saat ini meski beberapa waktu lalu Arcelo sempat kesal pada Arsen.
Arcelo hanya berharap A4 akan selalu rukun sampai kapan pun.
Langit sudah gelap, Airin dan Arcelo memutuskan pulang, dan betapa kagetnya Arcelo saat sampai di rumah Airin terlihat Aaron dan Arthur sudah menunggu di depan rumah Airin.
"Hey Arcelo, si pesek habis kamu bawa kemana?" tanya Arthur.
"Danau," jawab Arcelo dengan santai.
Aaron membolak balikkan badan Airin, dia mengecek tubuh Airin dari atas sampai ke bawah.
"Apa yang kamu lakukan Aaron?" tanya Airin.
"Ngecek tubuh kamu takutnya Arcelo menggigit kamu," jawab Aaron.
"Brengsek, kamu pikir aku apa!" sahut Arcelo kesal.
Aaron hanya tertawa.
"Posesif juga dia," kata Arthur.
"Iya, seperti Arsen," timpal Arcelo.
__ADS_1
Airin yang telah berdiri mengajak mereka semua untuk masuk dan melanjutkan mengobrol mereka di dalam.