Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Modus


__ADS_3

Semua saling pandang, tak disangka kalau Karin dan Arcelo menjalin kasih, setau mereka Karin tidak dekat dengan Arcelo.


"Sejak kapan kalian jadian?" tanya Arsen dengan heran.


"Udah lama," jawab Arcelo.


"Sejak kapan? aku tidak pernah melihat kalian bersama," tanya Arsen.


"Kamu ini kepo sekali sih Arsen," sahut Arcelo.


"Ya sudah om, Tante, Arsen dan Airin kamu pamit dulu," pamit Arcelo lalu dia dan Karin keluar.


Mama Arini dan Papa Sean nampak senang begitu pula dengan Arsen dan Airin meski mereka heran dengan jadian Arcelo dan Karin yang tiba-tiba.


Selepas kepergian Karin dan Arcelo, Arsen dan Airin pamit ke kamarnya.


"Pa, ma, kami pamit dulu ya. Ada tugas negara yang harus diselesaikan," kata Arsen dengan terkekeh.


"Palingan panjat memanjat," sahut papa Sean.


"Hehe iya pa," timpal Arsen.


"Ayo sayang kita juga ke kamar, masa iya kalah sama Arsen." Papa Sean mengajak Mama Arini ke kamar.


Mama Arini menggelengkan kepala, heran dengan suaminya yang tidak mau kalah dengan sang anak.


Arsen dan Airin menuju kamar terlebih dahulu.


"Aku harap setelah Karin bersama Arcelo kamu tidak cemburu sayang," kata Arsen dengan memeluk sang istri.


"Semua ya tergantung kamu, kadnag kamu itu ngeselin, setidaknya hargailah perasaan aku," sahut Airin.


Di sisi lain Arcelo dan Karin pergi makan berdua setelah makan mereka bingung mau pergi kemana jadi Arcelo mengajak Karin untuk ke club' Arthur.


"Bukannya ini Karin sepupu Arsen," kata Arthur dengan melihat Karin.


"Iya," jawab Arcelo.


"Wah dapat bule," sahut Arthur dengan menggunakan bahasa indo jadi Karin tidak paham.


"Mantap tu Arcelo, biasanya bule kan agresif," imbuh Arthur.


"Banget, cocok pokoknya," kata Arcelo dengan tertawa.


Karin hanya tersenyum mendengar ocehan dua orang di depannya karena mereka menggunakan bahasa indo.


Arthur yang ada acara mendadak pamit untuk undur diri terlebih dahulu dan mempersilahkan Arcelo dan Karin berduaan.


"Enjoy Arcelo Karin, aku tinggal dulu," pamit Arthur.


Kini dalam ruangan VIP khusus A4 hanya ada Karin dan Arcelo.


Arcelo dan Karin nampak diam mereka bingung mau bicara apa hingga Arcelo membuka suaranya.


"Sampai berapa lama kita akan berpura-pura Karin?" tanya Arcelo.


"Sampai Arsen dan Airin yakin kalau kita benar-benar pacaran," jawab Karin.


Arcelo melihat ada kartu di depannya, dia pun mengajak Karin untuk bermain kartu.

__ADS_1


"Mau main kartu?" tanya Arcelo.


"Tapi aku tidak bisa," jawab Karin.


"Tenang aku ajari," sahut Arcelo dengan licik.


"Yang kalah harus melakukan apa yang diminta yang menang ok," imbuh Arcelo yang disetujui oleh Karin.


Arcelo yang handal main kartu tentu membuat Karin kalah.


"Ah aku kalah," kata Karin.


"Sudah siap dengan punishmentnya?" tanya Arcelo.


"Sudah, jadi apa hukumannya?" jawab dan tanya Karin.


Arcelo meminta Karin untuk duduk di dekatnya, lalu mereka main kartu lagi, dan lagi-lagi Karin kalah.


Arcelo lalu meminta Karin untuk memijatnya, kemudian mereka main lagi dan Karin harus kalah lagi dan terus seperti itu.


"Semua sudah aku lakukan, sekarang apa lagi hukumannya?" tanya Karin.


Arcelo lalu mengangkat dagu Karin.


"Cium aku," kata Arcelo.


Karin yang merasakan nikmatnya ciuman tentu langsung mencium Arcelo, dia sangat menikmati bibir lelaki yang kini diciumnya.


"Kamu pandai juga Karin, baru belajar sekali udah handal," kata Arcelo dengan tersenyum licik.


"Masak sih Arcelo," sahut Karin.


"Apa kamu ingin belajar yang lain?" tanya Arcelo sesudahnya.


Jiwa Casanova Arcelo mencuat keluar apalagi semenjak Febri pergi saat itu dia tidak pernah sama sekali memegang wanita.


"Maksud kamu?" tanya Karin.


"Karin kamu sungguh polos sekali," ucap Arcelo dengan tertawa.


"Mau belajar lebih atau tidak?" tanya Arcelo lagi.


"Aku sih mau mau saja," jawab Karin.


Arcelo tersenyum licik, malam ini dia akan menang lebih banyak apalagi bule di depannya kini sungguh polos sekali.


Entah dia tinggal di Jerman bagian mana, Munchen? Wismar? Hamburg? entahlah.


Arcelo menaikkan dagu Karin, lalu menciumnya dengan tangan yang mulai mereeemaaaas pantat Karin.


Karin membolakan matanya, seolah terbuai Karin kini memejamkan matanya sehingga membuat Arcelo semakin jauh.


Tangan Arcelo kini beralih ke dada Karin dan lagi-lagi Karin dibuat melayang.


Arcelo menciumi leher Karin tapi dia tidak berani meninggalkan jejak di sana karena takut di sate mama Arini.


"Nice Arcelo," kata Karin dengan menikmati setiap sentuhan Arcelo.


Lama melakukan DP DP an, kini mereka menyudahi aksi mereka.

__ADS_1


"Bule ini sungguh mempesona," batin Arcelo.


Karin yang sudah terbakar hasrat meminta Arcelo untuk melanjutkan latihannya, ingin melakukan hal lebih dari DP yang diberikan Arcelo.


"Tidak bisakah kita melakukan yang lebih dari ini?" tanya Karin.


Arcelo membolakan matanya dia sungguh senang karena Karin meminta hal lebih padanya.


"Yakin mau hal lebih?" tanya Arcelo.


"Yakin," jawab Karin.


Arcelo mulai membuka resleting dress Karin, kini nampak bagian dada yang menantang mengingat dada Karin berukuran besar.


Melihat dada Karin dengan pakaian dalamnya membuat Arcelo menelan saliva.


"OMG besar sekali," batin Arcelo.


Arcelo lalu mengerjai dada Karin dan setelah selesai lagi-lagi Karin meminta hal lebih.


"Karin cukup ya latihannya," kata Arcelo.


"Kamu sudah tidak bisa memberiku pelajaran lagi? tanya Karin.


Arcelo menggelengkan kepala.


"Dasar guru gadungan," ejek Karin.


Arcelo menggaruk kepalnya yang tidak gatal, meskipun suka dp tapi Arcelo masih belum berani melakukan pembayaran kontan.


"Keperjakaanku untuk istriku nanti," kata Arcelo.


"Salut sama kamu," sahut Karin.


"Tapi kita masih bisa kan latihan Dp setiap hari?" tanya Karin.


"Kalau itu bisa banget," jawab Arcelo dengan terkekeh.


Melihat Karin dia teringat akan Febri mantan kekasihnya, dulu Febri juga sama setelah dimodusin Arcelo dia selalu meminta hal lebih pada Arcelo.


"Apa dengan pura-pura seperti ini, kita akan saling jatuh cinta?" batin Arcelo menatap Karin.


Malam sudah larut, kini waktunya Arcelo mengantar Karin pulang dia takut kalau mama Arini mengomel jika telat pulang.


Halo kak, gimana kabarnya? baik kan?


Oh ya maaf ya kalau balas komen suka telat, lagi repot nih kakπŸ€—


Hari Senin lagi nih kak, jangan lupa ya vote nya daripada kebuang sia-sia kan mending buat akuπŸ˜‚πŸ˜‚Jangan lupa ya kak sellau meninggalkan jejak, lanjut lanjut tak apalah daripada nggak sama sekaliπŸ˜‚


Kalau kak nggak ninggalin jejak dengan komen bagaimana kita bisa saling kenal? seperti pepatah tak kenal maka tak sayangπŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ™ˆ


Jangan lupa ya kak, baca, like, komen, hadiah dan vote, maksih kak 😘😘😘😘😘


terlope lope pokoknya kak semua.


Lope sekebun meski aku nggak punya kebun 😘😘😘😘🀣🀣🀣🀣🀣


Salam cinta ya kak 😘

__ADS_1


__ADS_2