
"Kamu kenapa ya Arsen, apa kerasukan jin?" tanya Arthur yang membuat Arsen menatapnya kesal.
"Bukan jin Arthur tapi genderuwo," sahut Airin dengan tertawa.
"Kalian berdua sungguh keterlaluan," timpal Arsen.
Arthur menemani Arsen sambil bercerita dan tak terasa malam hari pun datang.
Arcelo mengabarkan kalau telat mendarat di Toronto karena pesawat melakukan transit.
"Arcelo kelihatannya nanti tengah malam baru mendarat di Toronto," kata Arthur.
Airin yang sudah lapar meminta Arthur untuk mengantarnya beli makanan sekalian beli makanan untuk Arsen juga.
"Kita mau beli apa sek?" tanya Arthur
"Makanan khas indo Arthur," jawab Airin.
"Dimana?" tanya Arthur.
"Dekat kampus Toronto," jawab Airin.
Arthur dan Airin bercerita banyak, Arthur juga bertanya bagiamana bisa dia mendapatkan ide untuk berlibur ke Kanada.
"Aku kesal sama Arsen," jawab Airin dengan terkekeh.
Asik mengobrol tak terasa kini mereka telah sampai di resto, Airin dan Arthur masuk untuk memesan makanan.
Tak tanggung-tanggung Airin memesan sepuluh porsi nasi plus satenya.
"Airin kita cuma makan malam bukan hajatan," kata Arthur.
"Iya tau buat persiapan aku nanti malam, aku kalau malam selalu lapar,' sahut Airin.
"Selalu lapar tiap malam?" tanya Arthur.
"Iya Arthur," jawab Airin.
Arthur kepikiran dengan Airin yang selalu lapar, apa mungkin Airin hamil begitulah yang dipikirkan Arthur.
Setibanya di rumah sakit, Airin ikut Arthur memarkirkan mobil yang disewanya.
Parkiran jauh membuat Airin merasa pusing dan lelah.
"Kamu kenapa Airin?" tanya Arthur.
"Aku lelah dan pusing," jawab Airin.
Arthur yang melihat Airin pun jadi panik, dia membantu Airin untuk duduk terlebih dahulu.
"Aneh padahal kamu baik baik saja tadi," kata Arthur.
"Iya Arthur sebenarnya aku tidak kuat jalan jauh," sahut Airin.
Tanpa pikir panjang Arthur menggendong Airin dengan gaya ala bridal, Arsen sudah sakit tentu dia tidak ingin Airin juga sakit.
"Pegangan, atau kamu akan jatuh," kata Arthur.
Airin pun mengikuti perkataan Arthur untuk berpegangan pada dirinya.
"Jaga yang harus dijaga supaya tidak menyentuh tubuhku," seloroh Arthur.
Airin yang kesal mencubit perut Arthur.
"Aku tidak tanggung jawab kalau kamu aku jatuhkan," ancam Arthur.
__ADS_1
Airin yang takut semakin mengeratkan pegangannya.
Sesampainya di depan ruang rawat Arsen, Arthur pun menurunkan Airin.
Saat pintu dibuka nampak Gabriel duduk di sofa sedangkan Arsen memejamkan matanya.
"Gabriel," ucap Arthur yang kaget melihat Gabriel.
"Iya," sahut Gabriel.
"Kamu kok ada di sini Gabriel?" tanya Arthur heran.
"Iya Arthur aku ada kerjaan di sini dan kebetulan aku ketemu dengan Airin," jawab Gabriel.
Arthur menatap Gabriel penuh selidik, dia sedikit curiga namun dengan segera Airin membuyarkannya.
"Semua hanya kebetulan Arthur jangan curiga pada kami," kata Airin.
Arthur terkekeh sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
Airin yang lapar tak ingin ada debat lagi, dia segera membuka sate miliknya dan langsung melahapnya.
Arthur yang tau Airin makan dengan lahap hanya bisa menggelengkan kepala.
Tak cukup satu Airin pun membuka satu bungkus lagi.
"Sek, itu perut apa karet," kata Arthur.
"Kalau cuma satu bungkus kurang puas Arthur," sahut Airin.
"Apa kamu kerasukan jin Kanada Airin," timpal arthur.
"Memang Arthur makannya banyak sekali, inipun nanti beberapa jam lagi pasti minta makan lagi," kata Gabriel dengan tertawa.
"Astaga sek, mangkanya tangan aku pegal gendong kamu sebentar," sahut Arthur lalu menutup mulutnya sambil menoleh ke Arsen.
"Maaf Arsen tadi si pesek pucat dairpada kenapa-kenapa ya aku gendong saja," jelas Arthur.
"Sumpah, nyesel aku gendong dia. Badannya berat sekali tanganku sampai pegal," imbuh Arthur.
Seusai makan Airin mendekati Arsen, dia terkekeh sambil mengangkat kedua jari telunjuk dan jari tengahnya.
"Kamu mau makan sekarang?" tanya Airin.
Arsen mengangguk, Arsen yang lapar pun segera melahap sate yang dibelikan Airin.
Lagi-lagi Arthur mengerutkan alisnya.
"Ini sakit model apa sih?" tanya Arthur pada Gabriel.
"Sakit mereka memang aneh," timpal Gabriel.
"Aku curiga kalau Arsen tidak sakit," imbuh Gabriel.
Arthur dan Gabriel saling pandang, asumsi mereka sepertinya sama.
Saat bersamaan datanglah petugas rumah sakit yang membawa makanan.
Petugas kali ini berbeda dengan petugas tadi pagi sehingga dia tidak tau kalau Arsen tidak makan sup ikan.
"Ini makanan dari rumah sakit," kata Arthur lalu meletakkan makanan di meja.
Melihat Sup ikan raut wajah Arsen berubah, dia meminta Arthur untuk menjauhkannya dari dirinya.
"Bawa sana sup ini Arthur," pinta Arsen.
__ADS_1
Hanya melihat saja perut Arsen serasa diaduk, dengan cepat dia mencabut infusnya dan pergi em toilet.
Huek
huek
Huek
Arsen mengeluarkan semua makanan yang baru saja disantapnya, Airin yang cemas juga ikut berlari ke kamar mandi.
"Muntah lagi sayang," kata Airin dengan memijat tengkuk Arsen.
Airin menjatuhkan air matanya, dia tak sampai hati melihat suaminya harus terkulai lemas lagi.
Arthur dan Gabriel mencoba membantu Arsen kembali ke ranjang pasien.
"Lain kali kalau ada sup ikan tolong jangan didekatkan," pinta Arsen.
Airin menangis melihat keadaan sang suami dia takut kalau Arsen selalu begini.
"Sudah sayang jangan menangis," kata Arsen mencoba menghibur Airin.
"Aku takut," sahut Airin.
Arthur dan Gabriel saling pandang, mereka yakin kini kalau Arsen tidak sakit.
"Sudah lah sek, untuk apa kamu menangis, seharusnya kamu itu bahagia," kata Arthur.
Airin melemparkan tatapan mautnya pada Arthur, bagaimana bisa Arthur bilang harus bahagia dengan keadaan Arsen yang seperti ini.
"Bahagia dari Hongkong, suami sakit aneh begini kok bahagia," Maki Airin.
"Tapi memang kamu seharusnya bahagia Airin," kata Gabriel.
"Gabriel jangan ikut ikutan Arthur," sahut Airin.
Arthur sungguh gemas dengan manusia paling bodoh sedunia ini.
Dia pun berjalan dan menyandarkan pantatnya di ranjang Arsen.
"Kamu tuh nggak sakit tau nggak," kata Arthur.
Arsen dan Airin menatap Arthur secara bersamaan.
"Dilihat dari gejalanya fix," belum sempat melanjutkan kata-katanya seseorang membuka pintu dan bilang.
"Airin hamil,"
Malam kak, maaf ya kak up nya sekali, lagi mode oleng nih 🤣🤣🤣🤣🤣
pasti gemas ya kok oleng Mulu😂✌️
Oh ya kak mau promo lagi nih novel teman aku. baca ya kak.
APA SALAHKU TUAN
(Muda Anna)
Ningtiyas Paramitha adalah gadis 18 tahun baru lulus SMK jurusan tata busana. Dia harus menerima takdir dinikahkan siri dengan paksa oleh ayahnya dengan lelaki dewasa berumur 30 tahun dan telah memiliki istri bernama Alfarizi Zulkarnain. Kontrak nikah selama lima bulan, tetapi Neng selalu mengalami kekerasan baik lahir maupun batin. Perlakuan suami sirinya selalu melampiaskan kekesalannya akibat kesalahan istri sahnya.
Setelah empat bulan berlalu Al meninggalkan Neng begitu saja, tanpa disadari Al meninggalakan benih janin di kandungan Neng. Akhirnya Neng meninggalkan desanya yang selama ini menjadi kebanggaannya, pergi ke Jakarta untuk merubah nasib dan menyongsong masa depan yang lebih baik bersama janin yang dalam kandungan.
__ADS_1
Sayangnya takdir mempertemukan mereka kembali setelah delapan tahun berlalu. Dengan situasi yang berbeda, apakah mereka akan bersatu kembali setelah Al mengetahui memiliki keturunan. Apakah Neng menerima cinta Al?