Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Hadiah


__ADS_3

Harusnya aku yang di sana dampingimu dan bukannya dia, harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia.


Harusnya kau tua bahwa, cintaku lebih darinya, harusnya yang kau pilih bukan dia.


Sepenggal lirik yang mewakili Arsen saat ini saat melihat meja dan kursi yang akan digunakan untuk prosesi Ijab Qabul Airin dan Aaron.


"Hay guys," sapa Aaron.


"Hay Aaron," balas A3.


Aaron yang harus menyiapkan pernikahannya pamit pada sahabatnya.


"Aku tinggal dulu ya," pamit Aaron.


"Iya," sahut A3.


Arthur, Arcelo dan Arsen duduk bersama orang tua mereka.


"Arcelo persiapan bawa tisu," kata Arthur.


"Untuk apa Arthur?" tanya Arcelo dengan bingung.


"Ya nanti siapa tau bos kamu nangis," jawab Arthur.


"Jangan lupa siapkan brankar juga Pak Sean takutnya Arsen pingsan," sahut Papa Shane.


Semua mata melihat ayah dan anak yang super menjengkelkan.


"Nggak usah mulai deh Shane," kata Papa Nick.

__ADS_1


Papa Shane hanya terkekeh begitu pula Arthur.


Mata Arsen tertuju pada sebuah kamar di pojokan, nampak MUA yang keluar dari kamar tersebut.


Arsen ingin menemui Airin untuk memberikan hadiahnya. Karena dia berencana untuk pergi setelahnya, entah mengapa dia tidak ingin melihat Aaron dan Airin mengikat janji suci.


"Aku ke toilet dulu," kata Arsen beralasan.


Kamar yang digunakan Airin untuk berias terletak di bawah tangga dekat toilet tamu jadi saat Arsen masuk tidak ada yang melihatnya.


Saat Arsen masuk nampak Airin yang melamun di depan kaca.


"Airin," panggil Arsen.


Airin menoleh.


Arsen berjalan mendekati Airin yang mematung di tempatnya dia melihat Arsen dengan mata yang berkaca.


"Ini aku Arsen bukan hanya bayangan," ucap Arsen.


Seketika Airin kembali dari lamunannya, dia segera membalikkan badannya.


"Untuk apa kamu kesini Arsen, keluarlah jika Aaron masuk dia bisa marah," usir Airin.


Arsen tersenyum.


"Maafkan aku yang telah lancang masuk kamar ini tapi aku hanya ingin memberikan hadiah padamu. Aku janji setelah ini, aku tidak akan menemui kamu lagi, aku tidak akan mengusik hidup kamu dan Aaron," ucap Arsen yang membuat Airin menangis namun segera Airin menghapusnya.


"Aku akan pergi ke Jerman lagi Airin mungkin dengan pergi jauh dari kamu aku dengan muda melupakan kamu apalagi bule wanita di sana aduhai," imbuh Arsen dengan tertawa dalam tangisnya.

__ADS_1


Airin yang mendengarnya pun ikut menangis, dia juga terisak. Entah mengapa dia tidak rela saat Arsen bilang ingin pergi ke Jerman.


"Maafkan aku Airin karena lagi-lagi membuat kamu menangis, selalu jadi alasan kamu mengeluarkan air mata berbeda dengan Aaron yang bisa membuat kamu tertawa," kata Arsen.


Arsen mengeluarkan cincin permata biru dari saku jasnya. Dia membalik tubuh Airin dan menghapus air mata yang terus menetes.


"Diam lah, aku takut dimarahin Aaron karena membuat calon pengantinnya menangis," ucap Arsen.


Arsen ngomong sangat banyak sekali, semua itu dia lakukan untuk meredam kesedihan di hatinya, meredam sesuatu yang bergejolak di dadanya.


"Astaga malah terisak, woy Airin diam dong nanti Aaron marah," kata Arsen.


Airin segera menghapus air matanya dan menghela nafas mencoba menghentikan tangisnya.


"Kamu boleh pergi Arsen," kata Airin lalu dia membalikkan badan, dia berdiri di depan kaca.


"Astaga aku belum memberi cincin ini kamu main usir saja," kata Arsen dengan mata yang berkaca saat menunjukkan cincin permata pada Airin.


"Kamu tau cincin ini, adalah cincin yang aku beli saat ulang tahun kamu yang ke 23, cincin ini rencananya akan aku pakai untuk melamar kamu Airin tapi kembali lagi manusia hanya bisa berencana dan Tuhanlah yang menentukan,"


"Dan kini aku hadiahkan cincin ini untuk kamu, hadiah terindah dari mantan, hehehe." Meski hatinya sangat kacau namun Arsen berusaha menghibur diri.


"Cincin ini sangat indah Arsen, aku tidak bisa menerimanya," kata Airin.


"Cincin ini tak hanya indah tapi juga mahal," sahut Arsen.


Arsen dan Airin sama-sama diam, memori Arsen kembali ke masa itu, masa dimana dia begitu berjuang untuk mendapatkan cincin ini.


"Kamu tau Airin perjuangan aku saat itu....

__ADS_1


__ADS_2