
Semua mata memandang ke arah dua mobil sport yang terparkir di halaman kampus.
Arsen dan Arcelo keluar dulu disusul Aaron dan Arthur.
Suara teriakan dari para mahasiswi membuat suasana kampus menjadi riuh hingga satpam meminta para mahasiswa/mahasiswi untuk tidak membuat keributan.
Semua minggir saat A4 lewat, mata membola mulut membuka yang kini sedang dilakukan oleh hampir semua mahasiswi.
Di dalam sebuah ruangan, Yulia minta kepada pihak pengundang pebisnis untuk diperbolehkan bertemu dari salah satu mereka, dia sungguh ingin berbincang-bincang dan meminta tips menjadi pebisnis hebat.
"Saya mohon Bu Lia untuk berbincang dengan salah satu diantara mereka, saya ingin mengobrol langsung," pinta Yulia.
"Nanti saya tanyakan ya Yul, semoga saja mereka memiliki waktu untuk mengobrol dengan kamu," kata Bu Lia.
"Makasih Bu," kata Yulia dengan senang.
Pihak dari kampus membawa A4 ke aula karena segala sesuatunya disiapkan di sana.
Para mahasiswa/mahasiswi yang ingin mendengar pencerahan dari A4 diminta untuk datang ke aula, melihat A4 yang kece abis membuat para mahasiswi antusias untuk mendengar kiat-kiat sukses dari mereka.
"Yul, karena pembawa acara kita tidak hadir kamu ya yang menjadi host," pinta Bu Lia.
Tentu Yulia menerima dengan senang hati karena momen seperti ini langka sekali.
Yulia kini masuk aula dan betapa kagetnya dia ternyata pebisnis hebat itu salah satunya adalah suaminya sendiri.
"Mas Aaron," gumam Yulia kaget.
Aaron hanya tersenyum melihat Yulia yang memasuki Aula.
"Aaron bukannya itu istri kamu?" tanya Arsen.
"Iya," jawab Aaron.
Dengan gugup Yulia pergi di depan aula, dia memberi sambutan kepada semua yang hadir di aula dan juga pihak kampus seperti rektor, dosen dan lain lain.
"Ya sudah nggak usah lama-lama kita dengar motivasi dari mas Aaron," kata Yulia lalu menutup mulutnya.
"Ups sorry maksud saya bapak Aaron," pungkas Yulia.
Aaron maju ke depan untuk memberi motivasi pada mahasiswa/mahasiswi, dia bercerita gamblang dengan pengalamannya, intinya semua harus ditekuni karena semua nggak ada yang instan. Dan yang paling penting adalah fokus, berusaha dan berdoa.
__ADS_1
"Selain itu kita harus memiliki planning untuk diri kita ke depannya gimana," kata Aaron.
Tepuk tangan riuh terdengar, semua kagum sekali pada Aaron.
Yulia juga nampak kagum pada sang suami, selama ini dia hanya melihat Aaron yang acuh, banyak yang belum dia ketahui tentang Aaron.
Yulia terus menatap Aaron dengan tatapan tak biasa, dia merasa kalau dia adalah wanita yang paling beruntung di dunia karena memiliki Aaron.
Kini Aaron sudah dengan motivasinya namun Yulia masih melamun sambil memandang sang suami.
"Yulia," teriak Bu Lia tapi tak digubris Aaron.
Aaron memeluk jidatnya.
"Apa yang dia lakukan, begitu terpesonanya padaku," batin Aaron.
"Sayang," kata Aaron yang juga tak sengaja memanggil Yulia dengan sebutan sayang karena selama tiga hari ini dia selalu memanggil Yulia sayang karena ada pakde dan Bude.
Semua kaget pasalnya Aaron memanggil Yulia sayang, dan dengan cepat Aaron meralat ucapannya.
"Maaf maaf, saya kepikiran dengan mama tercinta saya," alasan Aaron.
Semua bersorak sehingga lamunan Yulia pecah dan dia kembali.
Kini Arthur selaku asisten menambahkan sedikit dan meminta maaf atas kata sayang yang terlontar dari mulut Aaron.
Kini giliran Arsen, melihat Arsen maju ke depan semua bertepuk tangan riuh, ketampanan Arsen membuat semua terpesona apalagi saat melihat senyumnya.
Sama seperti Aaron, Arsen menceritakan pengalaman pribadinya, bagaimana dia kuliah di Jerman dan mengurusi bisnis di sana.
"Menjadi seorang yang sukses itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, banyak proses yang harus dilalui, mungkin semua beranggapan karena semua warisan padahal tidak sesimpel itu," kata Arsen.
Tepuk tangan riuh terdengar bahkan para mahasiswa berteriak "Aku padamu pak Arsen."
Arsen juga menceritakan pengalaman saat berpacaran dulu.
"Siapa bilang anak konglomerat nggak bekerja, dulu saat saya pacaran, untuk membelikan hadiah atau memberi jatah lahir pada sang kekasih papa saya menyuruh saya bekerja hingga Pak Aaron, Arcelo dan Arthur juga bekerja," kata Arsen.
"Yang terpenting ketika kalian ingin sukses ingatlah orang yang terkasih, orang tua, kekasih, istri atau sahabat. Seperti saya yang selalu ingat orang tua, istri tercinta dan sahabat terbaik saya A4," imbuh Arsen.
Tepuk tangan semakin riuh terdengar.
__ADS_1
"Wah ternyata Pak Arsen ini sudah memiliki istri, banyak nih yang patah hati," kata Yulia.
Arsen kembali ke tempat duduknya dan Arcelo menambahkan sedikit.
Selama dua jam mendengar motivasi dari mereka kini mereka berempat diminta ke depan untuk sesi tanya jawab.
Semua bertanya pada A4 tentang pasangan masing-masing.
"Saya belum menikah," kata Aaron dengan terkekeh.
Yulia berdecak kesal, bisa-bisanya menjawab belum menikah padahal yang jadi host adalah istrinya.
Bahkan A3 menawarkan barangkali ada yang ingin jadi pasangan mereka.
Yulia sangat panas karena Aaron ikut ikutan Arcelo dan Arthur.
Acara semakin meriah saat sesi tanda tangan dan berkenalan dengan A4, tapi tidak semua diijinkan hanya beberapa saja termasuk Yulia.
"Yulia katanya kamu ingin minta tanda tangan mereka," kata Bu Lia.
Yulia memandang sinis Aaron.
"Iya Bu Lia," kata Yulia.
Yulia membawa buku catatannya dan meminta tanda tangan A4.
"Istri kamu manis sekali Aaron," bisik Arsen.
"Istri kamu lebih manis dan menggemaskan Arsen," balas Aaron.
"Duh yang minta tanda tangan suami sendiri," bisik Arcelo.
"Lagian nggak tau kalau motivatornya kalian," sahut Yulia.
Setelah sesi tanda tangan akan ada sesi dimana bisa mengobrol berdua dengan A4, diambil lima perwakilan salah satunya Yulia, awalnya A4 mengobrol satu-satu dengan mahasiswa karena waktu yang mepet akhirnya setiap personil A4 mengobrol dengan satu mahasiswa.
Yulia dapat undian mengobrol dengan Aaron suaminya sendiri.
"Jadi kamu ingin sekali mengobrol denganku?" tanya Aaron.
"Jangan GR, aku tidak tau kalau A4 yang kesini," jawab Yulia ketus.
__ADS_1
"Kalau ketus manis juga," goda Aaron.