
"Mas besok pak De dan Bude aku yang dari Surabaya akan datang dan ingin menginap di sini," kata Yulia.
Aaron yang sedang minum air jadi tersedak.
"Kenapa harus menginap? kan kamar cuma ada dua, mereka mau tidur dimana sih Yulia," kata Aaron dengan mengusap tengkuknya.
"Masa iya aku bilang gak boleh menginap sih mas," sahut Yulia.
"Kenapa nggak menginap di rumah kamu?" tanya Aaron.
"Mana aku tau mas," jawab Yulia dengan menunduk.
Dia sungguh merasa tidak enak dengan Aaron si pemilik rumah apalagi rencananya pak de dan bude menginap paling tidak tiga hari.
Ting tong
Terdengar bel berbunyi.
"Coba buka pintunya itu siapa," titah Aaron.
Yulia segera membukakan pintu, dan ternyata pakde dan Bude yang datang.
"Lo bude Alfie dan pakde Bejo kok sudah sampai? katanya besok?" tanya Yulia kaget.
"Sudah nggak sabar lihat suami kamu nduk," jawab bude.
Yulia mempersilahkan Bude dan Pakde masuk.
Aaron yang tau kalau yang datang adalah pakde dan Bude Yulia mengusap rambutnya dengan kasar.
"Shiiiittt, kok udah datang sih," gerutu Aaron namun meskipun begitu Aaron segera menghampiri Pakde dan bude.
"Ini nduk suami kamu?" tanya bude
"Iya bude," jawab Yulia.
Aaron tersenyum lalu mengangguk, dia mencium penggung tangan bude dan pakde Yulia secara bergantian.
"Ya Gusti ganteng banget seperti artis Yo pak," kata Bude.
"Artis siapa bude?" tanya Aaron.
"Mekel jeksen," jawab Bude asal, bagi bude Alfie bule sama semua wajahnya dan yang kebetulan bude hafal adalah mekel jeksen.
"Wao king pop," sahut Aaron dengan tertawa.
"Ya sudah pakde dan Bude Aaron kerja dulu," kata Aaron.
"Mas kamu kan CEO, please nggak usah kerja ya hari ini, Bude dan Pakde jauh-jauh dari Surabaya lo," bujuk Yulia.
"Iya Aaron," timpal pakde.
Mau nggak mau Aaron membolos hari ini.
Yulia segera membawa pakde dan Bude ke kamarnya namun saat membuka kamar dia lupa kalau masih ada bajunya.
"Astaga aku lupa," batin Yulia.
__ADS_1
Bude dan pakde nampak heran, kenapa barang-barang Yulia ada di kamar sebelah.
"Kalian tidur terpisah!" kata Bude
Aaron dan yulia saling pandang kemudian terkekeh. Aaron yang tidak ingin ada masalah segera mendekat.
"Jadi kemaren tu Yulia marah sama Aaron bude, dia pindah ke kamar ini, sudah Aaron bujuk berkali kali tapi tidak mau ya sudah." Aaron beralasan.
Yulia menatap Aaron dengan kesal bisa-bisanya mengarang cerita yang menjijikan seperti itu.
"Gak boleh gitu nduk, meskipun marah tapi nggak boleh tidur terpisah. Kamu tau nggak kalau suami istri marahan itu berakhir di ranjang la kalau istrinya malam milih kabur masalah itu nggak akan selesai-selesai," pesan Bude.
"Iya bude," ucap Yulia.
"Ya sudah mas Aaron sayang tolong dibawa ya koperku maaf karena tidak menurut pada suami," lanjut Yulia sambil menatap Aaron dengan menaikkan alisnya.
"Wanita ini," batin Aaron dengan menghela nafas.
Mau nggak mau Aaron memasukkan koper Yulia ke kamarnya.
"Kali ini kamu tidur di sofa," kata Aaron.
"Iya mas," sahut Yulia lalu keluar.
Yulia pergi ke dapur untuk masak tapi dia lupa kalau di dapur tidak ada apa-apa.
"Ah lupa kalau nggak ada apa-apa," kata Yulia.
Yulia kembali lagi ke kamar, dia mengambil dompet serta kunci mobil.
"Mas aku pamit ke market bentar ya," pamit Yulia.
Yulia segera keluar dan tak berselang lama dia kembali dengan belanjaan yang banyak ditangannya.
"Kamu belanja sendiri? Aaron tidak mengantar?" tanya Bude.
"Mas Aaron ada meeting bude, lagian belanja gini pasti bisalah sendiri," jawab Yulia.
Yulia membeli banyak makanan, dia ingin memasak spesial untuk bude dan pakde, kalau Aaron entah kan dia selama ini tidak pernah makan masakan Yulia.
Kini aneka masakan tersaji di meja makan, Bude dan Pakde sudah tidak sabar untuk menyantap masakan Yulia.
"Mana Aaron?" tanya bude.
"Masih di dalam bude, coba Yulia panggil," jawab Yulia lalu masuk kamar.
Yulia menghampiri Aaron yang sibuk di meja kerjanya.
"Mas kamu nggak makan?" tanya Yulia.
"Nggak, kamu makan saja dulu pasti bude dan pakde kamu lapar," jawab Aaron.
"Kamu nggak lapar?" tanya Yulia
"Nggak," jawab Aaron.
Saat Yulia akan pergi tiba-tiba terdengar bunyi Kruk kruk.
__ADS_1
Yulia tersenyum lalu menoleh.
"Lapar kan," kata Yulia.
"Nggak," sahut Aaron yang masih terlihat santai.
"Udah ayo makan, hormati dikit napa bude dan pakde aku," ajak Yulia dengan menarik tangan Aaron.
"Iya-iya sabar dong Yulia," ucap Aaron.
Mereka berdua keluar dari kamar dan segera menuju ruang makan.
Aaron duduk dan Yulia melayaninya, inilah pertama kalinya Yulia melayani sang suami.
Aaron memasukkan suapan pertama di mulutnya, matanya pun membola sedangkan mulutnya dengan pelan merasakan nikmatnya masakan sang istri.
"Masakan kamu enak juga ya Yulia," kata Aaron.
"Memangnya kamu belum pernah merasakan masakan istri kamu?" tanya bude.
"Kamu nggak pernah masak ta Yulia," sambung pakde.
"Yok opo seh Yul, Yul, kamu ini sudah bersuami nduk setiap hari harus memasak untuk suami kamu," imbuh Bude.
Yulia hanya tersenyum ketir dengan menatap Aaron sedangkan Aaron puas karena lagi-lagi telah membuat Yulia dimarahi budenya.
"Maklum lah bude namanya pengantin baru kan bawaannya pengen di kamar melulu jadi malas masak. Apalagi mas Aaron suka sekali delivery order," ungkap Yulia.
"Oalah ngono ta ceritane, yowes lah sekarep kalian nek gitu," ucap bude.
( oalah begitu ceritanya, ya sudah terserah kalian kalau gitu)
Aaron minta nambah pada Yulia, tanpa dia sadari dia meminta dengan manja.
"Nambah lagi dong sayang," kata aaron yang membuat Yulia tersenyum senang.
Yulia segera menambahkan nasi dan rawon di dalam piring Aaron, dan dengan lahap dia menghabiskan makannya.
"Sayang aku mau lagi dong tapi sekarang sama kare ayamnya," kata Aaron.
Dengan senang Yulia menambahkan nasi ke piring Aaron, bude Alfie dan pakde Bejo nampak bahagia melihat keponakannya bahagia.
Awalnya bude Alfie nampak was was karena Yulia dijodohkan dengan seorang bos besar namun kini was was itu hilang sudah karena Aaron tidak seperti yang beliau pikiran.
"Alhamdulillah ya pak keponakan kita dapat paket komplit, tampan, tajir, baik, sopan dan lain-lain," puji bude yang membuat Aaron tersenyum.
Sore harinya Arthur datang ke apartemen untuk memberikan berkas pada Aaron, dia membutuhkan tanda tangan Aaron secepatnya.
"Ini siapa Aaron kok cakep tenan," puji bude.
"Ini Arthur bude asisten Aaron di kantor," kata Aaron.
"Halo bude, how are you?" tanya Arthur
"Lo alah yok opo to Iki, kan bude nggak bisa bahasa Inggris," kata Bude.
(Lo alah gimana sih ini kan bude nggak bisa bahasa Inggris)
__ADS_1
Arthur hanya tertawa begitu pula Aaron.