Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Kedatangan Karin


__ADS_3

"Udah mas sana, nanti malam deh sepuasnya," Yulia meminta Aaron segera pergi karena takut ada yang lihat.


"Cium dulu," goda Aaron.


"Ih mas Aaron, sejak kapan sih kaya gini," teriak Yulia sambil mendorong tubuh Aaron supaya pergi.


Aaron pergi dengan senyum-senyum entah mengapa dia sungguh gemas sekali dengan istrinya, tak hanya Aaron Yulia juga begitu senyum-senyum sendiri seperti orang gila.


"Woy, senyum senyum sendiri," teriak Ayda dengan menepuk bahu Yulia.


Yulia tersentak kaget jangan-jangan Ayda melihat Aaron.


"Nggak kok," sahut Yulia.


"Tu ngapain pak Aaron disini?" tanya Ayda.


Yulia menyipitkan mata, ternyata Ayda tau kalau Aaron disini.


"Nggak tadi pak Aaron tanya toilet pria," jawab Yulia berbohong.


"Awas kalau kamu suka ma dia, karena dia itu gebetan aku," kata Ayda dengan tertawa.


"Enak saja, dia itu suami aku," batin Yulia.


"Jangan ngayal deh nanti jatuh," sahut Yulia dengan tertawa.


Yulia dan Ayda tertawa sepanjang lorong lalu kembali bergabung teman-temannya.


"Pak Aaron karena anda donatur kami jadi mohon untuk meluangkan waktu setiap dua minggu sekali datang ke kampus," kata pak Rektor.


Sebenarnya Aaron enggan untuk datang tapi untuk bisa menemui istrinya Aaron bersedia.


"Baiklah," kata Aaron menyanggupi.


Maya ditunjuk oleh pihak kampus untuk mendampingi Aaron saat ada di kampus dan ini tentu membuat Maya bahagia karena Maya sangat mengagumi Aaron.


Maya adalah teman Yulia, dia selalu ingin bersaing dengan Yulia dari segala hal dan saat ditunjuk oleh pihak kampus untuk mendampingi Aaron dia sangat bahagia.


"Lihatlah Yul, aku kan yang ditunjuk untuk mendampingi Pak Aaron," batin Maya dengan melirik Yulia.


Karena acara sudah selesai Aaron pamit undur diri. Maya pun ikut berdiri untuk mengantar Aaron keluar.


"Saya antar pak," kata Maya.


"Nggak usah repot, oh ya nona Yulia bisakah anda mengantar saya karena ada yang ingin saya bicarakan sebentar," ucap Aaron yang membuat Maya kesal.


"Baiklah pak Aaron," timpal Yulia.

__ADS_1


Yulia dan Aaron berjalan meninggalkan Aula.


"Jangan ganjen-ganjen ma Maya," kata Yulia.


"Kenapa?" tanya Aaron.


"Cemburu?" sambungnya.


"Ih ngapain cemburu," ucap Yulia.


Sesampainya di parkiran, Aaron meminta Yulia untuk masuk mobil, kebetulan parkiran kampus juga lagi sepi.


"Mau ngapain sih mas?" tanya Yulia.


"Cium kamu," jawab Aaron.


Aaron ingin mencium bibir Yulia namun dengan cepat Yulia menghindar.


"Eits, tunggu dulu. Nanti malam saja," kata Yulia lalu keluar mobil.


Aaron hanya tersenyum, bisa-bisanya dia meminta ciuman pada Yulia.


Yulia segera berlari takut kalau Aaron mengejarnya.


********


Siang hari di Bryan Grup, Airin datang untuk membawakan makan siang sang suami namun ternyata Arsen sudah berangkat untuk menjemput Karin.


"Arsen keluar," sahut Arcelo.


"Iya dia mau jemput sepupunya yang datang dari Jerman," kata Airin dengan lemas.


"Kamu cemburu ya kok lemas gitu," goda Arcelo.


"Nggak ngapain cemburu," sahut Airin dengan mencubit perut Arcelo.


"Kamu suka sekali cubit perut aku, mau aku bukakan?" Arcelo semakin menggoda Airin.


"Ya bukakan saja, mumpung gak ada Arsen." Airin tak mau kalah.


Arcelo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Oh ya Arcelo kamu sudah makan?" tanya Airin.


"Belum," jawab Arcelo.


"Kita makan berdua yuk, paling Arsen nanti makan ma Karin kafan itu," ucap Airin.

__ADS_1


Arcelo tertawa ngakak dengan sebutan yang Airin berikan untuk Karin, ada ada saja. Mana ada Karin kafan yang ada kain kafan.


Arcelo dan Airin pindah ke ruangan Arcelo, mereka makan berdua sambil mengobrol.


Baik Airin maupun Arcelo merindukan momen berdua di kantor dulu.


"Kata papa, Karin akan kerja di sini, memangnya sebagai apa?" tanya Airin.


"Kalau nggak manajer ya sekertaris Arsen," jawab Arcelo.


"Mejanya juga satu ruangan dengan Arsen?" tanya Airin.


"Mungkin," jawab Arcelo.


"Tenanglah Airin, Arsen kan sangat mencintai kamu jadi nggak mungkin dia ke lain hati," hibur Arcelo.


"Iya sih," sahut Airin.


Seusai makan siang, Airin pamit pulang. Saat di loby dia berpapasan dengan Arsen yang datang dengan Karin.


Airin pura-pura tidak tau dan langsung keluar, memang tak bisa dipungkiri Karin sangat cantik, nampak mereka bercanda bersama.


"Haduh ngapain sih aku mikir yang nggak nggak," kata Airin lalu membawa mobilnya keluar kantor Arsen.


Sore hari datang dengan cepat, Arsen pulang dengan Karin, di teras ada papa dan mama yang sudah menunggu kedatangan Karin.


"Hai Karin," sapa papa Sean.


"Hai om Sean," balas Karin.


"Hai Tante," sapa Karin.


"Hai karina kapur," balas mama Arini dengan menggoda Karin.


Karin mendatangi Airin yang berdiri di ambang pintu.


"Ini pasti Airin," kata Karin.


Arsen segera memeluk istrinya.


"Iya, cantik kan?" kata Arsen.


"Banget," sahut Karin.


Mama Arini menggiring semua orang ke meja makan karena pasti Karin dan Arsen sudah lapar.


Setelah makan Arsen menemani Karin mengobrol sedangkan Airin memilih di kamar.

__ADS_1


Entah mengapa melihat Arsen dan Karin bercanda bersama membuatnya kesal.


"Dasar Karin Kafan, awas kamu kalau sampai macam-macam ma suami aku," gumam Airin.


__ADS_2