
"Bukannya ga perlu diungkap Airin tapi hati kamu masih milik orang lain, mungkin saat ini aku memiliki raga kamu tapi aku janji akan segera membuat hati kamu jadi milik aku juga," batin Aaron.
Aaron mendekap Airin dengan erat sembari tak henti-hentinya mengucapkan betapa bahagianya memiliki Airin.
"Sayang, please cintai aku sedikit saja," pinta Aaron dengan berbisik.
Airin tidak mengatakan apa-apa, dia hanya mengangguk lalu mengeratkan pelukan Aaron.
Airin menjatuhkan air matanya, Aaron benar-benar menawan dirinya.
"Meski aku tidak mencintai kamu tapi aku akan menemani kamu Aaron," batin Airin.
Karena lelah berdiri mereka memutuskan untuk duduk sambil menggantungkan kaki mereka.
Aaron menjatuhkan kepalanya di bahu Airin sambil memegang tangan Airin.
"Biasanya cewek yang manja seperti ini," kata Airin.
Aaron tersenyum namun tidak merubah posisinya sedikit pun.
"Cewekku tidak mau manja-manja dengan aku, entah mengapa sikapnya padaku sungguh dingin," sahut Aaron dengan menyindir Airin.
Airin mengusap pipi Aaron
"Maafkan aku," kata Airin.
"Kamu menginginkan kehangatan?" tanya Airin.
Aaron mengangguk
"Kencani kompor dijamin hangat bahkan panas," kata Airin dengan tertawa.
Aaron yang kesal mengangkat kepalanya dan pura-pura merajuk.
"Gitu," sahutnya.
Melihat Aaron yang kesal membuat Airin terkekeh lalu meminta maaf namun Aaron tidak mau memaafkannya.
"Nggak," ucap Aaron.
"Cie ngambek," goda Airin tapi Aaron tetap diam.
Airin menghela nafas
__ADS_1
"Ya sudah apa yang harus aku lakukan? untuk mendapatkan maaf dari kamu," tanya Airin.
Aaron tersenyum licik lalu menatap Airin dan menunjuk bibirnya.
Melihat tangan Aaron yang menyentuh bibirnya membuat Airin membolakan matanya.
"Kamu mau ciuman?" tanya Airin.
"Aku mau pautan bukan hanya ciuman," jawab Aaron.
Airin membolakan matanya lagi, bagaimana bisa Aaron menginginkan hal itu.
"Ya sudah kalau gak mau," kata Aaron.
"Baiklah baiklah," ucap Airin.
Perlahan Airin mendekatkan bibirnya dan pautan terjadi antara mereka.
Tanpa melepas pautan mereka, Aaron menidurkan Airin, melalui bahasa tubuhnya Airin menolak tapi Aaron tidak menggubris penolakan Airin.
Aaron juga meninggalkan jejak cintanya di leher Airin.
"Aaron sudah," pintanya.
Aaron enggan untuk melepaskan Airin, dia semakin erat memegangi tangan Airin dan tak membiarkan Airin mengganggu kesenangannya.
Lama melukis tanda cintanya kini Aaron beranjak.
"Maaf Airin aku khilaf," ucapnya berbohong padahal dia tidak khilaf sama sekali.
"Kamu nggak marah kan? kan hal ini wajar dilakukan pasangan kekasih," imbuh Aaron.
Mendengar kata-kata Aaron membuat Airin tidak jadi marah, dia juga membenarkan perkataan Aaron, memang wajar pasangan kekasih melakukan hal ini bahkan panjat memanjat juga wajar tapi dosa tanggung sendiri dan tidak dilimpahkan pada orang lain.
"Karena sudah memberi jatah, jadi aku maafkan," kata Aaron.
"Eh jatah apaan," protes Airin.
"Mulai saat ini kamu harus memberi aku jatah," kata Aaron.
Kata-kata Aaron seperti kata-kata Arsen dulu yang memaksa dirinya memberi jatah tiga kali sehari dengan dalih supaya kebutuhan vitamin C nya tercukupi.
"Kamu ada-ada saja Aaron," kata Airin.
__ADS_1
Di sisi lain, Arsen mengajak Amanda ke apartemennya yang dulu di tempati Airin, mama Arini sengaja meminta Arsen kesana supaya Arsen ingat.
"Ini kamar kamu sayang?" tanya Amanda.
"Kata mama sih begitu, tapi aku sendiri nggak ingat," jawab Arsen.
Di meja riasnya masih ada parfum dan peralatan rias Airin, dan ada juga beberapa pakaian Airin dan Arsen di sana dan yang membuat Amanda kesal, ada foto mesra Airin dan Arsen.
"Airin pernah tinggal di sini?" tanya Amanda dengan kesal.
"Mana aku tau," jawab Arsen.
Serpihan-serpihan dirinya dan Airin membuat Arsen merasakan sakit di kepalanya, untung Amanda membawa obat penghilang nyeri.
"Bawa aku rebahan Amanda," pinta Arsen.
Amanda membawa Arsen ke tempat tidur dan di atas nakas nampak foto Arsen dan Airin yang begitu mesra.
"Airin aku tidak akan mengalah padamu, Arsen adalah milik aku," batin Amanda lalu meletakkan foto Arsen dan Airin ke tempat sampah.
Arsen yang tau kalau Amanda membuang fotonya pun protes.
"Kenapa dibuang?" tanya Arsen.
"Menurut kamu aku harus melihat foto itu terus," jawab Amanda dengan pura-pura sedih.
Melihat amanda sedih membuat Arsen merasa bersalah lalu membawa Amanda dalam pelukannya.
"Maaf," kata Arsen.
"Nggak," sahut Amanda.
"Lalu?" tanya Arsen.
"Cium," jawab Amanda dengan terkekeh.
"Kamu nakal ya," timpal Arsen.
Amanda tertawa.
Kini Arsen dan Amanda saling berpaut dan Amanda membuat tanda cinta di leher Arsen, awalnya Arsen menolak tapi Amanda bersikeras untuk melukis tanda cintanya di leher Airin.
Dia sengaja melakukan itu untuk membuat Airin cemburu dan sadar kalau Arsen adalah miliknya.
__ADS_1
Airin dan Arsen telah mendapatkan tanda cinta dari pasangan mereka masing-masing.
Lalu bagaimana reaksi mereka saat melihat tanda cinta tersebut?