
"Maaf maaf," kata pria tersebut.
Airin menoleh.
"Gabriel," teriak Airin.
Gabriel kaget kenapa Airin ada di Kanada.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Gabriel.
Airin nampak pucat, dia takut kalau Gabriel memberi tahu Arsen kalau dirinya tengah di Kanada.
"Gabriel please, jangan beritahu Arsen," pinta Airin dengan tatapan mata memohon.
Gabriel tersenyum, justru dia sangat senang bila bisa berdua dengan Airin di Kanada.
"Aku janji nggak akan memberitahu Arsen," kata Gabril dengan tersenyum licik.
Gabriel mengantar Airin ke hotelnya dan kebetulan juga Gabriel juga di kamar hotel yang sama.
"Aku juga nginap di sini Airin?" kata Gabriel.
"Benarkah," sahut Airin berbinar.
Airin yang lelah segera check in dan masuk ke dalam kamarnya dan saat mencium aroma kamar hotel, Airin segera merebahkan diri dan mencium dalam-dalam bau kamarnya.
"Astaga seger sekali baunya," kata Airin.
Airin mengerutkan dahinya, sejak kapan dia menyukai aroma aroma seperti ini.
Adanya Airin di Kanada dibuat kesempatan oleh Gabriel, seusai meninjau proyeknya Gabriel mengajak Airin untuk melihat Aurora.
"Kamu yakin ingin melihat Aurora?" tanya gabriel.
"Yakin lah Gabriel," jawab Airin.
"Kita nanti tidurnya di mobil ya," kata Gabriel.
"Ok," sahut Karin.
Gabriel dan Karin pergi ke sebuah tempat di mana mereka bisa melihat Aurora Borealis di sana.
Airin nampak senang bisa melihat Aurora di Kanada namun sayang dia tidak melihat keindahan alam tersebut dengan orang yang dicintainya Arsen.
"Kamu kenapa murung?" tanya Gabriel.
"Tidak apa-apa," jawab Airin mengelak.
Gabriel cukup tau tapi dia tidak ingin mengejar dengan pertanyaan berikutnya karena takut membuat Airin semakin murung.
"Kamu kenapa tidak menikah Gabriel?" tanya Airin.
"Bagiamana mungkin aku menikah jika orang yang aku cintai adalah milik temanku sendiri," jawab Gabriel.
"Oh ya Airin apa kamu ingin terus bersama Arsen?" tanya Gabriel yang membuat Airin menoleh.
"Iya, kenapa?" tanya Airin balik.
"Tidak apa-apa, jika saja kalau kamu ingin pelarian aku siap menjadi...." belum sempat meneruskan kata-katanya Airin sudah memotong.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak ingin meninggalkannya ataupun berkhianat aku hanya ingin menenangkan diri saja, aku hanya ingin Arsen sadar akan perbuatannya yang selalu meremehkan perasaanku," potong Airin yang membuat Gabriel terdiam.
"Dari dulu dia selalu seenaknya, selalu memaksakan kehendaknya padaku tanpa pernah berfikir dulu," imbuh Airin.
Gabriel tersenyum lalu melempar tatapannya ke langit. Cintanya pada Airin seperti Aurora yang mana sangat indah hanya bisa dilihat tapi tidak bisa dimiliki.
Airin yang sudah lelah memutuskan untuk istirahat, mereka menyewa sebuah villa kecil dua kamar untuk menginap.
Malam-malam Airin merasa sangat lapar, dia berjalan pergi ke dapur tapi hanya ada roti dan air minum.
"Lapar sekali aku," kata Airin
Entah mengapa Airin malah menangis, Gabriel yang kebetulan belum tidur mendengar Airin menangis pun keluar dari kamarnya.
"Kamu kenapa Airin?" tanya Gabriel yang cemas.
"Aku lapar," jawab Airin.
Gabriel mengerutkan alisnya, heran pada Airin kenapa lapar saja membuatnya menangis.
"Diam ya, akan aku belikan makanan dia mini market dekat sini," kata Gabriel.
Airin mengangguk senang, tingkahnya seperti anak kecil dan ini membuat Gabriel sangat gemas pada Airin.
"Kamu tunggu sebentar ya, aku akan beli dulu," kata Gabriel.
"Ikut," kata Airin.
Gabriel tersenyum lalu mengajaknya, dalam mobil Gabriel mengerutkan alisnya, dia heran dengan perubahan Airin yang agak berbeda dari sebelumnya.
Setibanya di mini market Airin membeli banyak makanan, banyak sekali yang dibelinya.
"Iya," jawab Airin.
Airin memasukkan tangan ke dalam sakunya dan dia membolakan mata saat tidak menemuka dompetnya.
"Gabriel dompet aku ketinggalan," kata Airin.
"Siapa yang menyuruh kamu untuk bayar sendiri?" tanya Gabriel.
"Ya sudah kamu bayar ya," jawab Airin.
Setelah mendapatkan makannya, Airin kembali masuk ke mobil begitu juga dengan Gabriel.
Tak sabar nunggu sampai di rumah Airin memakan beberapa makanan di mobil.
Gabriel lagi-lagi tersenyum melihat Airin.
"Menggemaskan sekali," batin Gabriel.
Di sisi lain, Arsen nampak frustasi. Dia dan A4 lainnya terus mencari Airin, mulai dari bandara, pelabuhan, stasiun dan juga terminal namun Airin tidak meninggalkan jejak sama sekali.
Arsen yang sudah putus asa melaporkan hilangnya Airin ke kantor polisi dengan banyaknya yang mencari akan lebih mudah menemukan istrinya.
"Mangkanya punya bini tuh dirantai biar nggak kabur kaya gini," omel Arthur.
"Arcelo tidak taukah kamu dimana biasanya Airin pergi?" tanya Arsen.
"Biasanya danau," jawab Aaron dan Arcelo barengan.
__ADS_1
"Mana mungkin di danau la hilangnya beberapa hari," sahut Arthur.
Mama Arini hanya diam, melihat anaknya kasian juga tapi kalau tidak diberi shock terapi dia tidak akan berubah. Sifat papa Sean benar-benar menurun padanya.
Arcelo yang akan menemani Karin ke Jerman minta ijin pada Arsen untuk cuti dan ini membuat Arsen semakin frustasi kenapa semua harus barengan seperti ini.
Sebenarnya Arcelo tidak tega meninggalkan Arsen tapi bagiamana lagi Karin juga membutuhkannya.
Keluarganya akan mengadakan pesta kecil di Jerman.
************
Seminggu sudah Airin pergi, tak ada satupun yang bisa menemukan Airin begitu pula pihak kepolisian.
Arsen yang sangat frustasi mengunci dirinya di kamar tentu ini membuat perusahan tanpa pimpinan. Melihat kondisi ini papa Sean dan papa Nick mengambil alih perusahaan sementara.
Aaron yang menghubungi Gabriel tak sengaja mendengar suara Airin, dia pun nampak kaget.
Berbagai asumsi muncul, apa Airin dan Gabriel selingkuh? atau Gabriel lah yang membawa kabur Airin? atau Airin diculik?
Aaron segera mengecek keberadaan Gabriel lewat ponsel yang Gabriel bawa.
"Kanada?" batin Aaron.
Kemudian Aaron mengecek keberangkatan Gabriel ke Kanada.
"Dia berangkat sendiri," batin Aaron.
Aaron mengecek semua penumpang yang akan ke Kanada waktu itu dan dia tidak menemukan Airin.
Saat putus asa Aaron menemukan seorang penumpang yang sengaja dihilangkan identitasnya, akses ke penumpang itu seakan di block.
"Apa ini Airin? lalu siapa yang memblokir akses data-datanya? gumam Aaron.
Aaron mencoba masuk namun gagal namun tidak kehabisan ide, dia pergi ke bandara saat itu juga.
Pagi kak.
Maaf nih kemarin up nya cuma satu bab padahal dapat mandat dari NT untuk up tigaπ.
Oh ya mau promo lagi ya kak novel teman, jangan lupa mampir ya kak.πππ
RANJANG PANAS OM DUDA
(Morata)
Novel ini menceritakan gadis belia yang mencintai seorang duda. Sebut saja namanya Morina. Morina terkahir dari keluarga yang broken home, ayahnya seorang pengusaha kaya raya. kekurangan kasih sayang dan perhatian dari kedua orangtuanya,membuat Morina lebih banyak menghabiskan waktu diluar
Sampai suatu ketika, ia bertemu dengan seorang duda bernama Antonio dan mempunyai seorang putri bernama Kayla. Antonio seorang pengusaha kuliner yang mempunyai anak cabang diberbagai propinsi di Indonesia.
Permintaan Kayla membuat Morina terjebak dengan keadaan. disamping itu,ia juga kurang mendapat kasih sayang dari orangtuanya. sehingga Morina lebih banyak menghabiskan waktu dirumah Antonio semenjak pertemuan mereka.
Morina sangat menyayangi Kayla. begitu juga dengan Kayla sangat menyayangi Morina. Membuat hati Antonio begitu menghangat melihat interaksi antara Morina dan Kayla
Tetapi begitu banyak tantangan yang mereka hadapi. Apalagi dari keluarga Tuan Jose miller.Akan kah Morina dan Antonio dapat bersatu? Simak ceritanya di " Ranjang panas om duda."
__ADS_1