Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
A4 kumpul


__ADS_3

Pagi sekali Aaron bersiap untuk pergi ke kantor, mama Putri yang ikut menyiapkan sarapan sangat heran dengan anaknya yang sumringah seperti orang yang dapat arisan.


"Ku sadar beruntungnya aku. Hidupku tanpamu tak kan pernah terisi sepenuhnya karena kau.... Separuhku. Berbagi suka suka saling mengisi dan menyempurnakan karena kau.... Sepruhku,"


Begitulah Aaron yang sedari tadi mendendangkan lagu salah satu band ternama dengan wajah yang berseri-seri.


"Kamu happy banget, habis dapat arisan ya?" tanya mama putri.


Aaron segera memeluk mamanya dari belakang.


"Hayo ma, tebak kenapa Aaron bahagia," kata Aaron.


"Ih, ditanya malah ngajak main tebak tebakan," gerutu mama lalu melepas pelukan anaknya.


Cup


Aaron pun mengecup pipi mamanya.


"Jangan marah dong mama sayang," rayu Aaron.


Mama putri tersenyum sambil mengelus pipi anaknya.


"Mana mungkin mama bisa marah kalau sudah disogok ciuman," kata mama putri.


"Coba ceritakan kenapa kamu bahagia sekali," lanjut mama Putri.


"Airin mulai hari ini Airin jadi sekertaris Aaron di kantor," jawab Aaron.


Mama putri menatap anaknya dengan tersenyum.


"Bagus dong, mood booster banget tuh. Ngomong-ngomong, kalian udah jadian?" tanya mama Putri.


"Udah dong ma dan rencannya Aaron ingin secepatnya mengikat Airin," jawab Aaron.


Di sisi lain mama Putri senang karena Aaron dan Airin bersama tapi ada rasa tidak enak pada Mama Airin maupun papa Sean karena bagaimanapun juga Airin adalah calon mantu mereka.


Aaron yang ingin cepat-cepat ke kantor segera memakan sarapannya.


"Semoga apa yang kamu harapkan kesampaian sayang," batin mama.


Seusai makan Aaron pamit untuk berangkat kerja.


"Aaron pamit ya ma, salam buat papa. Pasti papa belum bangun karena semalam manjat mama kan?" kata Aaron.


"Sok tau," sahut mama Putri.

__ADS_1


"Tau dong, suara gaib nya sampai ke kamar Aaron," timpal Aaron dengan tertawa.


Mama Putri berteriak kesal.


"Dasar anak kurang ajar kamu Aaron, mama sumpahi kamu bahagia selamanya dan mendapatkan apa yang kamu cita-citakan."


"Amin," balas Aaron dengan berteriak.


Aaron segera melajukan mobilnya ke kantor, dia sungguh tak sabar bertemu Airin.


Sebelum tiba di kantor tak lupa Aaron membeli buket bunga mawar merah.


"Airin pasti suka," katanya lalu kembali melakukan mobilnya.


Sesampainya di kantor, Aaron menyapa para staf dengan aura yang berbunga-bunga.


"Pak Aaron nampak bahagia," kata salah satu staf


"Memang, aku hari ini bahagia sekali," sahut Aaron lalu pergi ke ruangannya.


Saat masuk nampak meja Airin sudah siap dengan laptop di mejanya.


Aaron meletakkan buket bunga mawar di atas meja Airin dan tak lupa dengan note yang dia tulis.


Lama menunggu Airin namun yang ditunggu tak kunjung datang sehingga di nampak kesal.


"Maaf Aaron aku telat," kata Airin.


"Kamu telat setengah jam, jadi kamu harus dihukum supaya besok tidak kamu ulangi," sahut Aaron.


"Dihukum?" tanya Airin.


"Apa hukumannya?" tanya Aaron.


"Nanti aku pikirkan," jawab Aaron yang membuat Airin heran.


Karena jam kantor mulai, mereka harus bekerja di meja masing-masing.


**********


Malam harinya A4 kumpul-kumpul di club Arthur seperti biasa namun kali ini Arsen nampak murung seperti orang yang ada masalah.


"Kamu kenapa Arsen?" tanya Aaron.


"Gak ada apa-apa," jawab Arsen ketus.

__ADS_1


"Ada masalah dengan Amanda?" tanya Arcelo.


"Kami baik-baik saja," jawab Arsen.


"Lalu kenapa murung?" tanya Arthur.


"Entahlah," sahut Arsen lalu meminum minumannya.


Arsen minum cukup banyak dan ini membuat A3 saling mengangkat bahu.


"Aku ingin tanya, bagaimana hubungan aku dan Airin sebelumya?" tanya Arsen.


"Kenapa kamu tanya hal itu? bukankah kamu bilang kalau kamu tidak mau tau tentang Airin?" tanya Aaron balik.


"Memang tapi aku harus tau juga," jawab Arsen.


"Hubungan kamu dan Airin layaknya hubungan kamu dan Amanda," jawab Arthur.


"Tapi Airin tulus padamu, selama tujuh tahun dia setia bahkan tiga tahun menanti kamu pulang dari Jerman, kesetiannya tidak bisa diragukan lagi. Namun kini kamu telah membuangnya dan lebih memilih Amanda yang baru seumur jagung kamu kenal," ungkap Arcelo.


"Tapi kan aku hilang ingatan jadi bukan salah aku," kilah Arsen.


Aaron menatap Arsen dengan tatapan curiga.


"Jangan bilang kalau kamu akan mengambil Airin dari aku Arsen!" sahut Aaron.


Arsen menggelengkan kepala lalu meminum minumannya kembali.


Tiba-tiba kepalanya sakit, lagi-lagi serpihan masa lalunya terlintas.


"Auwwwww," teriaknya.


A3 sangat panik, mereka berniat membawa Arsen ke rumah sakit namun Arsen menolak.


"Memang selalu seperti ini," kata Arsen.


"Kamu harus ke rumah sakit Arsen, kami tidak mau terjadi apa-apa dengan kamu," kata Aaron.


"Nanti reda sendiri," timpal Arsen.


Setelah kepalanya baikan, Arsen pamit untuk pulang, Arcelo yang khawatir pamit juga karena takut Arsen kenapa-napa.


"Iya," sahut Arthur dan Aaron.


Rasa cemas kini melanda Aaron, ada rasa takut di hatinya kalau Arsen pulih.

__ADS_1


"Apa kamu akan meminta Airin lagi jika pulih?" batin Aaron.


__ADS_2