
"Bagiamana keadaan istri saya dok?" tanya Aaron.
"Pasien tidak bisa makan makanan pedas pak, ini yang menyebabkan perutnya melilit dan pingsan," jawab dokter.
Dokter meminta suster untuk memindahkan Yulia ke ruang perawatan karena dokter harus memantau kondisinya.
Aaron nampak terdiam antara kesal dan sedih.
"Kamu kan teman Yulia kenapa sampai dia makan makanan pedas?" tanya Aaron.
Ayda nampak takut diinterogasi Aaron apalagi Arthur juga ikut menatapnya.
"Tunggu, tunggu," kata Ayda dengan menarik nafas dalam-dalam.
"Begini mas Aaron, eh Pak Aaron. Yulia tadi kesal melihat anda tebar-tebar pesona dengan kaum hawa di kampus lalu dia pergi ke kantin dan beli mie iblis level up," jelas Ayda.
"Mirip kamu tuh mie iblisnya," sahut Arthur.
"Eh pak lampir, kalau ngomong suka bener deh," timpal Ayda.
Aaron segera menyusul suster yang membawa Yulia, disisi lain dia merasa bersalah tapi di sisi lain dia juga kesal dengan Yulia yang tidak melakukan sesuatu yang berakibat fatal seperti ini.
Ayda yang takut meminta Arthur untuk mengantarnya pulang.
"Ogah banget nganter kamu pulang, cewek nggak, saudara bukan la kok minta anterin pulang," kata Arthur.
Ayda yang membawa uang saku menipis pun bingung, pasalnya rumah sakit ini dengan rumahnya sangat jauh, e-wallet miliknya juga kosong tak ada isinya.
Akhirnya dia ada ide.
"Pak Arthur boleh pinjam ponselnya?" tanya Ayda.
"Buat apa?" tanya Arthur.
"Pesan golek pak, ni ponsel saya mati," jawab Ayda.
Arthur pun memberikan ponselnya.
"Astaga ponselnya bagus banget pak, anggur 13 pro max, ponsel impian aku," puji Ayda.
"Udah jangan lebay," sahut Arthur.
"Yang lebay siapa sih pak, ni ponsel saya cuma merk oppa, itupun oppa Reno 2," timpal Ayda.
"Kasian, memangnya kamu mau ponsel bagus?" tanya Arthur.
"Mau dong pak," jawab Ayda dengan tersenyum manis.
"Ngepet dulu," sahut Arthur dengan tertawa.
Ayda sungguh kesal dengan Arthur yang menyuruhnya untuk ngepet.
Ayda melihat aplikasi gojek milik Arthur, dia juga melihat saldo gopay milik Arthur.
"Astaga saldo gopay nya banyak banget, enak ya jadi horang kaya untuk taksi dan lain-lain siapin dana yang banyak," batin Ayda.
__ADS_1
Ayda pun memesan go car sesekali naik mobil males naik angkot dan motor mulu.
Dia membayar menggunakan saldo Arthur sebesar 179.000.
"Nih pak makasih," kata Ayda.
"Masama," sahut Arthur.
Tiba-tiba ponsel Ayda berbunyi dan ini membuat Arthur menatapnya.
"Katanya baterai habis," kata Arthur.
"Maaf Pak bukan baterainya yang habis tapi saldonya," ucap Ayda.
"Maaf pak saya kabur dulu," teriak Ayda lalu berlari meninggalkan Arthur yang melongo menatap punggungnya yang semakin menjauh.
"Brengsek nih cewek berani beraninya membohongi aku, awas saja kalau ketemu aku DP tau rasa," umpat Arthur.
Di kamar perawatan Aaron menunggu Yulia, dia mengoleskan minyak dan ini membuat Yulia bangun.
"Sudah bangun?" tanya Airin dengan menatap sang suami.
"Iya mas," jawab Yulia dengan menunduk.
Dilihat dari tatapan Aaron nampak dia marah pada Yulia.
"Bisa nggak lain kali itu dewasa dikit, kenapa sih suka menantang maut, hah," omel Aaron.
"Aku kesal mas sama kamu," sahut Yulia.
"Kesal sama aku tapi nyakitin diri sendiri, aneh. Seharusnya marahnya sama aku bukannya malah menyakiti diri sendiri," timpal Aaron.
Yulia hanya menunduk takut.
"Kok jadi dia sih yang marah," batin Yulia.
Aaron mengambil minum dan menyuruh Yulia untuk minum setelahnya dia meminta Arthur untuk membeli bubur.
"Baik," kata Arthur.
Melihat wajah Yulia yang sedih membuat Aaron menghela nafas.
"Karena kamu melakukan kesalahan jadi harus dihukum," kata Aaron.
"Kok gitu sih mas, mau dihukum apa?" protes dan tanya Yulia.
"Hukumannya mencium aku dan jatah setiap hari," jawan Aaron.
"Kok gitu sih mas." Lagi-lagi Yulia protes.
"Kenapa? apa kurang banyak hukumannya?" tanya Aaron.
Yulia menggeleng.
Bearti mas Aaron juga harus Yulia hukum," kata Yulia.
__ADS_1
"Kamu menyuruh aku untuk melayani kamu? ok dengan senang hati," sahut Aaron.
Yulia melongo menatap Aaron, bisa bisanya dia menentukan sendiri hukuman buatnya. Kalau begini ya mundur maju hancur, dihukum maupun menghukum sama-sama tepar di ranjang.
"Gak adil blas," batin Yulia.
Yulia yang masih merasakan sakit diperutnya memutuskan untuk merebahkan dirinya kembali.
"Besok aku akan meminta rektor untuk mengganti Maya dengan kamu biar kamu nggak cemburu terus," kata Aaron.
"Iya," sahut Yulia.
Aaron mengecup kening Yulia seraya berucap.
"Asal kamu tau betapa paniknya aku saat tau kalau kamu pingsan tadi," kata Aaron.
Yulia mengangguk, dia sungguh bahagia karena Aaron mengkhawatirkannya.
Di kampus, Eril yang mendapatkan kabar kalau Yulia pingsan segera datang ke rumah sakit terdekat dan benar saja ada Yulia dalam daftar pasien.
Eril segera bergegas ke ruang rawat inap Yulia dan betapa kagetnya dia saat masuk melihat Yulia dan Aaron berciuman.
"Yul," panggil Eril.
Aaron dan Yulia menyudahi ciuman panas mereka.
"Mas Eril," kata Yulia dengan kaget.
"Kalian kenapa bisa berciuman?" tanya Eril dengan melangkahkan kaki mendekati Yulia dan Aaron.
Aaron tersenyum, dia hanya diam dan melihat apa yang akan Yulia katakan pada Eril.
"Sebenarnya aku dan mas Aaron sudah menikah mas," kata Yulia.
Buah yang dibawa Eril jatuh ke lantai.
"Nggak mungkin Yul, kamu pasti ngeprank aku kan?" tanya Eril dengan mata yang basah.
"Enggak mas, lihatlah cincinku dan cincin mas Aaron sama," jawab Yulia.
Eril nampak patah hati, hatinya tak hanya patah jadi dua tapi berserakan dimana.
"Oh," katanya lalu pergi meninggalkan Yulia dan Aaron.
"Aku kira kamu akan berbohong pada lelaki itu tapi ternyata kamu jujur," kata Aaron.
"Aku sudah jujur, aku harap kamu juga mengatakan hubungan kita di publik saat kamu mengasih seminar nanti," tantang Yulia.
Aaron nampak terdiam, dia yang sejak awal mengaku single akankah mengatakan yang sebenarnya pada publik?
Melihat Aaron yang terdiam membuat Yulia paham kalau Aaron tidak ingin melakukannya, dia lebih senang orang-orang mengenalnya dengan status single daripada status menikah atau sold out.
"Kalau nggak mau juga nggak papa kok mas, kita rahasiakan saja status kita jadi banyak cewek yang akan menggoda kamu begitu aku akan banyak juga cowok yang menggoda aku," kata Yulia.
"Aku akan mengakui hubungan kita, aku juga akan meminta maaf karena telah mengaku single sebelumya," sahut Aaron yang membuat Yulia bahagia.
__ADS_1
Yulia yang senang pun langsung memeluk Aaron dan mencium bibirnya dan saat itu bertepatan dengan Arthur yang masuk dengan membawa bubur.
"Astaga, di rumah sakit pun masih nafffffsssu,"