
Airin tak sampai hati melihat Arsen yang terkulai lemah. Dia terus saja menangis karena takut terjadi apa-apa dengan Arsen.
"Hey sampai kapan kamu mau seperti ini, apa kamu ingin menyerahkan tanggung jawab kamu ke aku," kata Gabriel.
"Enak saja, Airin milik aku," sahut Arsen dengan lirih.
Gabriel sungguh bingung apa yang sebenarnya terjadi pada Arsen menurut dokter Arsen hanya dehidrasi beberapa di rumah sakit akan memulihkan tenaganya tapi sakit Arsen tidak sesimpel itu, dia bukannya orang yang lagi ada masalah sehingga lupa makan dia juga tidak sedang diet.
"Aneh," batin Gabriel namun Gabriel juga tidak bisa berbuat banyak, dia juga bukan ahli medis.
"Kamu ingin makan apa Arsen?" tanya Gabriel.
"Makan istriku," jawab Arsen dengan tertawa.
"Kondisi saki sakit juga masih saja mikir memakan Airin," gerutu Gabriel.
Arsen tertawa melihat temannya menggerutu.
"Terima kasih Gabriel kamu selalu ada buat kita," kata Arsen.
"Iya sama-sama, kita kan sahabat Arsen meski rival juga," sahut Gabriel.
"Brengsek," umpat Arsen.
"Eh orang sakit gak boleh mengumpat, takutnya kalau saat itu malaikat maut datang," goda Gabriel dengan tertawa.
Airin nampak tersenyum, kehadiran Gabriel cukup membuatnya tenang seandainya nggak Gabriel entah bagaimana keadaannya apalagi tidak ada A4.
Airin meminta Gabriel untuk menginap tentu hal ini membuat Gabriel senang karena dia bisa semalaman dengan Airin.
Pagi datang dengan cepat, pagi sekali Airin mengajak Gabriel untuk mencari makanan karena dia sangat lapar.
"Kamu gampang sekali lapar Airin?" tanya Gabriel.
"Iya mungkin karena perbedaan cuaca kali ya," jawab Airin.
"Nggak juga seharusnya, kamu ini makan seperti orang yang nggak pernah makan lo, banyak dan cepat," sahut Gabriel.
"Entahlah Gabriel, aku sendiri juga aneh," timpal Airin.
Saat sedang menuju minimarket 24 jam Airin melihat resto makanan khas Indonesia di samping kampus Toronto.
"Gabriel stop," teriak Airin
"Ada apa?" tanya Gabriel.
"Ada resto khas indo," jawab Airin.
Gabriel pun memutar mobilnya dan berhenti di resto yang dimaksud Airin.
Mereka berdua masuk dan meminta menu apa saja yang dijual, dia sana ada sate ayam, sate daging dan sate kerang, tak hanya satu ada juga sup asam pedas.
Airin membeli semua menu Indonesia, tak lupa dia juga membawakan untuk Arsen.
"Semoga dia mau makan makanan ini ya Gabriel," kata Airin.
"Iya, bisa saja tubuhnya menolak makanan Kanada," sahut Gabriel.
__ADS_1
Setibanya di parkiran rumah sakit Airin ngibrit dulu masuk ke dalam, dia tak sabar ingin menunjukan pada Arsen makanan yang baru saja dibelinya bersama Gabriel.
"Lihatlah sayang, ada sate di sini," kata Airin sambil menunjukan kotak makanan yang berisi sate dan kawan kawan.
"Benarkah," sahut Arsen.
Arsen berusaha bangun meski tubuhnya lemah sekali, entah mengapa melihat makanan yang dibawa Airin membuat Arsen menelan saliva.
"Aku minta sayang," pinta Arsen.
Arsen memakan satu tusuk sate dan dia meminta lagi.
"lagi sayang," kata Arsen.
Saat bersamaan masuklah Gabriel.
"Gabriel lihatlah dia tidak muntah," kata Airin dengan senang hingga tak terasa air mata Airin merembes keluar karena saking senangnya.
Gabriel turut bahagia entah mengapa melihat Airin senang seperti ini membuatnya bahagia. Apakah ini yang dinamakan cinta sejati? cinta yang mampu membuat orang bahagia meski orang yang dicintai tidak menjadi miliknya.
Gabriel bersyukur cintanya pada Airin tidak membuatnya egois dan buta, bagi Gabriel sudah melihat Airin dengan senyum tawanya itu sudah cukup. Dia tidak meminta lebih asal wanita yang dicintainya bahagia.
Airin yang bahagia sampai memeluk Gabriel di depan Arsen.
"Aku bahagia Gabriel," kata Airin.
Gabriel hanya tersenyum dia juga bisa merasakan betapa bahagianya Airin saat ini.
"Lihatlah Arsen, istrimu memeluk aku," mata Gabriel dengan mata yang basah.
Arsen tersenyum dan mengangguk.
Airin pun melepas pelukannya.
"Sering-sering lah memeluk aku Airin," seloroh Gabriel dengan tertawa.
"Ngelunjak kamu Gabriel," omel Arsen.
Arsen memakan sepuluh tusuk sate ditambah sup asam.
Melihat Arsen yang makan dengan lahap membuat Gabriel berfikir lagi.
"Ada yang aneh, sebenarnya dia ini kenapa sih," batin Gabriel dengan memakan sate ayamnya.
Seusai makan Gabriel pamit karena ada kerjaan lagipula Arsen sudah membaik.
"Nanti kalau kerjakan aku selesai aku akan kesini lagi," kata Gabriel.
"Take care Arsen dan Airin," imbuh Gabriel lalu keluar.
Sore hari datang dengan cepat, pihak rumah sakit membawa sup ikan untuk Arsen, entah mengapa saat mencium bau makanan yang dibawa suster membuat perut Arsen bergejolak tak karuan hingga dia mencabut infus miliknya dan pergi ke kamar mandi.
Huek huek
Semua makanan yang dia makan keluar semua dan ini membuat Arsen lemas kembali.
"Kamu kok muntah lagi sih sayang," kata Airin dengan sedih.
__ADS_1
Baru tadi siang dia bergembira karena Arsen sudah nggak muntah dan kini dia harus sedih lagi.
Airin membawa Arsen ke tempat tidur lagi, dia juga memanggil suster untuk memasang infus yang dicabut Arsen.
"Jauhkan sup ikan itu sayang," pinta Arsen.
Airin pun berfikir apa Arsen alergi Ikan? karena semenjak memakan ikan saat itu Arsen jadi seperti ini.
Airin meminta suster untuk tidak menyajikan makanan yang mengandung ikan.
Kini Airin duduk sambil menggenggam tangan Arsen dan saat bersamaan masuklah Arthur.
"Sek, Sen," panggil Arthur yang membuat Airin dan Arsen menoleh.
Airin nampak senang karena Arthur datang begitu pula dengan Arsen.
"Kamu kok tau kalau kami disini Arthur?" tanya Airin.
"Ada deh, kepo banget. Intinya aku tu khawatir sama kalian, bentar lagi arcelo juga mendarat kalo Aaron besok kalau gak gitu ya lusa," jawab Arthur.
Airin dan Arthur pun saling peluk.
"Terima kasih Arthur udah khawatir sama kami," kata Airin.
"Sama-sama bestie pesek," sahut Arthur yang membuat Airin mencubitnya.
"Kamu ini apa-apaan sih sek," pekik Arthur.
Airin tertawa melihat Arthur yang begitulah mereka kadang baik kandang juga bertengkar.
Arthur kini menumpukan pantatnya di bed Arsen sambil melihat sahabatnya tersebut.
"Kenapa bisa sakit?" tanya Arthur.
"Entahlah Arthur," jawab Airin dengan sedih.
Airin menceritakan awal mula Arsen sakit dan ini membuat Arthur merasa janggal sama seperti Gabriel.
Halo kak
Maaf ya kak up nya telat Mulu.
Komen juga belum terbalaskan, maaf ya kak 🤧🤧🤧🤧
Oh ya mau promo lagi ya, jangan lupa mampir 🤗🤗🤗🤗🤗🤗
TERJERAT RANJANG SI KEMBAR
(Weny Hida)
'Aku bukanlah wanita baik seperti yang kau pikirkan, karena wanita yang ada di hadapanmu saat ini adalah wanita yang pernah tidur dengan suamimu, bahkan mengandung darah daging suamimu Caitlyn,' gumam Amber.
Jefferson Hugo telah melakukan sebuah kesalahan satu malam dengan seorang wanita yang dia pikir adalah istrinya, dan akibat dari kesalahan tersebut, Amber mengandung darah daging Jeff.
__ADS_1
Caitlyn Wicliff, seorang model dan merupakan istri dari Jeff yang sedang dihadapkan masalah besar karena kesalahan tanda tangan kontrak, akhirnya meminta Amber menjadi surrogate mother bagi mereka, padahal saat itu Amber sedang mengandung darah daging suaminya. Perlahan, rahasia masa lalu Amber dan Caitlyn terungkap, benarkah mereka saudara kembar yang telah lama terpisah?