
Keesokannya Arsen yang lupa kalau Airin telah resign pun memanggil Arcelo dan menanyakan kenapa Airin tidak masuk.
"Kenapa dia tidak masuk?" tanya Arsen.
"Bukankah Airin udah resign," jawab Arsen.
Arsen mengusap rambutnya, dia benar-benar lupa.
"Bukankah itu barang Airin? kenapa tidak dibawa pulang?" tanya Arsen.
"Mungkin lupa, nanti biar aku antar," jawab Arcelo.
"Nggak usah biar aku antar sekarang," sahut Arsen.
Arsen mengambil barang Airin yang tertinggal di meja, mungkin itu karena ada masalah dengan Amanda jadi Airin lupa tidak membawa barang-barangnya.
"Alamatnya?" tanya Arsen.
Arcelo memberikan alamat Airin dan dia langsung pergi.
Arcelo jadi bingung, apakah Arsen akan pulih? lalu bagiamana dengan Aaron? apa Arsen akan mengambil Airin kembali?
"Haduh aku kok pusing sendiri," gumam Arcelo.
Sepanjang perjalan ke rumah Airin bayang-bayang saat dia kecelakaan datang, saat itu mobilnya terguling beberapa kali dan kepalanya terbentur sangat keras.
Arsen sempat memanggil Airin dan tangannya mencoba mengambil cincin yang menggelinding keluar.
"Cincin aku," katanya saat itu dengan tangan yang mencoba mengambilnya namun kesadarannya berkurang dan Arsen pingsan.
Cinta yang kuat pada Airin saat itu membuatnya bertahan sejenak untuk menyelamatkan cincin yang menggelinding namun tubuhnya tidak bisa bertahan lama.
"Arrrgg sakit sekali," ucap Arsen lalu menepikan mobilnya.
Serpihan ingatannya muncul kembali, kebetulan di tempat dia menepikan mobilnya terdapat apotik sehingga dia membeli obat di sana.
Arsen menyebutkan obat yang dikonsumsinya.
__ADS_1
"Ini obat untuk kepala yang cidera?" tanya apoteker.
"Iya, saya mengalami amnesia," jawab Arsen.
Apoteker memberikan obat yang dibelinya dan Arsen segera meminumnya. Beberapa saat kemudian Arsen melanjutkan perjalanannya.
Setelah sampai di rumah Airin, Arsen segera turun dan mengetuk pintu.
Dan tak berselang lama Airin membukakan pintu.
"Arsen," kata Airin kaget.
"Iya, ini aku ingin mengembalikan barang-barang kamu," kata Arsen.
"Boleh aku masuk?" tanya Arsen selanjutnya.
Airin terbengong sehingga dia tidak mendengar perkataan Arsen.
"Airin," panggil Arsen.
"Aku boleh masuk?" tanya Arsen balik.
"Iya silahkan Arsen," jawab Airin.
Arsen masuk, bola matanya memutar namun dia tidak mengingat apa-apa tentang rumah Airin.
"Mau minum apa?" tanya Airin.
"Apa yang ada kamu bisa keluarkan semua," jawab Arsen.
Mata Airin berkaca, jawaban Arsen sama seperti jawaban Arsen sebelumnya.
Apa Arsen sudah mengingatnya?
"Baiklah," kata Airin.
Airin masuk ke dalam untuk mengambilkan minuman untuk Arsen.
__ADS_1
Saat Airin menunduk untuk menghidangkan minuman Arsen melihat tanda cinta yang dibuat oleh Aaron.
"Merah merah di leher kamu kenapa?" tanya Arsen.
Airin sontak menutupinya dengan rambut.
"Itu, itu.... Karena digigit nyamuk," jawab Airin berbohong.
Arsen menatapnya dengan tajam, dirinya kini seperti orang yang ketahuan selingkuh.
Mata Airin tak sengaja juga melihat tanda cinta yang ditinggalkan Amanda.
"Kalau kamu ingin tau kenapa jawabannya sama seperti warna merah yang ada di leher kamu. Lagian kamu kenapa bertanya hal yang bukan ranah kamu Arsen," imbuh Airin.
Arsen nampak terdiam, dia juga tidak tau kenapa dia marah saat melihat tanda merah di leher Airin toh dia dan Airin kan tidak ada hubungan apa-apa.
"Maafkan aku Airin, aku sendiri juga tidak tau kenapa aku ingin marah saat melihat tanda cinta di leher kamu," kata Arsen lalu pamit pulang.
Arsen pulang dengan membawa rasa sakit, rasa sakit yang dia sendiri tidak tau asalnya, rasa sakit yang terus menyiksa dirinya.
"Apa rasa sakit ini timbul karena rasa cinta yang dalam untuk Airin?" katanya.
Sedangkan Airin menangis di belakang pintu sambil terduduk.
Dia merasa dipermainkan takdir, kenapa Arsen mulai mengingat saat dirinya memutuskan untuk berkomitmen dengan Aaron?
"Tuhan jangan siksa aku dengan skenario mu, engkau buat aku bersusah payah mencintainya, kini engkau buat aku bersusah payah untuk melupakannya dan saat aku memutuskan mencintai mahkluk indah lainnya kenapa engkau mengembalikan cinta yang ingin aku lupakan," kata airin dengan menangis dengan terisak.
Halo kak selamat malam.
Gimana kabrnya? baik kan?
Jangan lupa ya kak, like, komen, hadiah dan vote nya, daripada kelupaan dan nantinya hilang kan mending di berikan ke A4 dan Airin, hehee 🤣
Makasih ya Kak, salam hangat untuk kak semua.
I Love you kak, 😘😘❤️😘
__ADS_1