Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Secepatnya menikah


__ADS_3

"Tuhan jangan siksa aku dengan skenario mu, engkau buat aku bersusah payah mencintainya, kini engkau buat aku bersusah payah untuk melupakannya dan saat aku memutuskan mencintai mahkluk indah lainnya kenapa engkau mengembalikan cinta yang ingin aku lupakan," kata airin dengan menangis dengan terisak.


***********


Hari berlalu dengan cepat, baik Arsen maupun Airin dirundung oleh rasa rindu, rasa yang tidak nyaman karena tidak bisa bertemu.


"Sudahlah Airin ada Aaron yang kini pemilik dirimu, lupakan Arsen," kata Airin dengan mengusap rambutnya.


Dengan melihat langit-langit dalam kamarnya Airin terus memikirkan kisah cintanya yang tragis, kisah cinta yang membuat dirinya menderita batin.


Sudah tiga hari ini Airin menganggur di rumah, tanpa adanya kesibukan membuat Airin malah semakin teringat Arsen.


Keesokannya, Airin yang tak ingin menganggur lebih lama lagi memutuskan untuk pergi ke kantor Aaron, tak lupa Airin membawa lamaran pekerjaannya.


Setibanya di kantor Aaron, Airin mendatangi resepsionis.


"Mbak saya ingin menemui pak Aaron," kata Airin.


"Mohon maaf mbak, apa sudah ada janji sebelumnya?" tanya resepsionis.


"Belum," jawab Airin.


"Mohon maaf kalau belum ada janji mending mbak nya pulang dan bikin janji dulu," saran Resepsionis.


"O begitu, coba saya telpon saja mbak," kata Airin.


Airin mengambil ponselnya dan segera menghubungi Aaron.


"Aaron aku ada di kantor kamu," kata Airin.


Aaron yang sangat senang segera menjemput Airin di bawah.


"Sayang," panggil Aaron.


"Maaf ya Aaron aku ganggu waktu kamu," kata Airin.


Mbak resepsionis melongo, karena Aaron terkenal pendiam, tak disangka dia telah memiliki kekasih.


"Nggak ganggu sama sekali kok sayang," sahut Aaron lalu merangkul Airin ke ruangannya.


Sesampainya di ruangan, Aaron mempersilahkan Airin untuk masuk, dia juga mengambilkan minuman untuk sang kekasih.


"Kamu kok ga bilang kalau mau kesini kan aku bisa jemput kamu," kata Aaron.

__ADS_1


"Aku gak inggin ganggu kamu," sahut Airin.


"Nggak sama sekali lo sayang," timpal Aaron.


Airin menyampaikan maksud dan tujuannya ke kantor Aaron. Dia yang tidak betah lama-lama menganggur ingin segera bekerja.


"Besok kamu sudah bisa bekerja jadi sekertaris aku," kata Aaron.


"Sekertaris kamu? bukannya kamu kemarin bilang kalau ada lowongan sebagai staf," protes Airin.


"Untuk saat ini adanya sekertaris aku," timpal Aaron.


"Loker lainnya yang ada yaitu jadi istri CEO nya, gimana mau?" tanya Aaron dengan terkekeh.


Airin menatap Aaron dengan kesal mana ada lowongan pekerjaan seperti itu.


"Ya sudah aku jadi sekertaris kamu saja," kata Airin.


Mau nggak mau Airin menerima pekerjaan dari Aaron, bagaimanapun juga Airin harus bekerja untuk membantu keluarganya melunasi hutang.


Arthur yang kebetulan ingin memberikan berkas ke Aaron jadi kaget karena melihat Airin di ruangan Aaron.


"Lo sek kamu disini?" tanya Arthur.


"Iya," sahut Airin dengan malas karena pasti Artur membully dirinya.


"Memangnya siapa kamu sehingga aku cari," sahut Airin.


Arthur hanya tertawa entah mengapa dia suka sekali menggoda Airin.


"Besok kamu siapkan meja kerja Airin di ruangan aku ya Arthur," titah Aaron.


"Siap," timpal Arthur lalu pamit.


Airin yang tidak ingin mengganggu Aaron juga memutuskan untuk pamit.


"Di sini saja ya sayang, pulang bareng aku saja," pinta Aaron.


"Nanti aku ganggu kamu Lo Aaron," sahut Airin.


"Mana ada ganggu, aku malah semangat jika kerja ditunggui kamu," kata Aaron.


"Oh ya sayang kamu kapan mau bayar jatah kamu?" tanya Aaron.

__ADS_1


Semenjak dia merasakan bibir Airin, Aaron sudah mulai kecanduan bahkan dia merasa pusing kalau asupan vitamin C tidak terpenuhi.


"Jatah apa?" tanya Airin pura-pura tidak tau.


Aaron yang gemas mendekati Airin dan langsung mencontohkan jatah yang dimaksud.


"Kurang lebih begitu contohnya," sahut Aaron.


"O," timpal Airin.


"Jadi sekarang bayar," ucap Aaron.


"Bukannya sudah, kamu jangan modus Aaron, nggak nggak tadi sudah," kata Airin dengan kesal.


"Persis sekali dengan Arsen selalu.... Mod dus," kata Airin dengan menatap Aaron.


Mendengar gerutuan Airin membuat Aaron tersenyum. Semua apa yang dia lakukan oleh Airin selalu dibandingkan dengan Arsen.


"Arsen, semua mirip Arsen ya. Mungkin bisa saja aku meniru gaya Arsen supaya kamu mau mencintai aku walau hanya sebiji padi," ucap Aaron.


"Sudahlah lupakan, tidak seharusnya aku meminta sesuatu yang kamu sendiri tidak mau memberikannya padaku," imbuh Aaron lalu kembali ke mejanya.


Airin sungguh tak enak dengan rasa bersalah dia menghampiri Aaron yang mulai berkutat dengan laptop miliknya.


"Aaron maafkan aku," kata Airin.


"Iya," ucap Aaron dengan tersenyum.


Airin yang tidak ingin membuat Aaron sedih beranjak dari tempat duduknya dan menggeser kursi kebesaran Aaron.


"Baiklah aku akan membayar jatah aku," kata Airin.


Airin mencium bibir Aaron, dia terus saja ******* bibir Aaron yang merah. Aaron yang saat itu ingin menikmati pautannya pun mendudukkan Airin di pangkuannya.


Saat asik berpaut Airin merasakan bagian bawah Aaron nyut nyutan.


"Aaron anu kamu nyut nyutan," kata Airin.


"Iya," sahut Aaron.


"Aku menginginkannya," imbuhnya.


"Eh mana boleh," sahut Airin lalu segera turun dari pangkuan Aaron.

__ADS_1


Aaron hanya tersenyum.


"Secepatnya kita akan menikah, bila perlu lebih dulu dari Arsen," batin Aaron.


__ADS_2