Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Pura-pura


__ADS_3

Selama menjalani program hamil Airin tak kunjung hamil sehingga ini membuat Airin stres padahal bagi Arsen tidak apa-apa jika belum diberi momongan toh pernikahan mereka masih berumur satu tahun.


"Entahlah Arcelo, aku heran sama Airin. Bingung banget gitu belum bisa hamil padahal kan kamu tau di luar sana masih banyak yang sudah sepuluh tahun menikah tapi belum dapat momongan." Arsen menceritakan keluh kesahnya pada Arcelo.


"Sabar Arsen, mungkin dia parno," sahut Arcelo.


"Iya dampaknya dia tu jarang mau kalau diajak panjat memanjat padahal aku tiap hari selalu pengen," timpal Arsen.


"Sabar Arsen, sabar," timpal Arcelo.


"Kamu ini sabar Mulu," kata Arsen.


Arsen yang kesal malas untuk pulang cepat, dia memilih nongkrong dengan A3 di club.


"Kalian berdua ini aktif nongkrong ya, gak dicari tu ma bini?" tanya Arthur.


"Nggak," jawab Arsen dan Aaron barengan.


"Wih, kompakan nih," goda Arcelo.


Mereka berempat bercanda hingga larut, Arsen maupun Aaron lupa kalau memiliki istri yang tengah menunggu di rumah.


Pukul sebelas mereka memutuskan untuk pulang.


"Kamu tu dari mana saja, kenapa baru pulang," protes Airin.


"Dari nongkrong ma teman-teman," balas Arsen.


"What, nongkrong! kamu ini sadar nggak sih kalau ada istri di rumah. Bisa-bisanya gitu nongkrong," maki Airin.


"Kalau kamu gini terus kapan punya anak," imbuh Airin.


"Yang kamu pikirkan hanya anak, anak. Kenapa sih nggak bisa pasrah saja pada Tuhan, kalau waktunya punya pasti dikasih kok," omel Arsen balik.


"Udahlah! males ngomong ma kamu. Aku lelah, aku mau tidur," imbuh Arsen lalu merebahkan diri di tempat tidur.


Airin menengadahkan kepalanya, mencoba untuk tidak menangis namun hatinya masih sakit karena ketidakpedulian Arsen padanya.


Airin menoleh ke arah tempat tidur dan benar saja Arsen sudah tidur terlihat dari nafasnya yang telah teratur.


Tak hanya Airin, Yulia juga merasakan hal yang sama, Aaron masih belum mau menerima dirinya sebagai seorang istri.


Mereka hanya bertatap muka saat pagi hari itupun kalau Yulia belum berangkat kuliah dan kerja.


"Kamu baru pulang mas?" tanya Yulia.


"Iya," jawab Aaron singkat.


"Aku siapkan makanan ya," kata Yulia.


"Nggak usah, aku sudah makan. Oh ya Yulia, kamu urus saja keperluan kamu, nggak usah ngurusin aku," ucap Aaron yang membuat Yulia bersedih.


Bagiamana bisa pasangan suami istri seperti ini, dalam agama pun hal seperti ini tidak boleh.


"Mas kita ini sepasang suami istri kenapa kita harus menjalani kehidupan sendiri-sendiri?" protes Yulia.


"Maafkan aku tapi memang aku tidak mencintai kamu," sahut Aaron yang membuat air mata Yulia meleleh.

__ADS_1


Dengan segera Yulia menghapusnya.


"Kalau kamu nggak menginginkan pernikahan ini kenapa kamu terima mas?" tanya Yulia.


Aaron hanya terdiam, dia melakukan ini semua karena tidak ingin papa dan mamanya bersedih dan bingung memikirkan jodohnya.


"Begini saja mas, aku nggak mungkin selamanya terjebak dalam pernikahan seperti ini, jika dalam waktu satu tahun kamu belum bisa menginginkan pernikahan ini, kita akhiri saja semuanya," kata Yulia.


"Baiklah," sahut Aaron lalu pergi ke kamarnya.


Yulia menangis padahal dia sangat mencintai Aaron.


"Kamu harus kuat Yulia," batin Yulia menyemangati dirinya.


Keesokannya Yulia menyiapkan sarapan untuk Aarons seperti biasa Aaron enggan untuk memakan masakan sang istri.


"Kamu nggak usah repot-repot buatkan aku makanan," kata Aaron.


"Kewajiban aku mas," sahut Yulia.


"Ya sudah terserah kamu," timpal Aaron.


"Oh ya nanti mama ngundang kita untuk makan malam," kata Aaron.


"Trus?" tanya Yulia.


"Trus kita kesana," jawab Aaron.


"Ok," sahut Yulia.


"Kita harus bersandiwara sebagai pasangan suami istri yang mesra, jangan cerita yang macam-macam ya ke mama," pinta Aaron.


"Imbalan?" tanya Aaron.


"Imbalan apa?" tanya Aaron balik.


"Ice krim," jawab Yulia.


"Ice krim?" Aaron tertawa.


"Baiklah, nanti aku belikan ketika pulang dari kantor," celetuk Aaron.


"Aku mau kita makan berdua ice krimnya di taman," sahut Yulia.


Aaron nampak kurang setuju namun dia tidak punya pilihan lain.


"Baiklah," katanya lalu pergi ke kantor.


Yulia tersenyum puas, "Aku yakin lama-lama kamu bisa mencintai aku mas," batin Yulia dengan tersenyum.


Malam hari datang dengan cepat, kini Yulia dan Aaron tengah siap untuk pergi ke rumah mama dan papanya.


"Kita pake acara gandengan tangan nggak?" tanya Yulia.


"Iyalah, masa pengantin baru nggak gandengan tangan," jawab Aaron.


Sesampainya di rumah Aaron berjalan masuk dengan menggandeng tangan sang istri, Yulia sangat bahagia karena ini pertama kalinya Aaron menggenggam tangannya.

__ADS_1


"Malam ma, pa," sapa Aaron.


"Halo Sayang," sapa mama Putri lalu mencium anak dan menantunya.


Mama langsung menggiring mereka ke ruang makan.


Mama bertanya bagaimana pernikahan mereka, tentu Aaron menyuguhkan pemandangan bucin yang menggelikan.


"Lihatlah mas, anak kita udah bucin ma istrinya," kata mama Putri.


"Iya, kita sampe kalah," timpal papa Daffa.


Aaron mengecup kening Yulia dengan mesra.


"Jangan senyum senyum, ini cuma sandiwara," bisik Aaron.


"Iya tau, masak iya aku harus menangis," sahut Yulia.


Mama dan papa ingin Aaron dan Yulia menginap, awalnya Aaron menolak tapi mama dan papa memaksa.


Dengan tersenyum kecut Aaron mengiyakan keinginan mamanya.


"Mata Yulia memutar melihat setiap sudut kamar Aaron, ini pertama kalinya dia masuk ke kamar Aaron.


"Kamu tidur di ranjang aku akan tidur sofa," kata Aaron.


"Baiklah mas," kata Yulia.


Sebenarnya dia ingin Aaron tidur di ranjang bersamanya tapi Aaron lebih memilih tidur di sofa.


"Nggak papa lah yang penting malam ini aku menang banyak," batin Yulia dengan tersenyum.


Aaron yang lelah sudah memejamkan matanya sedangkan Yulia terus memandangi Aaron dari tempatnya tidur.


Tiba-tiba pintu kamar diketuk.


"Siapa ya, jangan-jangan mama," gumam Yulia lalu beranjak untuk membangunkan Aaron.


"Mas mas, ada mama," kata Yulia.


Aaron segera bangun dan melempar bantal dan selimut ke tempat tidur lalu membuka pintu.


Ceklek


Aaron membuka pintu nampak mama membawakan susu untuk anak dan mantunya.


"Ini mama bawakan susu," kata mama lalu melangkahkan kaki masuk ke kamar.


Bola mata mama memutar melihat tempat tidur yang tak karu-karuan. Selimut separuh di lantai, bantal dan guling tidak pada tempatnya.


"Astaga tingkah kalian banyak juga ya, melakukan gaya apa kok berantakan begini?" tanya mama


"Maklum lah ma, pengantin baru jadi kebanyakan gaya kan lagi hot hotnya," jawab Aaron dengan memeluk Yulia dari belakang.


Mama tertawa lalu pamit keluar karena dia tidak ingin mengganggu anaknya yang lagi enak enakkan.


"Hufttt untunglah," kata Aaron setelah mamanya pergi.

__ADS_1


Dia mengambil bantal dan guling, lalu tidur kembali di sofa sedangkan Yulia masih terjaga, dia senang sekali karena dipeluk oleh suaminya.


__ADS_2