
Dua mobil mention memasuki pekarangan villa mewah, villa bergaya modern yang menghadap ke laut lepas.
Aneka fasilitas lengkap di sana, sepuluh kamar tidur, dua belas kamar mandi, aula, taman, kolam renang, tempat fitnes, kolam indoor dan lain lain, termasuk pelayan yang menyiapkan semua kebutuhan mereka selama stay di sana.
"Om Daffa yang cari Villa ini?" tanya Arsen.
"Iya, besok A4 totalan sama aku," sahut Aaron.
"Ok aku nyumbang 2M, cukup kan?" tanya Arthur.
"Sembarangan, 25M per kepala," jawab Aaron.
"Astaga modal nikah aku," sahut Arcelo melemas.
"Kalian ini ribut sendiri biar om yang bayar, itung-itung syukuran dapat cucu kembar," pungkas papa Sean.
Semua pun senang termasuk Arcelo, dibanding Arsen dan Aaron, kekayaan Arthur dan Arcelo jauh dibawah, kekayaan yang tidak sampai angka T.
Berbeda dengan Keluarga Anderson dan keluarga Kyle Bryan.
"Gabriel kamu sekamar sama aku kan?" tanya Arthur.
"Nggak, ngeri aku sekamar ma cowok," jawab Gabriel.
"Kamu kira aku kolor ijo sehingga ngeri sama aku," ucap Arthur kesal.
"Bukan tapi lebih mirip genderuwo," kata Gabriel tertawa.
Karena sebentar lagi sudah malam mereka semua pergi ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.
"Mas, keluarga A4 sungguh kocak ya," kata Yulia.
"Iya," sahut Aaron.
"Oh ya kita pulang kapan mas, aku nggak bisa lama-lama ninggal kampus, lagipula kamu juga sudah berjanji mau ngumumin pernikahan kita," kata Yulia.
"Nanti kalau sudah pulang ya sayang," pungkas Aaron.
Yulia dan Aaron saling peluk lalu mereka berdua melihat sunset di balkon kamar mereka.
Karin dan Arcelo yang merupakan pengantin baru nyempetin panjat memanjat sebelum nanti keluar untuk makan malam.
Ternyata tak hanya Arcelo dan Karin, Arsen Airin dan Aaron yulia pun sama mereka nyempetin untuk panjat panjatan.
Jam makan malam telah tiba, mereka semua keluar kamar untuk makan malam.
"Astaga semua rambutnya basah, woy! gemes aku sama kalian. Menyiksa batin aku banget," omel Athur yang kesal karena semuanya pada basah.
Arcelo tertawa ngakak.
"Cari bule di pantai sana," ucap Arcelo.
"Sabar Athur masih ada aku yang ada di pihak kamu," timpal Gabriel.
Lagi-lagi semua tertawa, nasibnya sama dengan nasib papanya dulu yang paling buncit dapat jodoh diantara ketiga sahabatnya.
__ADS_1
"Tenang nak, besok kamu akan dapat yang lebih cantik. Kamu lihat mama Kan? diantara semua mama-mama di sini dia yang paling cantik." Papa Shane berusaha menghibur anaknya yang teraniaya.
"Iya kalau dapat yang cantik kalau jelek gimana?" ejek Mama Arini.
"Diam lah Arini apa kamu tidak merasa kalau kakimu kaki Bebek," ejek Papa Shane balik.
"Kamu jelek," sahut mama Arini tak terima.
Papa Sean hanya bisa memijat kepalanya, dari dulu sampai sekarang selalu saja bertengkar.
Papa Daffa mengajak mantan asistennya yang super duper menjengkelkan untuk makan daripada harus melakukan live show.
"Sudah ayo makan," ajak papa Daffa.
"Belum selesai bertengkar bos," sahut papa Shane.
"Udah nanti lanjut sama Amira," timpal Papa Daffa.
Seusai makan mereka semua menyendiri dengan pasangan masing-masing. Arthur dan Gabriel memutuskan untuk mengobrol berdua di tepi pantai sambil melihat Ombak.
"Aku iri dengan persahabatan kalian Arthur," kata Gabriel.
"Iya," sahut Arthur.
"Dari kecil, mama dan papa selalu bilang kalau Arsen, Aaron dan Arcelo itu saudaraku, kamu harus saling menyayangi," imbuh Arthur.
"Iya, dari dulu kalian selalu bersama," sahut Gabriel.
Arthur tersenyum dengan pandangan ke hamparan laut lepas.
"Oh ya Gabriel aku lihat cara pandang kamu ke si pesek nampak berbeda jangan bilang kamu mencintainya," kata Arthur.
"Aku memang mencintainya Arthur, awal dia datang kesini aku sangat bahagia karena bisa selalu bersamanya meski pekerjaanku terbengkalai," ucap Gabriel.
"Entah apa yang kalian lihat darinya, hingga mulai Arsen, Aaron dan kamu begitu mencintainya," sahut Arthur heran.
"Entahlah, awal bertemu aku merasa dia itu berbeda, aku sungguh bahagia melihat senyumnya, bahagia dekat dengannya rasanya sungguh melayang," timpal Gabriel dengan tersenyum.
Arthur hanya menggelengkan kepala, sungguh besar pesona Airin hingga mampu membuat kaum Adam terpesona dengannya.
"Lalu bagaimana dengan kamu?" tanya Gabriel.
"Hatiku hancur saat wanita yang aku sayangi menduakan aku Gabriel," jawab Arthur.
"Astaga lebih tragis dari aku," sahut Gabriel.
"Raisa, CEO muda yang bekerja sama dengan Raymond Toretto, aku tak mengira dia tega menduakan aku," ucap Arthur dengan sedih.
"Raymond?" tanya Gabriel dengan penuh penekanan.
"Iya Raymond Toretto yang istrinya adalah Aurora wanita yang memilik kerajaan bisnis besar di US dengan Leo tangan kanannya," jawab Arthur.
"Pantes," sahut Gabriel dengan tertawa.
"Brengsek kamu," umpat Arthur.
__ADS_1
"Benar kan? pantas dia selingkuh la lawannya Raymond, bukankah selain kaya dia terkenal cakep? banyak wanita yang terpesona dengan ketampanannya, kalau sama kamu ya jauh," ejek Gabriel.
"Aku sudah berbaik hati menggandeng kamu menjadi bestie A4, apa begini caramu bicara dengan suhu," omel Arthur.
"Iya iya suhu, maafkan saya," sahut Gabriel dengan tertawa.
Arthur sungguh kesal dengan Gabriel tapi semua yang dikatakannya memang benar, di kalah jauh dengan Raymond Toretto.
Arsen dan Airin memilih bersantai di kamar, rasa senangnya membuat dia bersemangat dan tidak mual.
"Sayang terima kasih karena sudah memberiku hadiah yang terindah," kata Arsen.
"Iya sama-sama," sahut Airin.
"Aku janji akan selalu menjaga kamu," ucap Arsen.
"Sudahlah jangan berjanji sayang, percuma kebanyakan janji tapi kalau nggak ditepati," pungkas Airin.
Arsene terkekeh, memang selama ini dia terlalu banyak berjanji yang ujung-ujungnya terbengkalai semua janji manisnya.
Tapi kali ini Arsen benar-benar ingin berubah, dia tidak ingin menjadi alasan istrinya sedih lagi, sudah cukup dia membuat Airin menangis, Aaron sudah merelakan Airin waktu itu jadi dia tidak ingin menyia-nyiakan hadiah dari sahabatnya.
Hari semakin larut, semua memutuskan untuk kembali ke kamar begitu pula dengan Arthur dan Gabriel.
Malam berlalu dengan cepat, lagi-lagi semua keluar dengan rambut yang basah.
"Astaga kalian semua maniak sekali, perasaan sore kemarin sudah basah sekarang pagi basah lagi, apa nggak capek manjat mulu," gerutu Arthur.
Papa Shane menepuk punggung anaknya,
"Tidak ada kata capek untuk memanjat mama kamu Arthur, mengertilah," kata papa Shane.
Halo kak
Selamat malah ya.
Aku mau nyusul A4 nih ada yang ikut nggak? mumpung dah jam tidur🤣🤣🤣
kita berangkat dari mimpi masing-masing.🤧🤧🤣
Mau promo nih kak, mampir ya.
PENDAWA
(Neng Syantik)
Zivanya, Janda muda beranak dua. Yang menjadi idaman setiap kaum Adam. Dari kalangan Berondong, Duda, bahkan sampai suami orang.
Wajah cantik, juga penampilan sexy dan menggodanya itu, kerap kali mengundang bencana dalam rumah tangga orang lain. Meski begitu, ia sama sekali tidak pernah berniat untuk menggoda pria. Hanya saja, sikap ramahnya dan murah senyum, membuat banyak pria terpesona dan membuat para istri dari pria yang sudah menikah itu memandang rendah dan benci padanya.
Awalnya, Zivanya tidak pernah ambil pusing dengan semua hinaan dan cacian para ibu-ibu yang ada di lingkungannya. Tapi semua itu berubah, setelah ia dan tunangannya putus. Tunangannya memutuskan hubungan dengan alasan yang tidak jelas, tunangannya mengatakan bahwa, ia adalah Janda genit dan juga sering menggoda pria. Dari situlah Zivanya berubah, ia benar-benar merubah hidupnya. Hinaan dan juga tuduhan yang di lontarkan padanya, benar-bebar ia wujudkan dan lalukan.
__ADS_1
Bagaimana kisahnya? (Pesona Janda Anak Dua)