
"Kenapa kamu menangis hah? siapa yang mengijinkan kamu menangis Airin," omel Aaron dengan menatap Airin dengan lekat.
Tatapan matanya tersirat kalau dia tengah marah dan kesal.
Tubuh Airin bergetar dia sungguh takut sekali karena baru kali ini Aaron memarahinya apalagi tatapan Aaron sangat tajam.
Lama Airin dan Aaron saling tatap kemudian Aaron membalikkan badan lalu tertawa dengan berlinang air mata. Tawanya yang keras kini berubah menjadi tangis yang menyayat hati.
Airin yang melihat Aaron menangis berusaha memegang Aaron tapi seolah tau dengan cepat Aaron mengkode Airin untuk tidak menyentuhnya.
"Diam di tempatmu," kata Aaron.
Arthur dan Arcelo ingin mendekat namun lagi-lagi Aaron mengkode mereka untuk mendekat.
Arsen yang baru keluar dari toilet pun berdiri di ambang pintu sembari melihat drama yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Kamu tau Airin, aku sangat mencintai kamu dengan jiwa dan ragaku, selama dengan kamu aku hanya menginginkan sebuah hal simpel yaitu cinta di mata kamu tapi selama kita bersama aku tidak pernah melihat cinta itu, sekalipun aku tidak pernah melihat cinta di mata kamu untuk aku," kata Aaron sambil mengusap matanya.
"Tidak seperti itu Aaron, aku akan mencoba. Hanya butuh waktu saja," kata Airin mencoba menenangkan Aaron.
Mendengar kata-kata Airin membuat Aaron tersenyum.
"Wanita bodoh, sampai kapan kamu akan menyiksa tiga hati," sahut Aaron lalu menatap Airin.
"Nggak hanya kamu yang tersiksa, Arsen dan aku juga tersiksa. Kamu nggak perlu sungkan dan pura-pura bahagia di depan aku Airin. Please jangan siksa dirimu, kamu pikir dengan berkorban seperti aku akan suka, aku akan bahagia gitu. Kamu salah, justru aku akan jadi manusia terjahat di dunia ini karena telah menyakiti sahabat dan orang yang aku cintai. Kita bertiga sama-sama menderita," imbuh Aaron.
Airin semakin terisak, semuanya menangis mendengar kata-kata Aaron.
Arsen pun menangis sambil menyandarkan kepala di dinding.
"Maafkan aku Aaron," ucapnya lirih.
Airin mendekati Aaron namun lagi-lagi Aaron melarangnya.
"Aku sudah bilang padamu kalau aku akan memprioritaskan kebahagian kamu diatas kebahagian aku Airin. Kenapa kamu susah payah berkorban demi aku dan menyakiti Arsen," kata Aaron lagi.
__ADS_1
Airin tidak mendengarkan ucapan Aaron dia langsung saja memeluk Aaron dan menangis terisak dalam pelukan Aaron.
"Aku bahagia, bahagia, aku bahagia saat bersama kamu Airin jadi aku tidak akan meminta lebih. Pergilah dengan cintamu karena itu jauh lebih bisa membuat kamu bahagia," kata Aaron.
Airin semakin mengeratkan pelukannya begitu pula Aaron dia berkali-kali mengecup kening Airin, dia juga sangat perih mengembalikan Airin pada pemiliknya namun perih saat ini lebih baik daripada selamanya dia menyiksa diri.
Aaron melerai pelukan Airin lalu menghapus air mata Airin yang jatuh.
"Setelah ini aku mohon jangan ada air mata yang jatuh, sudah cukup kamu menderita batin. Dan kini berbahagialah dengan Arsen," kata Airin.
"Arsen jemput lah cinta kamu, kenapa kamu masih berdiri di sana," kata Aaron dengan sedikit meninggikan suaranya.
Arsen yang tidak enak hanya diam, dia tidak ingin menggagalkan pernikahan Aaron dan Airin.
"Astaaga, dia ini mikir nggak sih. Nggak estetik banget kan kalau Airin yang menghampirinya, masa iya pelukan dia depan toilet," gerutu Arthur.
"Diam napa Arthur, rasanya ingin aku lakban mulut kamu," sahut arcelo.
"Jangan membuat kesabaran aku habis Arsen atau aku sahkan Airin sekarang," maki Aaron.
"Nggak Aaron, dia adalah calon istri kamu. Kamu nggak bisa membatalkan pernikahan ini," kata Arsen.
"Lagian siapa mau bekas kamu, tiap aku bersamanya aku masih mencium aroma kamu," sahut Aaron dengan tersenyum.
Dia menyatukan tangah Arsen dan Airin.
"Jangan kebanyakan mikir atau aku berubah pikiran, menikahlah jika ingin menikah biar data-datanya dirubah," kata Aaron.
Aaron berjalan mendekati mama dan papanya.
"Mama bangga dengan kamu Aaron, lagi-lagi kamu berkorban demi Airin dan Arsen," kata mama Putri.
"Maaf ma dan Pa, Aaron membatalkan pernikahan ini," sahut Aaron.
Mama Arini dan papa Sean mendekat, mama Arini langsung memeluk keponakannya tersebut.
__ADS_1
"Kamu sangat baik Aaron, mama kamu sangat beruntung mempunyai anak seperti kamu. Bahkan tante rela menukar puluhan anak seperti Arsen untuk mendapatkan anak seperti kamu," kata mama Arini dengan menangis.
"Ya sudah tukarkan saja Arsennya dengan saya tante," goda Aaron yang membuat mama Arini mencubit dan melerai pelukannya.
"Arsen sudah Aaron anggap seperti kakak sendiri Tante, jadi kebahagiaan Arsen juga kebahagiaan Aaron dan Tante juga Aaron anggap seperti mama Aaron sendiri jadi sekarang Tante hapus hapus air mata Tante," ucap Aaron dengan menghapus air mata Mama Arini.
Mama Arini semakin terisak lalu memeluk mama Putri.
"Kamu sungguh beruntung Putri memiliki anak seperti Aaron," kata mama Arini.
"Iya kak Arini, saya sangat beruntung memiliki Aaron," timpal mama Putri.
Aaron kini berkumpul dengan Arthur dan Arcelo, dengan senyuman dan mata berkaca Aaron melihat Airin dan Arsen menikah meski secara sirih karena nama Arsen belum terdaftar di KUA.
"Sean, biaya semua harus kamu ganti sepuluh kali lipat," goda papa Daffa.
"Apaan sepuluh kali lipat, seratus kali lipat lah pak Daffa," sahut papa Shane.
"Kamu mau minta ganti rugi apa mau ngerampok," timpal papa Nick.
"Sudah sudah kalian ini bertengkar trus," pungkas mama Amira.
"Berapapun yang kamu mau akan aku berikan Daffa, anak kamu telah berkorban demi akan aku," kata Papa Sean.
Setelah mengucapakan Ijab-Qabulnya Arsen memakaikan cincin pada Airin.
Halo kak, selamat sore. Maaf ya up nya sore.
Sebenarnya udah tamat nih kak, tapi aku lanjut ke season saat Arsen dan Airin menikah ya.
Dan aaron dapat jodoh, serta Arthur dan Arcelo.
Ikuti terus ya kak ceritanyaπ€π€π€π€π€
aku minta maaf nih buat kubu Aaron, maaf bagt ya kak, maaf bagt membuat Aaron harus berduka dan lagi-lagi mengalahπ€§π€§π€§π.
__ADS_1
Salam cinta dari aku kakπππππππ