
"Gimana sih ini," ucap Pak RT.
"Tadi bukan anak pak Daffa kan?" tanya pak RT.
"Bukan, temannya. Terkadang memang ada empat laki-laki yang sering kesini, mereka semua keliahatannya seorang milyarder mobilnya saja yang atapnya bisa dibuka, ada yang kalau membuka pintu mobilnya ke atas," jawab Teman pak RT.
"Iya salah satu dari mereka anak pak Shane juga," ucap Pak RT.
Tak ingin ambil pusing mereka segera pergi, rencannya keesokannya Pak RT akan menasehati Airin.
Keesokannya Aaorn datang pagi sekali, lampu rumah yang masih pada menyala mengadakan kalau Airin masih tidur.
"Tuh kan masih tidur, gitu kok janji mau buatkan sarapan spesial," gerutu Aaron.
Suara ketukan tidak di respon oleh Airin sehingga Aaron menghubungi Airin lewat ponselnya.
"Sayang aku di depan," kata Aaron.
Seketika Airin bangun dan membukakan pintu.
Saat melihat Aaron Airin terkekeh, dia sungguh malu karena telat bangun.
"Maaf Aaron," ucap Airin.
Aaron hanya tersenyum lalu mengusap rambut Airin.
Setelah menyuruh Aaron masuk, Airin pamit untuk mandi.
Tak berselang lama Airin keluar dengan baju santainya.
"Aaron aku tinggal beli sayur sama telur dulu ya, aku ingin masak mie gurih Kari spesial untuk kamu," kata Airin.
"Aku antar ya," sahut Aaron.
"Nggak usah Aaron, dekat sini kok. Aku pakai motor saja," timpal Airin.
"Ya sudah kalau begitu," ucap Aaron.
__ADS_1
Airin pergi cukup lama sehingga Aaron nampak panik saat dia akan beranjak datanglah pak RT dan beberapa warga.
Pak RT yang semalam tidak sempat berbicara memutusakan hari ini untuk berbicara.
"Selamat pagi." Pak RT mengucapkan salam.
"Lo beda sama yang semalam," kata warga yang kemarin malam bersama pak RT.
Aaron mengerutkan alisnya heran dengan maksud dari warga yang bilang beda dengan yang semalam.
"Maksudnya pak?" tanya Aaron yang ambigu dengan kata-kata warga.
Pak RT yang sudah kenal Aaron sedikit sungkan tapi dia harus menasehati Airin dan para A4 yang kadang sering datang mengunjungi Airin.
"Begini, kami tidak mempermasalahkan jika ada tamu yang datang ke kompleks ini, tapi semua ada aturannya," kaya Pak RT.
Aaron semakin bingung.
"Kalau berkunjung maksimal jam 10 harus sudah pulang, kan anda tau nak Aaron Airin ini hidup sendiri tanpa ada pengawasan orang tuanya jadi tidak baik kalau ada lelaki yang pulang larut malam," jelas pak RT.
Aaron masih bingung, bukannya kemarin dia pulang di bawah jam sepuluh, kenapa masih diprotes?
"Bukan anda tapi ada lelaki lain yang datang kemari dan pulang jam dua belas malam," ungkap pak RT.
Aaron nampak terdiam, dia penasaran siapa yang datang ke rumah Airin hingga jam 12 baru pulang?
"Ya sudah, tolong kesadarannya nak Aaron dan juga teman-temannya dan juga Airin. Tolong disampaikan ke Airin," kata pak RT.
"Apa yang sayang kemari membawa mobil warna merah?" tanya Aaron.
"Iya, warna merah. Dia juga bule sama seperti nak Aaron," jawab Pak RT lalu pamit untuk melanjutkan kerja bakti.
Dada Aaron sungguh sesak, dia yakin kalau itu adalah Arsen karena yang memiliki mobil warna merah hanya Arsen.
"Apa mau kamu Arsen?" batin Aaron dengan raut wajah yang berubah.
Rasa takut kini hadir kembali, menyeruak masuk ke dalam hati Aaron.
__ADS_1
Sesaat kemudian Airin datang dengan membawa sayur hijau untuk campuran mie, telur, sosis dan lain-lainnya. Dia ingin membuat mie spesial aneka toping buat Aaron.
Aaron yang galau berdiam diri sambil memainkan ponselnya sedangkan Airin yang merasa sikap Aaron yang tidak seperti biasanya nampak heran.
"Aaron kenapa ya, apa ada masalah," batin Airin.
Setelah mie spesial buatannya matang, Airin menyajikannya di meja makan kemudian dia memanggil Aaron.
"Mie nya sudah matang, ayo kita makan," ajak Airin.
Meski sakit hatinya namun Aaron mencoba tersenyum.
"Ayo," sahutnya.
Mereka berdua menuju ruang makan, meski hanya mie instan namun topingnya banyak sekali sehingga mie nya terlihat mewah.
Aaron yang memang sakit hati tidak bisa lagi berbohong, dia benar-benar tidak bernafffffsssssu untuk makan.
"Kenapa makananya tidak dimakan?" tanya Airin.
"Udah kenyang," jawab Aaron berbohong.
"Kamu baru makan satu sendok bagiamana bisa sudah kenyang Aaron," protes Airin.
"Tapi memang aku sudah kenyang," timpal Aaron.
Airin yang merasa Aaron berbohong jadi kesal, dia merasa Aaron mempermainkannya padahal dia sudah bersusah payah membuat mie spesial untuk Aaron.
"Ya sudah buang saja, besok lagi aku tidak akan membuatkan kamu sarapan," kata Airin dengan ketus.
"Kamu kok marah," sahut Aaron.
"Ya jelas aku marah, kamu menghargai aku banget. Kamu mempermainkan aku," timpal Airin.
Aaron beranjak dari tempat duduknya lalu dia membuang pandangannya sembarang.
"Jangan bilang aku mempermainkan kamu Airin, lantas bagaimana dengan kamu yang telah mempermainkan perasaan aku?" tanya Aaron.
__ADS_1
"Apa maksud kamu?" tanya Airin balik.
Aaron tertawa dengan keras, tawa yang membuat Airin merinding.