
Aaron dan Yulia saling berpaut di bawah guyuran shower, setelahnya mereka pindah ke bathub untuk melanjutkan aksi mereka.
"Mas masa kita gituan di sini?" tanya yulia.
"Iya gak papa, sensasinya berbeda," jawab Aaron.
Air dalam bathub mulai bergoyang karena Aaron sudah melakukan penyatuan.
Yulia dan Aaron sudah ber oh oh ria, merasakan kenikmatan surgawi yang mereka rasakan.
Aaron memaju mundurkan pinggulnya dengan konstan, dia mencoba menikmati goa sang istri dengan santai.
Lama beradu di bathub kini mereka berdua kembali ke kamar.
"Aku keluar dulu," kata Aaron.
"Aku takut mas," ucap Yulia.
"Nggak apa bentar doang," bujuk Aaron.
Aaron keluar menuju tempat sakelar dan sekali pegang listrik menyala.
"Makasih kerja samanya," kata Aaron dengan tersenyum licik.
Aaron kembali ke kamar Yulia, nampak Yulia memilih baju tidur.
"Yul, kamu tidur di sini atau tidur di kamar aku?" tanya Aaron.
"Tidur di sini saja mas," jawab Yulia.
__ADS_1
"Tapi kalau listriknya padam lagi jangan takut ya." Aaron menakut nakuti istrinya.
"Memangnya akan padam lagi mas?" tanya Yulia.
"Entah," jawab Aaron.
"Ya sudah nanti Yulia nyusul mas Aaron, ini Yulia mau ngerjain tugas dulu," kata Yulia.
Aaron yang lelah memutuskan untuk tidur dulu dan membiarkan pintunya terbuka.
Dua jam kemudian Yulia telah menyelesaikan tugasnya, dia melihat keluar dan nampak pintu kamar Aaron terbuka.
"Alhamdulillah kamu sudah mau menerima aku mas," kata Yulia dengan tersenyum.
Dengan hati yang berbunga-bunga Yulia masuk ke dalam kamar Aaron.
Dia menutup pintu lalu mendekati Aaron yang tengah terlelap.
Saat bibirnya menyentuh bibir Aaron, Yulia dapat merasakan panas di tubuh Aaron dan ini membuat Yulia panik.
"Kamu sakit mas," teriak Yulia lalu mengecek dengan tangannya.
Yulia segera mengompres Aaron, dia sungguh khawatir dengan suhu badan Aaron yang sangat tinggi.
"Mas kamu tadi baik baik saja lo mas," kata Yulia.
"Ini pasti gara-gara bercinta di dalam kamar mandi, akhirnya begin kan. Masuk angin dan demam," kata Yulia lagi.
Karena takut terjadi apa-apa Yulia membangunkan Aaron untuk minum obat.
__ADS_1
"Mas bangun mas, minum obat dulu," kata Yulia dengan lembut.
Perlahan Aaron membuka matanya dia nampak pucat sekali.
Yulia memberikan ibu profen pada Aaron supaya demamnya reda dan tidak nyeri kepala.
"Mau teh?" tanya Yulia.
"Nggak usah," jawab Aaron.
"Ya sudah mas Aaron istirahat lagi ya, Yulia di sini kok nungguin mas Aaron," kata Yulia.
Aaron menepuk bantal di sampingnya dan menyuruh Yulia untuk tidur.
"Aku ingin memeluk kamu," kata Aaron.
"Iya mas," sahut Yulia.
Baru sebentar saja Yulia udah terlelap dan ini membuat Aaron tertawa.
"Mau nungguin tapi malah tidur dulu," ucap Aaron dengan tersenyum.
"Tapi makasih udah merawat aku tadi." Aaron bermonolog dengan dirinya sendiri.
Tak selang lama Aaron juga ikut memejamkan matanya.
Di sisi lain Gabriel menatap foto yang dia ambil tadi saat bersama Airin, kebersamaan yang terbilang cukup singkat membuat Gabriel jatuh hati pada Airin.
"Baru kali ini aku merasakan jatuh hati pada wanita, dari sekian yang aku tiduri tidak ada satupun yang mampu membuat aku seperti ini," Gabriel bermonolog dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Airin, semoga kita bertemu lagi,"