
Di kamarnya Airin merenung di depan meja rias, hatinya kacau tak menentu.
Apa sebaiknya dia mengunjungi ayah dan bundanya saja?
atau tetap di samping Arsen dengan hati kecewa?
"Lebih baik aku pulang ke rumah bunda," kata Airin.
Airin mengambil tas miliknya lalu pergi ke rumah ibundanya tak lupa dia meminta ijin pada mama dan papa mertuanya.
"Mama bingung mau ngomong apa, di sisi lain kita sama-sama wanita diperlakukan seperti itu jelas hati sakit sekali tapi di sisi lain Arsen anak mama, kalau kamu ingin menenangkan diri silahkan bila pergi yang jauh biar Arsen menyadari kesalahannya dan tidak hanya kapok Lombok asalkan kamu kembali jangan pergi dari hidupnya," kata mama saat Airin pamit ke rumah bundanya.
Mendengar perkataan mama Arini membuat Airin tersenyum puas.
Apa dia pergi berlibur saja daripada pusing mikir Arsen.
Saat di rumah ibundanya Airin searching di Gugel paket liburan ke luar negeri. Dia ingin pergi ke Kanada, wisata-wisata alam di sana adalah pilihan Airin.
"Dan aku bisa melihat Aurora," batin Airin dengan tersenyum.
Seusai memesan paket liburan dua Minggu ke Kanada, Airin pergi ke kafe untuk makan karena sedari pagi dia belum makan sama sekali.
"Tau rasa kamu Arsen, memangnya siapa kamu mempermalukan aku di depan teman-teman kamu, tau aku salah tapi nggak gitu juga. Apalagi nuduh selingkuh, aku tinggal selingkuh nangis-nangis kamu," Ucap Airin.
Airin Asik makan sambil membayangkan liburan tanpa Arsen wajahnya nampak senang berbeda dengan tadi sebelum dapat pencerahan mama Arini.
Tak jauh dari tempat Airin nampak Gabriel makan juga, dan tak sengaja mata Gabriel melihat Airin.
"Airin," kata Gabriel lalu beranjak dan ingin ikut bergabung dengan Airin.
"Boleh bergabung?" tanya Gabriel.
"Silahkan," jawab Airin dengan wajah yang sumringah.
Gabriel mengerutkan alisnya, semalam terjadi drama yang bisa dibilang tidak biasa tapi saat ini Airin sungguh cerah kembali paling tidak seharusnya ada mendung-mendung kelabu.
"Airin segitu cepatnya kamu memaafkan Arsen?" tanya Gabriel.
"Siapa bilang aku memaafkannya, semalam aku tu malu banget pada kalian dasar Arsen," jawab airin dengan bibir maju ke depan.
Rasa dongkol hatinya mencuat karena pertanyaan Gabriel.
Gabriel memakan makanannya kembali dan kini tak sengaja dia melihat tangan Airin yang luka.
"Tangan kamu kenapa?" tanya Gabriel.
"Kena kopi kemarin," jawab Airin.
"Sampai seperti itu, ayok kita ke rumah sakit," ajak Gabriel.
"Jangan lebay hanya luka kecil tidak sebanding dengan luka hatiku," tolak Airin.
Lagi-lagi Airin dan Gabriel mengobrol asik, Airin tidak menyangka kalau Gabriel adalah teman Arsen begitu pula sebaliknya Gabriel tidak menyangka Arsen adalah suami Airin.
__ADS_1
Gabriel ingin berlama-lama dengan Airin tapi ada telpon dari klien meminta untuk bertemu apalagi besok dia harus ke luar negeri untuk meninjau proyeknya yang ada di sana.
"Berharap kita selalu bertamu seperti ini Airin," kata Gabriel.
Airin hanya tersenyum.
Setelah kenyang Airin kembali ke rumah bundanya.
Hingga sore datang dia baru pulang.
Setibanya di rumah nampak mobil Arsen sudah terparkir di halaman.
Saat akan masuk nampak Arsen sudah ganti dengan baju rumahnya.
"Aku baru akan menyusul kamu ke rumah Bunda," kata Arsen dengan tersenyum manis.
Airin tidak memperdulikan Arsen, dia berjalan ke kamar dan meninggalkan Arsen.
Arsen menghela nafas lalu ikut Airin ke kamar.
"Sayang kok aku ditinggal sih," protes Arsen.
"Lalu aku harus gimana?" tanya Airin dengan menatap tajam suaminya.
"Ya ditunggu kek kita ke kamar bersama," jawab Arsen.
Airin menghela nafas.
"Aku tu heran sama kamu, kamu pikir setelah melakukan kesalahan dan minta maaf semua akan beres, akan selesai gitu.
Arsen memandang nanar sang istri kata-kata Airin membuat Arsen terdiam.
"Aku lelah ngadepin kamu, selalu kamu mengulang kesalahan, aku ini mahkluk berhati nggak bisa seenaknya kamu sakiti. Habis kamu sakiti setelah itu kamu datang minta maaf dan menganggap semua masalah ini beres gitu," imbuh Airin.
Arsen tertegun mendengar ungkapan hati Airin.
"Maafkan aku," kata Arsen.
"Simpan dulu maaf kamu, aku tidak membutuhkannya saat ini," sahut Airin.
***********
Di sisi lain Karin ingin menemui Arcelo di kafe Arthur, dia sengaja tidak memberi tahu Arcelo kalau dia akan menyusul ke kafe.
"Aku kok sekali rindu ya sama dia," batin Karin saat di parkiran.
Karin berjalan menuju ruang ViP A4 dan betapa kagetnya dia saat melihat Arcelo berpelukan dengan seorang wanita di dalam.
Karin yang syok menutup kembali pintu ruang VIP, dengan langsung gontai dan hati yang tak percaya dia keluar club'
"Apa yang kamu lalukan Arcelo, bukankah kita berkomitmen untuk membina rumah tangga tapi kenapa kamu malah mencari wanita lain? apa memang ini kelakuan kamu saat di belakang aku?" Karin ngomong sendiri.
Karin melajukan mobilnya pergi dari klub Arthur, sepanjang perjalanan pulang dia terus menangis.
__ADS_1
Setibanya di rumah dia segera menghapus air matanya karena tidak ingin siapapun melihat tangisnya.
Karin pergi ke balkon dan dia melihat Airin di sana.
"Airin," panggil Karin.
"Eh Karin," balas Airin.
"Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Karin.
"Tentang Arcelo ya," jawab Airin.
"Iya, apakah Arcelo adalah pria brengsek yang suka memainkan hati wanita?" tanya Karin.
Airin mengerutkan alisnya.
"Apa kalian ada masalah?" tanya Airin.
Karin menggeleng.
"Cuma ingin tau saja," jawab Karin.
"Enggak sih, Arcelo pria yang hangat. Kharismanya memang membuat wanita langsung klepek-klepek," jawab Airin.
Karin tersenyum manis lalu melemparkan pandangannya ke depan.
Selamat pagi semua.....
Gimana kabarnya nih, baik kan? pasti pada dapat daging banyak nih.
😁😁😁😁
Udah hari Senin lagi nih kak, jangan lupa Votenya ya, daripada Votenya terbuang sia-sia mending buat A4 iya kan? 😁
Jangan lupa untuk selalu like komen hadiah dan vote ya kak.
Makasih😘😘😘😘😘
Oh ya kak mau ijin promo lagi ya.
Jangan lupa baca ya kak 🤗🤗
MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM
(Julia Fajar)
Menikah dini bukanlah kemauan Mutiara, melainkan kesepakatan antar orangtua yang ingin menyatukan persahabatan dan bisnis mereka.
Keegoisan itu telah menempatkan Mutia pada posisi sulit, dia hanya dianggap sebagai istri di atas kertas. Perjuangannya untuk menciptakan kebahagiaan dalam rumah tangga tidak pernah dihargai karena Sultan memiliki wanita lain dan membawanya tinggal di dalam rumah mereka.
__ADS_1
Ego dan kesabaran Mutia pun tertantang, dia memutuskan untuk mengelola bisnis keluarga dan bekerjasama dengan pesaing bisnis suaminya yang ternyata lebih bisa menghargainya.