Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Arsen/Aaron


__ADS_3

Mata Airin pun membola saat dia mendengar kata cinta yang barusan dia dengar.


"Aaron," gumamnya.


Kini dia semakin terjebak dalam cinta segitiga yang tidak berkesudahan. Aaron jelas salah paham dengan kata cinta yang jelas-jelas itu untuk Arsen.


"Akhirnya kamu mengatakannya sayang, i love you," kata Aaron.


Airin hanya diam dan sedikit merenggangkan pelukannya.


Dengan memasang senyuman Airin berbalik dan mengajak Aaron untuk kembali tidur.


Dalam kamar, Airin dan Aaron tidur saling berpelukan.


Aaron yang mengira Airin benar-benar mencintainya pun tidur dengan hati yang berbunga berbeda dengan Airin yang tidak bisa terlelap karena pikirannya traveling kemana-mana.


Hingga pukul tiga dini hari Airin masih belum bisa terlelap, perlahan dia melepaskan pelukan Aaron dan mencuci mukanya siapa tau setelah mencuci muka dia bisa tertidur. Benar saja tiga puluh menit kemudian Airin terlelap.


Waktu menunjukkan pukul delapan pagi, Airin masih nyaman dengan guling yang dipeluknya sedangkan Aaron yang tidak ingin membangunkan Airin memilih untuk keluar terlebih dahulu.


"Mana pesek?" tanya Arthur.


"Masih tidur," jawab Aaron.


"Astaga wanita model apa dia jam delapan masih tidur," sahut Arthur.


"Mungkin lelah karena semalam begadang," timpal aaron.


"What! kalian sudah main panjat panjatan?" tanya Arcelo.


Raut wajah Arsen berubah, dia seakan nggak bisa terima kalau Airin dan Aaron main panjat panjatan.


"Enggak lah kami cuma DP dp an saja," jawab Aaron dengan melirik ke Arsen.


Arcelo dan Arthur menatap Arsen.

__ADS_1


"Ada apa kalian menatap aku! nggak perlu kasian padaku!" maki Arsen.


Arcelo dan Arthur tertawa.


"Sakit banget tu rasanya," goda Arcelo.


"Sakitnya tu di sini Arcelo," sahut Arthur dengan memegangi dadanya bagian kiri.


Tawa ketiga tuan muda taman ini terdengar nyaring sedangkan Arsen yang kesal hanya diam dan meminum kopi yang tersaji di meja.


"Kita makan apa pagi ini?" tanya Arcelo.


"Makan ati," jawab Arsen.


"Itu kan kamu Arsen, kalau kita sorry ya," sahut Arthur.


"Aaron cepat bangunin Airin, dia kan wanita suruh lah dia masak," ucap Arcelo.


"Iya kan tadi udah aku yang bikin kopi," timpal Arthur.


"Entahlah Arsen, itu semua urusan papa aku," pungkas Aaron.


"Lebih baik kalian berdua beli mie instan atau beli makanan jadi di luar. Uangnya aku transfer nanti," Titan Arsen.


"Baiklah," jaya Arthur dan Arcelo.


Arthur dan Arcelo pergi untuk membeli makanan namun sepanjang perjalanan mereka berdua tidak menemukan resto sehingga mereka hanya membeli makanan siap saji dan beberapa mie instan.


"Biar pesek nanti yang masak," timpal Arthur.


"Betul," sahut Arcelo.


Di rumah ada Arsen dan Aaron di ruang tamu, Suasana tampak canggung karena baik Aaron dan Arsen hanya diam.


Hingga Aaron membuka suara?

__ADS_1


"Kapan hari kamu datang ke rumah Airin hingga jam dua belas malam, ngapain?" tanya Aaron.


"Ngobrol saja, maaf jika aku mengganggu calon istri kamu," jawab Arsen.


"Untung kalian tidak digrebek dan dinikahkan secara paksa," timpal Aaron.


"Iya," kata Arsen.


Suasana hening lagi dan kini Arsen lah yang membuka suara.


"Aku titip Airin Aaron, jangan sakiti dia," pesan Arsen.


"Pasti kalau itu, aku sangat mencintainya Arsen mana mungkin aku menyakitinya," sahut Aaron dengan tersenyum.


"Apa kamu masih mencintai Airin?" tanya Aaron kemudian.


"Cintaku sama Airin tidak berubah Aaron dan aku yakin Airin juga mencintai aku," jawab Arsen.


Aaron tersenyum sinis lalu menyesap kopi miliknya.


"Airin sudah bisa mencintai aku Arsen, semalam dia mengatakan kalau dia mencintai aku," kata Aaron.


Ego Aaron dan Arsen sama-sama kuat, mereka berdua mengklaim kalau diri mereka masing-masing yang dicintai oleh Airin.


Beberapa saat kemudian Airin turun dan bergabung dengan Arsen dan Aaron yang sedari tadi berebut cintanya.


"Kita tanyakan Airin," kata Aaron.


Airin mengerutkan alisnya.


"Ada apa?" tanya Airin.


Aaron menatap Airin dengan lekat, sebenarnya hati kecilnya paham betul kalau Airin mencintai Arsen tapi ucapan cinta semalam membuat Aaron yakin kalau Airin telah membuka hati untuknya.


"Airin aku mohon jujurlah pada hati dan perasaan kamu, siapa diantara kami yang kamu cintai?" tanya Aaron yang membuat Airin terdiam.

__ADS_1


__ADS_2