Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Minta maaf


__ADS_3

"Sayang, kamu masih marah sama aku?" tanya Arsen.


"Percuma marah sama batu," jawab Airin.


"Kamu kok gitu sih sayang," timpal Arsen.


"Lantas aku harus bagaimana? tiga hari ini kamu pulang malam terus, pulang-pulang langsung tidur nggak peduli sama sekali dengan aku, ditanya capek lah inilah," ungkap Airin dengan kesal.


Arsen terdiam dengan menatap istrinya, dia tau kalau dia salah.


"Lalu program hamilnya bagaimana?" tanya Arsen.


"Biarin saja, lagian aku juga nggak ingin cepat-cepat punya anak lagi, mengingat kamu yang seperti ini," jawab Airin.


"Kamu yakin?" tanya Arsen.


"Iya yakin, udah nggak usah dibahas malah bikin orang sakit hati," jawab Airin.


"Baju udah aku siapkan, dasi, jam tangan, sepatu dan sarapan juga sudah tersaji di meja makan," sambung Airin.


"Kamu mau kemana?" tanya Arsen.


"Pulang, bunda dan ayah ada di rumah," jawab Airin lalu mengambil tas.


"Aku ikut," kata Arsen.


"Nggak perlu, oh ya nanti malam terserah kamu mau pulang apa nggak terserah," ucap Airin lalu keluar.


Airin meneteskan air mata, kecewa sekali dengan sikap Arsen yang kekanak-kanakkan.


Dia hanya ingin punya anak supaya tidak kesepian namun Arsen tidak bisa diajak kerja sama. Mungkin dia tidak akan masalah namun untuk Airin akan jadi beban mental.


"Sudahlah, bukankah dia memang seperti itu," batin Airin.


Arsen di kamarnya nampak frustasi, dia tau kalau dia salah oleh sebab itu Arsen memilih menyusul Airin daripada pergi ke kantor.


Arsen berharap kalau Airin akan memaafkannya.


Sesampainya di rumah Airin nampak bunda dan ayah mengobrol di teras rumah.


"Arsen kok kesini? bukannya kerja," tanya bunda.


"Iya bun, Arsen mau menyusul Airin," jawab Arsen.


"Airin di kamar, dia agak kurang sehat," ucap bunda.


"Sakit bun?" tanya Arsen lalu masuk ke kamar, nampak Airin yang tidur.


Airin yang beberapa hari ini menunggu Arsen jadi kurang tidur ditambah lagi asupan gizi Airin kurang karena dia kurang makan.


"Kamu sakit sayang?" tanya Arsen lalu memeluk istrinya yang tidur.


Airin menggeliat, dia kesal karena tidurnya diganggu.


Airin perlahan membuka mata dan nampak suaminya yang mengesalkan.


"Kamu kok disini?" tanya Airin.


"Iya sayang, aku di sini," jawab Arsen.


"Sana kerja aku mau tidur," usir Airin.

__ADS_1


Arsen lalu memeluk sang istri, dia meminta maaf dan menyesali perbuatnnya.


"Nggak," kata Airin.


"Please sayang," pinta Arsen.


Arsen terus memohon hingga airin tak tega dan memaafkan suaminya.


"Awas kalau kamu ulangi lagi," ancam Airin.


"Nggak kok sayang, janji," ucap Arsen.


Arsen memutuskan untuk tidak kerja, dia memilih merawat sang istri yang kurang enak badan.


Seharian ini Arsen merawat Airin, dia yang menyuapi Airin, tak hanya itu dia juga memijat Airin supaya badannya tidak pegal.


"Waktunya diseka sayang biar badannya bersih," bujuk Arsen.


"Nggak nggak ngapain di seka aku sudah sehat, lagian juga nggak demam, ada-ada aja," tolak Airin.


"Nurut ma suami kenapa sih," gerutu Arsen.


Karena paksaan dari sang suami akhirnya Airin pun setuju untuk diseka meski dia tidak demam.


Arsen membuka baju Airin dan menanggalkannya satu persatu.


Arsen mengambil wash lap dan mengelap tubuh polos istrinya.


Sesampainya di pucuk gunung, Arsen main-main sebentar sehingga membuat Airin menggeliat keenakan.


Puas memainkan bagian puncak gunung istrinya Arsen membersihkan perut dan bawah perut, Arsen mengelap lalu memasukkan jarinya ke dalam goa istrinya.


"Nggak kok," elak Arsen.


Arsen tersenyum puas, dan selanjutnya apa yang terjadi hanya mereka yang tau.


**********


"Mas, bangun mas ma pakde mau diajak sholat subuh di masjid," Yulia mencoba membangunkan Aaron.


"Haduh sayang, kamu kan tau kalau aku ini libur," kata Aaron yang mengeratkan pelukannya pada guling.


"Yang libur itu wanita mas," kata Yulia kesal.


"Libur nggak sholat, sudah sana sholat sendiri ma pak de," sahut aaron.


"Ayo lah mas, pak de ini orangnya taat," bujuk Yulia.


Aaron mau nggak mau mengikuti kemauan sang istri, sesuai memakai baju lengkap Aaron pergi ke masjid bersama.


"Kata Yulia semenjak menikah kamu rajin sekali sholat, apa benar?" tanya pakde.


Aaron menoleh ke Yulia yang berada di belakangnya.


"O iya dong pakde, laki-laki kan imam jadi harus rajin beribadah," jawab Aaron.


Yulia nampak tersenyum, untung Aaron mau diajak bekerja sama.


Sesampainya di masjid, pakde dan Aaron segera masuk untuk siap-siap melaksanan ibadah.


"Astaga aku lupa bacaannya," batin Aaron.

__ADS_1


Bukannya lupa tapi memang gak bisa, sehingga Aaron hanya diam saja.


Setelah sholat pakde mengajak aaron berbincang dia depan masjid.


"Kamu sering sholat subuh di sini?" tanya pakde.


"Sering lah pakde," jawab Aaron.


"Setiap hari malah," imbuh Aaron.


"Gak nyangka Yulia mendapatkan orang seperti kamu Aaron, benar-benar paket komplit.


Terlanjur membual Aaron pun menambah bualannya biar terlihat wah.


"Saya kadang juga jadi imam pak de," kata Aaron.


"Subhanallah Aaron kamu sungguh sempurna," puji pakde yang membuat Aaron tersenyum bangga.


Pak ustad yang ingin pulang pun ikut bergabung dengan pakde dan Aaron karena nampak asing dengan jamaah yang akan dia temui.


"Mohon maaf saya nampak asing, apa warga baru di sini?" tanya pak Ustad.


Pakde mengerutkan alisnya, bukankah Aaron setiap hari sholat kenapa pak ustad bertanya.


"Bukankah keponakan saya ini rajin sholat di sini," protes pakde.


Tak ingin ketahuan berbohong Aaron segera mengajak pakde pergi dengan alasan ingin olahraga.


Saat Aaron masuk kamarnya dia tak sengaja melihat Yulia ganti baju sehingga Yulia berteriak.


Dan Aaron segera menutup pintu kamarnya kembali.


"Ada apa sih Aaron?" tanya bude.


"Ini bude Yulia ganti baju di kamar tidur kan Aaron jadi kaget," jawab Aaron.


"Kaget? bukankah kalian ini suami istri kenapa harus kaget," kata Bude dengan curiga.


Aaron mematung bingung harus bilang apa.


"Kan masih pengantin baru bude jadi ada rasa malu-malu," sahut Yulia saat keluar dari kamar.


"Oalah gitu ya nduk," timpal bude.


Yulia memasak nasi goreng untuk sarapan, dia tidak bisa masak aneka ragam karena dia harus ke kampus begitu pula dengan Aaron yang harus ke kantor.


Yulia meminta Aaron untuk mengantarnya karena mobil miliknya bannya kempes.


"Ingat ya Yulia setelah bude dan pakde pulang semua normal seperti sedia kala," kata Aaron.


"Iya iya mas. Oh ya mas, janji mas Aaron belum di penuhi ya," kata Yulia.


'Janji apa?" tanya Aaron.


"Es krim," jawab Yulia.


"Astaga," sahut Aaron.


"Nanti ya, kita makan berdua di kamar nggak papa kok," kata Yulia.


"Baiklah baiklah," ucap Aaron pasrah.

__ADS_1


__ADS_2