Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
akal licik Aaron


__ADS_3

"Sayang dengar, aku mencintaimu lebih dari apapun di dunia ini, aku mencintai kamu dengan segenap jiwa dan ragaku tak ada niatan sedikit pun untuk menduakan kamu, jadi jangan cemburu pada Karin, seperti yang kamu bilang tadi kalau kamu lebih dari dia, lantas kenapa kamu masih cemburu?" Arsen mencoba memberi pengertian pada Airin.


"Ya tetap saja aku cemburu, dulu kamu mencintai Amanda, setiap hari kalian bermesraan di depan aku, kamu pasti tau kan gimana sakitnya aku dan saat ini jika kamu dekat dengan Karin rasanya aku melihat kamu dan Amanda," sahut Airin.


Arsen tak menyangka kalau Airin trauma sampai segitunya tapi tidak bisa kalau menghindari Karin, bagaimanapun juga Karin adalah sepupunya, tamu orang tuanya apalagi kini atas ijin papanya bekerja di kantor tentu rasanya nggak mungkin menghindari Karin.


Arsen memberikan pemahaman lagi pada Airin terkait Karin karena tentu Arsen tidak bisa serta merta menghindari Karin.


"Baiklah sayang, asal kamu janji saja bisa jaga jarak. Aku nggak mau kamu kecantol wanita lagi," kata Airin dengan bibir maju.


"Kalau aku kecantol kamu mau menggoyang aku kan?" sahut Arsen dengan tertawa.


"Enak di kamu dong," pungkas Airin.


Arsen hanya tertawa mendengar kata sang istri, istrinya sungguh polos sekali.


Arsen dan Airin pergi membersihkan diri lalu mereka turun ke bawah untuk makan.


Saat hendak makan tiba-tiba perut Arsen sakit.


"Auwww," pekik Arsen dengan memegangi perutnya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Airin panik.


"Perut aku sakit sekali," jawab Arsen.


Tak tahan dengan sakitnya, Arsen pun pingsan.


Airin berteriak, dia menangis tersedu-sedu. Airin segera menghubungi dokter pribadi Arsen setelah itu dia meminta pelayan laki-laki untuk membawa Arsen ke kamar.


Mama Arini dan Papa Sean yang berada di kamar tentu tidak mendengar hiruk pikuk begitu pula dengan Karin.


Tak selang berapa lama dokter datang dengan dan segera memeriksa Arsen.


"Asam lambungnya tinggi mungkin Tuan Arsen sering telat makan," kata dokter.


"Ini saya tuliskan resep tolong segera ditebus," sambung dokter.


"Terima kasih dok," kata Airin lalu meminta pelayan untuk menebus obat.

__ADS_1


Dokter pamit untuk undur diri, sebelumya beliau berpesan kalau Arsen tidak kunjung bangun harap membawa Arsen ke rumah sakit.


Airin duduk di samping suaminya yang memejamkan mata, dia terus menangis dan beberapa saat kemudian Arsen bangun.


"Sayang," panggil Arsen.


"Kamu sudah sadar?" tanya Airin.


"Maaf ya buat kamu khawatir," kata Arsen dengan mengusap air mata sang istri.


"Kamu makan ya, habis itu minum obat," kata Airin.


"Iya sayang," timpal Arsen.


Mama Arini dan Papa Sean yang baru keluar pun diberi tahu pelayan kalau Arsen pingsan dan dengan segera mereka ke kamar Arsen.


"Arsen kenapa Airin?" tanya Mama Arini


"Ini ma, asam lambungnya kumat," jawab Airin dengan menunduk.


Airin takut kalau mama Arini menyalahkannya karena tidak bisa menjaga Arsen.


"Dulu di Jerman sering kambuh juga Tante," sahut Karin.


"Dia itu cocoknya minum obat herbal, aku akan meminta Pelayan untuk mengantar beli minuman herbal tersebut semoga ada di apotik," pungkas Karin.


*********


Di sisi lain Aaron nampak cemas menunggu Yulia yang belum pulang.


"Dimana sih dia," gerutu Aaron mondar mandi di ruang tamu.


Tak berselang lama Yulia pulang.


"Kamu dari mana? kenapa jam segini baru pulang?" Aaron memberondong Yulia dengan banyak pertanyaan.


"Dadi luar kota mas," jawab Yulia.


"Ngapain ke luar kota? nyetir sendiri? kamu sama siapa?" lagi-lagi Aaron memberondong pertanyaan pada Yulia.

__ADS_1


"Nemuin klien mas, memangnya siapa yang nyetir? aku tadi sama Ayda." Yulia menjawab satu persatu pertanyaan suaminya.


"Ya sudah mas, aku mandi dulu ya. Aku lelah sekali," pamit Yulia lalu masuk kamarnya.


Aaron melongo karena Yulia meninggalkannya begitu saja.


"Apa dia tidak ingat kalau tadi sudah janji akan memberikan jatah," gumam Aaron.


Aaron ingin ikut mandi namun dia cukup gengsi untuk masuk kamar Yulia.


Aarrgggggg


Aaron nampak galau di ruang tamu, hasratnya membuat dia tersiksa sehingga dia pun mempunyai akal licik.


Aaron berjalan dan memutuskan aliran listrik.


Yulia yang enak enaknya mandi tentu sangat ketakutan, apalagi Yulia takut gelap.


"Mas Aaron, Mas Aaron," teriak Yulia.


Aaron tersenyum licik, dia langsung masuk ke kamar Yulia dengan senter di ponselnya.


"Melihat Aaron yang datang, Yulia langsung berlari dan memeluk Aaron.


"Aku takut gelap mas," kata Yulia.


Seakan jadi Hero, Aaron menenangkan Yulia yang ketakutan.


"Sudah jangan takut kan ada aku di sini," hibur Aaron.


"Tapi ini mandinya belum selesai mas," kata Yulia.


"Ya sudah aku temenin mandi," sahut Aaron dengan licik.


Meski lampu padam namun air tetap menyala, Aaron menggunakan senter untuk menerangi kamar mandi, melihat Yulia yang polos dia pun ikut mandi sekali.


"Bajuku basah dan banyak sabun yang menempel jadi aku ikut mandi sekalian ya," kata Aaron.


Aaron dan Yulia saling berpaut di bawah guyuran shower, setelahnya mereka pindah ke bathub untuk melanjutkan aksi mereka.

__ADS_1


__ADS_2